Tampilkan postingan dengan label Perselingkuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perselingkuhan. Tampilkan semua postingan

Seks Bugil Melayani Birahi Pembantu

Seks bugil telanjang terjadi ketika saya dan suami pindah ke suatu daerah di Sumatera Selatan. Sebagai pengusaha sukses, suami membuka perkebunan di daerah tersebut. Dua putra kami berada di kutitipkan neneknya di Padang. Di kota ini saya tinggal dan bergabung suaminya sengaja. Sebagai pengusaha, ia ingin kudampingi sehingga tidak nyaman untuk pulang melihat saya pergi ke lapangan. Anak saya 6 tahun yang pertama dan yang kedua adalah 5 tahun. Sebulan sekali saya pulang ke anak-anakku.

Di rumah saya, saya sekarang tinggal dengan dua asisten. Wanita yang satu, sementara yang lain adalah seorang pria yang bertugas menjaga rumah tetap bersih serta mobil dan memarkirnya di rumah saya. Nama pria itu Oding. Ia dipekerjakan oleh suamiku karena daerah ini adalah perampokan sangat sering. Masyarakat masih terbelakang. Pak Oding sangat dihormati oleh masyarakat desa ini. Usia 52 tahun. Tubuhnya sangat berotot. Hanya kakinya yang lumpuh akibat berkelahi dengan perampok beberapa tahun ke depan lalu. Para perampok berhasil dikalahkan. Ini hanya salah satu kakinya lumpuh akibat bacokan.

Setiap minggu, suamiku pergi ke peternakan selama 1-2 hari dan bermalam di base camp. jadi aku terpaksa tinggal sendirian di rumah dengan pembantu. Lokasi rumah saya di desa ini jauh dari pemukiman lain. Tak heran jika malam sangat tenang dari kebisingan. Saat ini 29 tahun dan saya menginjak suami saya 31 tahun. Kami biasa belajar bersama. Suami saya memilih menjadi seorang pengusaha dan dia menyarankan saya menjadi ibu rumah tangga, karena semua kebutuhan saya telah dipenuhi olehnya. Suami saya sangat memahami dan mencintai saya. Hampir dua kali seminggu kami selalu melakukan hubungan suami istri yang sering membuat saya bahagia dan orgasme. Itu membuat saya mencintainya. Meskipun telah memiliki dua anak, tapi kami tetap mesra dan hangat.

Suatu kali suami saya ke Jakarta untuk beberapa hari. Aku dipaksa untuk tinggal dan ditemani dua pembantu. Saat itu saya merasa ada yang lain diri pembantu dalam manusia. Pak Oding sering mencuri pandang ke arahku. Sebagai majikan, saya bisa memikirkan tapi akhirnya aku merasa malu juga. Saya mengerti, karena sebagai pria normal, Mr tentu saja Oding juga memiliki semangat dan keinginan, tapi saya tidak akan berselingkuh dengan pembantu. Aku tidak ingin mengkhianati suamiku.

Suatu kali, ketika saya ingin ke pasar untuk mendorong mobil saya, Pak Oding mengintip dada saya, yang belahannya agak rendah. Merayap kembali rambut leher saya agak melihat mata melotot melihat dada saya.
Suami saya, karena pekerjaannya, sekarang jarang memberi saya pikiran yang hidup. Sebagai wanita normal, saya benar-benar menginginkannya. Pada malam hari, suamiku mulai selalu pulang lelah dan dalam keadaan terburu-buru.
Suatu hari, suamiku kembali ke perkebunan. Dibutuhkan 4 jam untuk pergi ke sana. Hari itu hujan dan guntur, tapi suami saya masih pergi karena ada kebutuhan untuk menyesuaikan dengan para petani di perkebunan.
Malam itu, aku tidur sendirian di kamar saya cukup luas. Saya tidak bisa tidur. Pounding gairah. Aku menjadi pusing dan mencoba minum dari ruangan, dengan harapan menurunkan gairah saya.
Di ruang belakang, aku mendengar siaran langsung. Aku pergi ke sana. Rupanya Pak Oding belum tidur dan sedang menonton. Sementara hamba perempuan yang kembali ke rumahnya sore ini karena ada kebutuhan. Jadi di rumah itu sekarang hanya ada saya dan Pak Oding.
Kemudian menyapa dia, "Oooo, ya Pak Oding tidak tidur?"
"Tidak, Bu ... Acaranya bagus, di sini," katanya, sambil berbaring di lantai.
Lalu aku juga duduk di lantai beralaskan karpet adalah untuk menonton. Pada waktu itu saya mengenakan kimono tidur.
"Ibu, Ayah pulang ketika 've? Benar-benar tidak pulang malam ini?" Kata Pak Oding.
"Besok, Pak," kataku, "Ada beberapa bisnis penting di perumahan."
"Oooo ..." itu yang keluar dari mulutnya.
Lalu ia berkata, "Kasian ibu juga tinggal sendirian Malam lagi. ... Apa ndak takut, Bu?"
"Oooo ..... Tidak ada lah, pak ... Selalu ada ayah .... penjaga," jawab saya.
Dueeeerrrrrrrrrrrr! ... Ada suara guntur disertai dengan hujan dan badai angin. Aku agak takut juga, tapi tidak menunjukkannya. Visi Oding kasus perkosaan saat ini .. Ihhhh ngeri, pikirku. Lalu aku pergi ke kamar saya ...
"Kemana, Bu?" Kata Mr Oding.
"Saya tidur ..." Jawab saya.
"Awas, lho, Bu ... Ada hantu ...!" Katanya.
"... Orang koq Husyyyyy nakutin saya?" Kataku.
"Tidak, Bu. Dia mendengar suara saya sendiri," katanya lagi.
Saya masih dan mencoba untuk mendengarkan ... Ada gemerisik, tapi tidak jelas apakah hujan atau tidak. Saya takut dan tanya Mr Oding dengan saya ...
"Pak ... tidur di kamarku aja .. tapi dilantainya ya?" Kataku.
"Yah, Bu ...." Dan katanya, sambil berdiri dan mematikan televisi. Pak Oding tertatih-tatih, karena kakinya lumpuh. Dia masuk dan aku memberikan dia kekamarku bantal. Saya tidur di tempat tidur besar dan kosong.
Mataku tidak ditutup. Oding setiap kali saya melihat tidak tidur. Kemudian kami berbicara tentang berbagai hal, mulai dari pekerjaannya ke keluarganya di desa.
"Ibu ... apa yang tidak malam ini dingin," katanya.
Saya pikir ini pertanyaan kurang ajar dari seorang hamba kepada tuannya.
"Tidak," jawabku singkat.
"Pak Oding Bagaimana Ingin selimut?" Pinta saya.
"Tidak, Bu," katanya.
Aku turun dari tempat tidur dan duduk di lantai dekat Oding.
"Mataku tidak akan tidur, Pak"
"Masih takut, Bu?" Dia bertanya, duduk di sebelah saya juga.
Kemudian tangannya di bahunya. Saya kaget dan menepiskannya.
"Tidak, Pak. Ayah istri saya, majikan Anda?" Kataku.
"Maaf, Bu," katanya lagi sambil menjauhkan diri dari saya.
Namun entah mengapa pada malam yang dingin dan suasana remang-remang, meskipun saya sendiri, saya akhirnya mengundurkan diri dalam pelukan Pak Oding yang adalah pembantu, pembantu seks lapar yang membutuhkan outlet.
Aku tahu dia sudah lama tertarik padaku. Saya dipukul oleh kesepian akhirnya tergoda untuk berhubungan seks dengan Mr Oding. Selain itu, suasana sangat mendukung.
Beberapa waktu setelah saya menolak, dan malah aku menekan tubuhku ke tubuhnya. Pada saat itu Pak Oding agak terkejut, tapi ia cepat dapat menangkapnya. Dia kembali melingkarkan tangannya di bahuku. Kali ini saya tidak bisa menolak. Beberapa waktu kemudian, kurebahkan kepala di bahunya yang bidang.
Tampak jelas bahwa Pak Oding sangat senang memiliki fakta ini. Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, ia pasti mendapat lampu hijau untuk kuisyaratkan kepadanya. Tangannya kemudian mulai berbicara dengan kimono sutra seluruh gerilya tubuh dibungkus. Akhirnya saya tidak bisa melakukan apapun untuk menolaknya ketika dia melepaskan satu per berpakaian kimono tidur saya sampai saya punya pakaian.
Sore hari saya pasrahkan setiap rongga tubuh mulus putih untuk dicumbui ini perawan tua. Malam itu permainan yang saya mungkin terima Bapak Oding disampaikan kepada saya. Secara sukarela, malam itu aku disenggamai oleh Oding. Saya menikmati setiap detak seks Pak Oding berkedut di selangkangan.
Payudara saya tidak luput dari sentuhan kasar tangan. Malam itu dingin, membuat kita bersama-sama sampai pendakian nafsu. Tubuhku dan tubuh pak Oding sama-sama berkeringat dan bercampur satu sama lain.
Saya tidak berpikir tentang kekayaan dan wajah laki-laki yang menggauliku malam. Yang saya pikir adalah hamba kepuasan diberikan fisik. Meskipun kakinya cacat tapi dia sangat kuat mengocok vagina.
Ada juga sedikit penyesalan di hati saya untuk mengkhianati suami saya dan saya meniduri main dengan pembantu telanjang ini tua. Sampai fajar Pak Oding terus berputar tanpa henti pangkal paha dengan penis panjang dan besar.
Sejak kejadian itu, saya menjadi terperangkap oleh permainan seks yang diberikan Pak Oding. Dengan kode hanya ia akan tahu arti dan keinginan. Di tempat tidur saya biasanya tidur dengan suami saya, saya dikompilasi kehormatan saya sebagai istri untuk babak Oding Mr. Sampai sekarang saya masih selalu hidup bersama dengan suami saya ke waktu Oding Jakarta atau ke perkebunan.

Seks Bugil Dengan Anak Tiriku Pemuas Nafsu

Seks Bugil Sebut saja namaku Haryani, saya ingin sedikit cerita untuk mengisi ini Cerita Seks situs ketika saya menikah suami saya tidak tahu apakah itu masih suami sah orang lain, tetapi kemudian saya belajar nasi sudah menjadi bubur. Saya suka wanita tidak berharga di depan suami saya, karena saya adalah seorang nyonya di matanya. hidupku hampa dan tak berarti. Saya hanya ingin melampiaskan sedikit dan cerita seks disini. Jadi di sini berjalan pada akhirnya dia juga mengakui bahwa istrinya memiliki anak, tapi apa yang lemah dan bodoh saya untuk menuntut jika Anda harus bersikeras. Meskipun aku tahu benar-benar akan menyakiti istri yang sah, jika dia tahu. Suami saya adalah seorang petugas yang memiliki posisi penting di sebuah propinsi (tidak saya sebut tempat). Telah mencapai usia 55 tahun dan saya baru saja mencapai 27 tahun. Fasilitas yang disediakan dan ketakutan yang membuat saya begitu tidak berdaya terhadap diri saya. Saya membeli sebuah villa yang sangat mewah yang terletak tidak jauh dari kota tempat suami saya dilayani. Semua fasilitas yang diberikan kepada saya adalah sebuah kemewahan bagi saya, saya mendapatkan mobil pribadi, ponsel dan perangkat hiburan rumah. Tapi ini masih tidak semua Saya ingin memiliki bayi, aku ingin dicintai dan dihargai. Bahkan saya hanya surga saja. Kemudian saya mendengar bahwa suami saya juga memiliki WIL selain aku, bahkan terkadang ia juga makanan ringan ketika saya sedang ke luar kota, saya mendapat kabar dari istrinya sementara pembantunya wanti-wanti saya untuk tutup mulut. Saya sendiri sudah memiliki hubungan dekat dengan keluarga ajudan suamiku, namun, sampai sekarang rahasia yang masih disimpan cukup rapi. Namun saya kecewa dan sedih dengan kondisi ini, sehingga timbul niat saya untuk berperilaku sama.


Suatu hari suami saya pergi nakal dengan putra bungsunya kepadaku, dia memperkenalkan saya sebagai asistennya mertua. Anak itu menyarankan dia memanggil saya Bu usinya SMP dan masih 14 tahun. Wajahnya, perilaku ayahnya persis, nilai kesopanan agak kurang bila dibandingkan dengan anak di desa saya. Maklumlah dia adalah anak dari seorang pejabat tinggi. 21:00 Keluar telepon ayahnya, meminta Alex (sebut nama anak itu adalah) untuk tidur di rumah karena sang ayah tidak ada bisnis. Aku akan curiga sehingga ia harus berkencan dengan orang lain. Alex tidak tidur, dia lebih asyik di ruang keluarga menonton televisi. Akhirnya, niat buruk saya muncul untuk menipu Alex, tapi bagaimana? Saya dihadapkan dengan jalan buntu. Akhirnya, spontan VCD porno saya dimasukkan ke pemain saya untuk melayani Alex. Saya mengaktifkan oven selama 3 menit kebetulan itu adalah daging yang telah dimasak sejak sore ini. Cukup kurayu dia untuk makan sehingga kami makan daging sapi panggang dan saus kedelai bersama-sama. Sementara basi saya bertanya sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasa, terbukti dengan pembicaraan antusiasannnya kurangnya tentang sekolah. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap sepeda motor.

Aku memegang lehernya dan kupijit seperti yang saya katakan, "Kamu pasti lelah, Mbak pijitin sini ..." Dia terdiam, mengetahui, bahwa anak manja. Aku meraih remote control dan bermain menekan untuk CD pertama, film-filmnya adalah jenis vivid dengan tema seks yang cukup halus. Alex tampaknya sangat menyukainya, ah menembak dalam piring cinta sisi tiba. Sementara kupijit tubuhnya, saya mengamati wajahnya. Saya katakan jangan malu, karena itu hanya film saja (tidak nyata). Alex menghadapi tegang, ada adegan orang berpelukan (hanya berpelukan) saya menyuruhnya untuk memijat punggungnya ke depan. Alex di punggungnya sementara memperhitungkan bahwa film ini tampaknya mulai menyukainya. Sekarang mulai menunjukkan dalam film adalah adegan cukup panas, seorang wanita melepas pakaiannya sehingga celana dalam hidup dan bra pada kursus. Alex semakin tegang dan tangan agak kupercepat mengarah ke pangkal paha. Kupijit pura-pura menyentuh pahanya dengan kemaluannya, dia terkejut ketika kemaluannya tegang kesentuh tangan. Wajah pucat, tetapi kunetralisir dengan mengatakan "Jangan khawatir Alex, semua orang sama, adalah sangat wajar ketika seseorang dihidupkan Karena setiap orang memiliki gairah.." "Mbak Malu," jawab Alex. Jika orang pemalu, tapi dia sendirian sama Bu. Mbak benar-benar tidak malu. Dengan mengatakan ini saya membuka kemeja saya bahwa saya hanya memakai bra saja. Saya juga heran terlalu terkesan, anak-anak seusianya juga bisa menjadi tegang dan agak tak berdaya, jauh dari sikap sehari-hari yang agak arogan. Tapi aku mulai menyukainya tanpa berpikir sejauh itu mengingat ayah sendiri juga melakukan hal yang sama kepada saya. Film terus berputar, tubuh Alex terasa hangat malah aku khawatir dia sakit, dia tampak pucat entah takut apa bagaimana, aku tidak tahu.

Alex hanya menatap buah dadaku tanpa berani melihat langsung, ia masih menganggap film erat. Ketika saya memegang kemaluannya lagi ia duduk diam, tidak membuang alat kelamin kesempatan ini kusia meremasnya sedikit dalam ukuran kecil. Saya juga belum melihat film lagi, Alex dan aku membuka celana saya, saya melihat kemaluannya. Tampak bersih dan mulai ditumbuhi rambut, aku lebih bersemangat untuk melihatnya. Kuterkam langsung dengan mulut dan mulai menjilatinya, Alex diam saat ia bergerak pinggulnya kadang-kadang menikmatinya. Kuhisap ayam dan dia bahkan menangis Uh .. Ms .. Aku membiarkan menggelinjang anak kecil, kubimbing tangan untuk payudaraku. Ah, dia sebenarnya sangat kuat meremas. Kumaklumi dia tidak bersalah dalam kasus ini, saya tidak menyesal bahkan seperti itu. Aku mengisap, ia menjadi lebih banyak bergerak tidak menentu sementara berteriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia berteriak keras, tubuhnya gemetar, diikuti oleh cairan hangat dari kemaluannya. Aku menelan cairan tersebut asin dan padat tanpa jijik sedikit pun, dan dia masih lemas lemas. Saya memeluknya, dan membisikkan kata-kata, "Enakkan", sementara aku tersenyum, tangannya kembali dan hanya bicara "Mbak .." Aku membimbingnya ke kamar mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin akan sampai lagi.

Lalu kami tidur bersama di depan televisi di atas karpet, dia tampak kelelahan dan tidur nyenyak. Saya puas, meskipun tidak sampai coitus. Saya bangun sebelum fajar, dan aku melihat tubuh Alex hati-hati tidur telanjang. Jiwaku Aku mencoba untuk bangun lagi dan burung kecil, itu berhasil dan saya ulangi perbuatan tadi malam dengan variasi kenaikan pertambahan Alex permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti naruninya sebagai bergairah, ia mungkin meniru film tadi malam. Dibuka bra saya dan menjilat, aku juga merasakan kenikmatan dari anak bau kencur, saya membayangkan seorang anak dan ayahnya mengerjaiku seperti sekarang, ah tidak mungkin. Saya memimpin tangannya ke pangkal paha yang belum tersentuh sejak semalam sama sekali. Kubimbing menggesek-gesek kemaluannya dan dia memahami keinginan saya. Alex gerakan dan layanan bagi saya masih sangat kaku, mungkin diperlukan beberapa kali aku melatihnya. Tiba-tiba ia menarik celana dalam saya dan dipaksa bra saya dilucuti. Aku biarkan dia membuat sendiri, wajahnya masih terlihat tegang tapi tidak setegang tadi malam dan ia mulai tidak sopan kepadaku, ah biarlah. Aku didorong hingga telentang, dan ia langsung menghancurkan. Dia mencoba untuk menempatkan burung kecil ke selangkangan, tetapi banyak kali tidak berhasil. Ia menjadi semakin penasaran, ah pria kecil saya adalah tentu banyak belajar dari saya.

Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia menggesek-gesekkannya. Jiwaku terasa menembus tubuh saya, sekarang hampir mencapai penantianku tadi malam dan begitu baik ah, pria kecil saya bisa memuaskan saya saat ini. Aku segera bangkit dan Aku menaiki burung kecil yang masih menantang, saya merokok dalam, dia mengerang kenikmatan dan saya merokok terus menerus sampai tubuhnya gemetar dan air liur lagi-lagi burung kecil hangat yang menjadi bagian dari dagingku. Hari itu cerah, dan kami segera menghangatkan mandi bersama. Saya merasa puas dan Alex hanya diam saja, siapa tahu apa yang mereka pikirkan. Maaf itu? Aku tidak bertanya. Bahkan cerita ini masih berlangsung, sekarang Alex masih di SMA dan bimbingan saya.

Di pagi hari ayahnya Alex (yang juga suamiku) datang dan tanpa curiga sedikit pun. Ini adalah pengalaman pertama saya dengan burung muda.

Cerita Seks Aku Menjadi Pemuas Nafsu Anak Majikanku

Cerita Seks kali ini menceritakan tentang seorang pembantu yang menjadi budak nafsu seks anak majikannya. Namaku sebut saja ningsih (18) aku seorang pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya raya di jakarta. Aku tidak begitu cantik tapi manis, tubuhku tidak begitu tinggi tapi lumayan seksi. Karena kemanisan dan keseksianku membuat anak majikanku menjadi nafsu ketika melihatku. Bekerja menjadi pembantu terpaksa aku lalukan karena aku hanya lulusan SMP dan aku butuh uang untuk membantu ekonomi keluargaku di kampung.

Terus terang aku senang bekerja sebagai pembantu di keluarga Nyonya Rini ini. Majikanku penyabar memberi gaji bulanan yang cukup dan memperlakukanku dengan baik. Suami majikanku seorang pengusaha sementara Nyonya Rini seorang dosen. Cerita bugil yang kulakukan dengan anak Nyonya Rini merupakan kejadian yang tak pernah kuduga sebelumnya, karena tidak mungkin seorang anak orang kaya meniduri pembantu macam aku ini.
Cerita yang akan aku kisahkan ini bermula saat putra tunggal majikanku, Mas Rafy 22th, pulang karena liburan dari kuliahnya di Australia. Saat aku baru menjadi pembantu mas Rafy sudah kuliah di Australia sehingga baru saat dia pulang liburan inilah aku bertemu dengannya.

Putra majikanku itu ternyata juga ramah seperti ke dua orang tuanya, Dia juga tampan dan tubuhnya atletis. Hanya beberapa hari setelah bertemu aku sudah akrab denganya. Aku ngak menyangka kalau akau akan terlibat kisah asmara denganya.

Ceritanya pagi itu aku di panggil oleh Putra majikanku itu. Sampai di kamarnya aku kaget banget karena waktu itu mas Rafy sedang nonton Film Dewasa. Aku kikuk banget tapi Mas Rafy santai sekali, sama sekali tidak malu meski ketahuan sedang nonton Film begituan. Aku jadi menundukkan kepala karena malu. “Mas rafy memanggil saya ada apa” tanyaku dengan gugup sambil berusaha untuk tidak melihat tontonan panas di TV 21 inci yang sedang di tonton oleh putra majikanku itu. “Iya tolong..rapikan tempat tidurku dan mejaku, aku mau mandi dulu.” Katanya setelah bangkit dari tempat tidurnya. Ia lalu menepuk bahuku dan pergi dengan santainya ke kamar mandi tanpa mematikan pesawat TV nya yang masih menayangkan film panas dari VCD.

Setelah Mas Rafy pergi ke kamar mandinya aku lalu merapikan tempat tidurnya yang berantakan. Adegan panas yang ada di TV bisa aku lihat dengan jelas menampilkan adegan sepasang pria dan wanita bule yang sedang berhubungan intim di atas ranjang. Saat itu tubuhku panas dingin menyaksikannya. Setelah ranjang mas Rafy selesai aku rapikan, tanpa sadar aku duduk di tepi ranjang dan justru menonton film dewasa yang baru pertama kalinya aku saksikan itu, sampai lupa untuk merapikan meja Mas Rafy yang berserakan dengan buku dan majalah.

Adegan film panas itu membuat tubuhku panas dingin dan tanpa sadar aku lupa diri, tanpa sadar aku meremas-remas buah dadaku dengan tangan kiri sementara tangan kananku merabai selangkanganku sendiri. Kegiatan nonton dan merangsang diri sendiri itu tanpa sadar kulakukan beberapa menit hingga aku tidak tahu kalau mas rafy sudah selesai mandi. Tiba-tiba saja Ia sudah duduk di sampingku dengan tubuh setengah telanjang karena hanya handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

“Bagus ya filmnya..” katanya tiba-tiba yang membuat kaget setengah mati. Aku jadi malu sendiri. Aku tundukan kepalaku, tubuhku panas dingin dan wajahku waktu itu pasti merah karena malu dan juga karena adegan film itu membuatku terangsang sekali. “Maaf mas, mejanya belum di rapikan..” kataku seraya bangkit dan hendak merapikan mejanya. “Ngak usah, nanti saja…Filmnya khan belum selesai. tanggung temani aku nonton ya” kata nya sambil memegangi tanganku.

Bagai kerbau di congok hidungnya aku menurut saja dan kembali duduk di tepi ranjang, saat itu aku salah tingkah, kikut dan tubuhku serasa panas dingin. Saat itu adegan film menampilkan adegan oral seks yang dilakukan si wanita pada pasangan prianya. Adegan film panas di tambah dengan mas rafy yang duduk di sampingku tengah santai menonton dengan tubuh atletis yang hanya di tutupi handuk membuatku begitu terangsang.

Lalu putra majikanku itu mendekatkan tubuhnya hingga mepet dengan tubuhku. Dia lalu meraih daguku dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. “Ningsih kamu cantik sekali” katanya dengan lembut. saat itu aku tidak tahu harus bagaimana. Pikiranku kacau, seharusnya aku segera berlari keluar dari kamarnya untuk menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi. tapi aku hanya bisa diam dan tubuhku terasa kaku. Akhirnya bibirku di kecup dan di kulum oleh Mas Rafy.

Mungkin karena aku sudah terangsang gara-gara nonoton Blue film tadi, aku jadi pasrah dan diam saja waktu tubuhku direbahkannya dan ciumannya sudah pindah ke leherku. “Ohh..mas..” desahku tanpa sadar waktu tangan putra majikanku itu mengusap pangkal pahaku dengan rangsangan yang hebat. Tanpa aku sadari mas rafy telah melucuti pakaianku. Setelah Bh-ku di lepasnya dia lalu menciumi dan mengulum lembut puting susuku. Aku mendesah dan makin terangsang karena hal itu belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku mendesad dan mengeliat keenakan saat bibir dan lidah nya menyapu permukaan buah dadaku yang berukuran bra 36B itu. Apalagi saat puting susuku disedot dan di kenyotnya dengan penuh nafsu. Waktu itu aku sudah tidak bisa berpikir sehat yang ada dalam pikiranku adalah aku ingin mersakan kenikmatan. Aku jadi berani lalu menarik handuk yang melilit tubuh Mas Rafy hingga terlepas, aku terkejut melihat ukuran alat vital putra majikanku itu yang begitu besar dan telah berdiri tegak denga gagahnya.

Dia lalu melolosi cenana dalamku dan mengarahkan alat vitalnya di ke arah kewanitaanku. saat ujung senjatanya yang digeser-geserkan di bibir kewaiitaanku aku jadi terangsang hebat. Tapi tiba-tiba aku merasakan sakit saat liang vagina di terobos oleh kejantanan mas Rafy. Aku merintih dan menjerit kecil saat mas Rafy menarik dan mendorong kepunyaanya itu. “Aduh Mas.., sakit” rintihku. “Ngak apa-apa..nanti sebentar juga hilang sakitnya.” bisiknya di telingaku dengan maja melem-melek merasakan nikmat.

Benar juga katanya, lama lama rasa sakit dan perih dikewanitaanku berangsur-angsur hilang dan kini hanya rasa nikmat yang kurasakan. “Aaaaahhh…ohhhh” desahku sambil mulai mengoyangkan pinggulku untuk mengimbangi gerakan Mas Rafy.

Saat itu aku tak peduli dan tak memikirkan sama sekali bahwa aku telah kehilangan keperawananku. yang aku inginkan adalah kenikmatan yang semakin nikmat karena mau mencapai puncak. Mas rafy terus menyetubuhiku sambil bibirnya menngulum-ngulum bibirku. Akupun kini membalas lumatan bibirnya dan permainan lidahnya di dalam mulutku sambil sesekali terus mendesis dan merintih karena sodokan-sodokan kejantanannya di kewanitaanku.

Beberapa menit kemudian seluruh persendian tubuhku serasa menegang. “Ohhh..Mas..Terus mas” desisku tanpa sadar. Putra majikanku itupun makin bernafsu dan menyetubuhiku dengan lebih beringas dan makin cepat gerakannya, sampai akhirnya “Aaaahhhhhh….” dengan lenguhan panjang aku mencapai puncak kenikmatan

Tahu kalau aku telah mencapai puncak, lalu Dia mencabut senjatanya dari liang vaginaku. Kulihat ada percikan darah di batang kemaluannya. Dia lalu memintaku untuk melakukan oral seks seperti yang tadi aku tonton di blue film. Aneh, Aku sama sekali tidak menolakknya dan justru ingin melakukannya. Lalu mas Rafy merebahkan tubuhnya dengan punggung bersandar di tumpukan bantal. Sementara aku duduk bersimpuh di atara kedua kakinya. Ukuran alat vitalnya yang besar dan panjang itu rupanya membuatku jadi sangat bernafsu. Aku tidak menyangka kalau aku yang gadis dusun ini memiliki nafsu seks yang tinggio yang sebelumnya tidak aku sadari.

Lalu aku mempraktekkan apa yang tadi aku tonton di Blue film. Ujung Rudal Mas Rafy mulai aku cium dan aku jilati lalu aku masukan ke dalam mulutku dan aku kocok. Majikan mudaku itu mengerang dan mengeliat merasakan nikmat. “Terus Ning..ohh..ohhh” desahnya. Aku juga di minta untuk menjilati bagian bawah kemaluannya dan buah zakarnya sedangkan tangganku mengocok batang kemaluannya.

Setelah puas dengan permainan oral seks-ku, aku di minta duduk diatas senjatanya. Permainanpun dilanjutkan dimana aku berada di atas. Kemuadian aku bergoyang naik turun sementara putra majikanku itu mendekap pantatku dan sesekali mendorongkan pantatnya ke atas mengimbangi goyanganku. Rintihan dan desahanku bersahutan dengan lenguhan mas rafy yang tengah berpacu menuju puncak.

Beberapa saat kemudian aku sepertinya akan kembali mencapai puncak dan sepertinya Mas rafy juga. Ia lebih agresif mendorongkan senjatanya ke atas. Tak berapa lama aku kembali menegang dan mencapai puncak lalu di susul dengan teriakan mas rafy yang juga mencapai puncak. “Ohhh..ohhh..Ningsih aku keluar sayang..ohhh..ahhh” teriaknya sambil menancapkan pelornya dalam dalam ke liang vaginaku yang masih mendudukinya. Air mani hangat menyembur membasahi bagian dalam kewanitaanku.

Dengan tubuh kelelahan dan lunglai seolah tak bertulang, aku terkulai diatas dada putra majikanku yang berbulu dan berkeringat itu. aku memeluknya erat seolah tidak mau kehilangan saat-saat yang penuh kenikmatan itu. sama sekali tidak ada penyesalan meski aku baru saja kehilangan keperawananku.

Setelah kejadian pagi itu kami masih sering melakukan hubungan intim yang terlarang itu selama mas rafy belum kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliahnya. Beruntung aku tidak sampai hamil oleh kejadian ini, mungkin belum tapi semoga saja memang tidak. Sekarang liburan mas rafy sudah selesai sehingga dia kembali melajutkan kuliahnya di australia. aku benar-benar kesepian dan ketagihan dengan permainan seksnya. Harapanku mas rafy tidak melupakan aku meski aku tidak terlalu berharap Ia akan menikahiku.

Cerita Seks Tetanggaku Meniduri Istriku Dengan Liarnya

Cerita Seks yang dilakukan istriku ini adalah cerita yang terjadi ketika terjadi pesta HUT RI di desaku. Aku tak menyangka istriku benar benar melakuan hubungan seks dengan tetanggaku. Cerita Panas yang dilakukan istriku membuat diriku menjadi naik pitam. Daripada aku makin marah lebih baik langsung saja cerita yang dialami oleh istriku yang justru bukan denganku. Pesta 17 Agustus kemarin sunguh sukses di kampungku. Namun bagiku kegiatan itu justru meninggalkan luka dan kenangan yang tak pernah kuharapkan.

Untuk partisipasi pada panitia yang telah berusaha untuk menggembirakan warganya aku mengikuti lomba catur yang diselenggarakan. Lumayan untuk memperebutkan Piala Lurah Jonggol. Dan sebagai pecatur yang banyak pengalaman aku yakin bahwa Piala Pak Lurah akan menambah koleksi pialaku di rumah.

Pada malam final aku dipertemukan dengan jagoan catur RW lain dengan dihadiri Pak Lurah sendiri yang membuka acaranya. Dengan disaksikan para tetangga dekat maupun jauh pada sekitar jam 8 malam aku telah duduk semeja menghadapi papan catur dengan lawanku. Diperkirakan pertandingan final ini akan berlangsung sedikitnya 2 jam sejak dimulai.

Waktu merangkak semakin malam. Udara Jonggol yang cukup berangin memberikan kesejukan yang nyaman. Aku bayangkan alangkah nikmatnya tidur dengan udara sejuk macam begini sesudah beberapa malam kurang tidur dalam upaya memperebutkan malam final ini.

Tiba-tiba, belum juga 1 jam pertandingan berlangsung, aku diserang perut mulas dan harus ke belakang buang air. Kepada panitia aku memberi tahu dan minta ijin. Sesudah berunding dengan pemain lawanku, akhirnya aku setengah berlari pulang untuk buang air. Aku pikir salah makan apa hari ini.

Sesampai di depan rumah kulihat pintu rumahku telah tertutup dan lampu ruang depan nampak telah dimatikan. Kemungkinan istriku telah tidur atau sibuk nonton TV di ruang belakang. Namun aku yang memang siap pulang malam telah membawa kunci cadangan agar tidak perlu membangunkan istriku.

Saat aku hendak memasukkan kunci ke lubangnya aku terhenti. Jantungku berdegup kencang. Kulihat di lantai depan pintu kok ada sandal yang sangat aku kenali. Sandal itu milik Pakde Darmo tetangga sebelahku. Kami panggil Pakde karena usianya yang cukup jauh di atas kami. Lebih dari 55 tahunan.

Kami memang akrab bertetangga dan sering saling bertandang, Tetapi bukan malam-malam macam sekarang ini, apalagi saat aku tidak berada di rumah. Aku langsung khawatir dan cemas. Ada apa Pakde Darmo bertandang ke rumahku malam-malam begini? Dan dimana istriku ? Apa yang mereka lakukan berdua di dalam rumahku ?

Cerita Seks – Aneh, sakit perutku langsung lenyap. Aku penasaran dan aku tunda untuk tidak memasuki rumah. Aku akan ke jendela samping. Ada 2 jendela di samping rumahku. Dari lubang angin diatas jendela pertama aku bisa melihat ruang keluarga dimana istriku biasanya menghabiskan waktunya di depan TV. Dan dari jendela yang kedua aku bisa melihat kamar tidurku.

Aku mengendap-endap dirumahku sendiri menuju jendela pertama. Dengan bangku plastik yang selalu ada disana aku naik mengintip lubang anginnya. Ah.. Tak nampak orang disana. Aku mulai curiga. Kalau bertamu kenapa tidak di ruang tamu. Pelan-pelan aku turun dan pindah ke jendela ke dua.

Belum juga aku naik aku mendengar suara orang ngomong,

“Paling Mas Bas baru pulang nanti sekitar jam 11 malam. Kalau menang khan harus menunggu upacara penyerahan piala dulu,” itu jelas suara Indri istriku. Aku heran kenapa yang semestinya merindukan aku agar cepat pulang malahan mensyukuri aku lambat pulang.

“Hhmm..” sebuah jawaban yang sangat berwibawa. Tanpa kata namun penuh makna. Suara berat macam itu siapa lagi kalau bukan suara Pakde Darmo. Aku penasaran. Dengan bangku plastik itu aku melongok ke kamar tidurku.

Seperti Saddam Husein yang kena roket pasukan Sekutu aku hampir jatuh telentang saat menyaksikan apa yang telah kusaksikan. Di atas ranjang pengantinku dua orang yang aku cari ini sedang berasyik masyuk, melepaskan hasrat syahwat birahinya. Seperti penampilan hari-harinya Pakde Darmo hanya bersarung dengan kaos singletnya. Perutnya yang buncit tak bisa disembunyikan. Sementara istriku Indri telah setengah bugil. Hanya celana dalam dan BH-nya yang tinggal.

Dengan menindih tubuh Indriku mulut Pakde Darmo nyosor mengenyot-enyoti teteknya. Pantesan dia tak bisa ngomong.

“Sarung dan kaos singletnya dibuka dulu Pakde, nanti lecek,” istriku mengeluarkan omongan lagi sambil tangannya meraih menarik lepas sarung dan singlet Pakde Darmo. Kini Pakde sepenuhnya telanjang dan istriku tinggal bercelana dalam dan kutang saja.

Dengan perut buncitnya Pakde memeluki istriku dari belakangnya. Nampaknya Pakde suka nembak perempuan dari arah belakangnya. Tangan dan kakinya yang berbulu cukup lebat memeluk tubuh istriku. Bibirnya nyosor terus ke kuduk, ketiak dan buah dadanya. Tampak olehku puting susu Indri yang berwarna merah kecoklatan itu sudah berdiri tegak mengacung dengan pongahnya menandakan sudah sangat terangsangnya birahi Indri. Indriku nampak begitu menikmati dan larut dalam ulah Pakde Darmo ini. Rupanya permainan ini sudah cukup jauh. Kini mereka tengah mendaki puncak nikmat hubungan syahwat antar tetangganya.

Pakde Darmo adalah tetangga samping kanan rumahku. Dia adalah pensiunan pegawai rendahan sebuah BUMN. Walaupun usianya sudah lebih 55 tahun namun perawakannya masih sangat sehat. Dia tak pernah berhenti joging di pagi hari dan sesekali mengangkat barbel untuk merawat ototnya. Sebagai lelaki Pakde Darmo sesungguhnya tidak tampan. Namun dengan perut buncitnya dan bulu-bulu di badannya, Pakde Darmo sering mendapat lirikan para perempuan di kampung. Mungkin istriku, yang usianya 20 tahun lebih muda dari Pakde diam-diam mengimpikan bagaimana tidur dengan lelaki berbulu macam Pakde Darmo ini.

Dalam gelinjangnya istriku bangkit berbalik. Bibirnya menjemput bibir Pakde Darmo untuk berpagut sesaat sebelum lumatannya melata ke leher kemudian dada Pakde. Nampaknya istriku begitu keranjingan dengan bulu-bulu Pakde Darmo. Dengan penuh gairah lidah dan bibirnya menjilat dan mengenyoti bulu dada Pakde. Aku sangat ‘shock’ menyaksikan apa yang tengah berlangsung ini.

Aku sama sekali tidak mengira bahwa Indri istriku selama ini juga terobsesi pada Pakde Darmo. Tetapi yang lebih menampar harga diriku adalah membawanya ke ranjang dimana sehari-hari dia bersamaku. Aku tak mengerti apakah Pakde Darmo yang secara aktif memulai ataukah Indri yang sering menggoda syahwat Pakde.

Kini segalanya berubah cepat. Pakde sudah mengambil alih kendali. Dia sepenuhnya menindih tubuh Indri yang membuka selangkangannya. Tangan Indri dengan tangkas meraih kemaluan Pakde Darmo yang memang lebih gede dan panjang dari kemaluanku. Mungkin hal ini juga hal yang membuat Indri demikian terobsesi pada Pakde.

Dan yang terjadi berikutnya adalah ayunan Pakde dan goyangan istriku yang di bawahnya. penis Pakde nampak begitu kaku dan tegar menembusi nonok Indri yang disekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu jembut keriting yang sangat subur menutupi lubang kawinnya.

Istriku menjerit kecil dan terus mendesah dan merintih. Kenikmatan birahi begitu menenggelamkan keduanya. Nampak cakar-cakar Indri sudah siap menghunjamkan kukunya pada punggung Pakde. Menyaksikan Pakde Darmo dan Indri istriku demikian nikmatnya saling mengayuh syahwat aku jadi terbawa hanyut. penisku jadi ngaceng. Aku pengin mengelusi dan mengocok-ocoknya sambil menyaksikannya bagaimana istriku dilanda nikmat orgasmenya saat dientot Pakde Darmo ini.

Dengan dengusnya yang cukup meriuhkan kamarku nampaknya Pakde sedang menjemput puncak nikmatnya. Dia percepat genjotan penisnya. Sementara demikian pula Indri istriku. Nampaknya orgasmenya akan hadir bersama ejakulasi Pakde. Kuperhatikan batang penis Pakde yang berkilatan oleh lendir kawin Indri nampak seperti piston mesin diesel yang keluar masuk ke lubangnya. Aku membayangkan betapa nikmat melanda sanubari istriku. Dan.. Aahh.. ttuuhh.. lihaatt..

penis yang terus menggenjot itu nampak membawa begitu banyak lendir dan busa keluar masuk vagina Indri. Indri telah mengeluarkan cadangan lendir birahinya. Dan tubuh istriku nampak menegang dan kemudian berkejat-kejat. Cakarnya menghunjam dan melukai punggung Pakde. Indri mendapatkan orgasmenya yang sangat dahsyat selama, yang dalam pikiran dia, aku sedang bermain catur demi Piala Lurah Jonggol.

Dan aku tak mampu menahan diriku. Aku kocok terus penisku sambil menyaksikan betapa sensasionalnya melihati istriku dientot tetanggaku sendiri dan kini melihati peju lelaki itu berserak meleleh dari lubang nonoknya. Pejuku muncrat menembak kaca jendelaku.

Aku cepat turun dari bangku plastik. Aku harus cepat balik ke pertandingan sebelum panitia menyusul aku.

Cerita Dewasa Terbaru – Malam itu aku pulang dengan Piala Lurah Jonggol bersusun tiga yang kemasan. Tingginya sama dengan tinggi badanku yang 167 cm.

Istriku membuka pintu dan menyambut aku dengan bangga. Dia yang menaruh pialaku itu di tempat yang terbaik di ruangan itu.

Cerita Seks Bugil Bercinta dengan Bram, Teman Suamiku

Cerita Seks Bugil Sebut saja nama ku Tyas, wanita umur 30 thn dan orang-orang bilang bentuk
tubuhku amatlah proposional, tinggi 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B,
ditunjang wajah cantik (itu juga orang-orang yang bilang) dan kulit putih cerah.
Sebelumnya aku memang sering bekerja menjadi SPG pada pameran mobil dan banyak
orang mengelilingi mobil yang aku pamerkan bukan utk melihat mobil tetapi untuk
melihatku.

Menikah dengan Roni, 30 thn, seorang pekerja sukses. Kami memang sepakat utk
tidak punya anak terlebih dahulu dan kehidupan seks kami baik-baik saja, Roni
dapat memenuhi kebutuhan seks ku yang boleh dibilang agak hyper..sehari bisa
minta 2 sesi pagi sebelum Roni berangkat kerja dan malam sebelum tidur.



Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Roni bekerja di kantornya dan mendapat
kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia
sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi
kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering
bertengkar karena kadang Roni harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam
baru pulang.

Dan mulailah cerita ini ketika Roni mendapat tanggung jawab untuk menangani
suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Bram dari luar kota. Pertama
diperkenalkan Bram langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu
membuatku risih. Bram cukup tampan gagah dan kekar.

Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Roni memutuskan agar Bram
tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja
hingga larut malam di rumah kami. Bram tidur di kamar persis di seberang kamar
kami.

Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri
pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur
bertelanjang agar jika Roni datang bisa langsung bercinta.

Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Roni bercinta di dapur waktu
masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Roni dari depan, tiba-tiba
Bram muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak
menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Roni yang
membelakangi Bram dan aku juga tidak tega menghentikan Roni, akhirnya ku biarkan
Bram melihat kami bercinta tanpa Roni sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku
tahu Bram melihat tubuh telanjangku ketika Roni melepaskan penisnya dan
terjongkok di bawah meja.

Setelah kejadian itu Bram lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku.

Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Roni benar2 sibuk sehingga hampir seminggu
tidak menyentuhku. Di hari Jum'at kantor tempat Roni bekerja mengadakan pesta
dinner bersama di rumah atasan Roni . Rumahnya terdiri dari dua lantai yang
sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga
dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah
yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh
kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH, bagian bawahpun terdapat
sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat
seksi dan Bram pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. Sebelum berangkat
aku dan Roni sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Bram
mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga
menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya
karena letih atau terburu-buru mau pergi Roni orgasme terlebih
dahulu dan aku dibiarkannya tertahan. Dan Bram mengetahui hal itu.

Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Roni dipanggil oleh atasannya
untuk diperkenalkan oleh customer. Roni berkata padaku untuk menunggu sebentar,
sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2
ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang
besar itu. Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan,
tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi
keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada
Bram .

"Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!", canda Bram

"Ah bisa aja kamu Bram",balasku tersipu.

Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Bram meminta tolong dipegangkan
gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.

"Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi",katanya sambil langsung memegang
rambutku yang tergerai dengan sangat lembut. Tanpa bisa mengelak dia telah
menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus
terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang
benar aku terlihat lebih seksi. Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Bram
meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Bram telah menempelkan
bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku
lemas dan masih dengan memegang gelas Bram yang telah menyudutkanku di dinding
dan menciumi leherku dari depan. "Bram apa yang kamu lakukan..lepaskan aku
Bram..lepas..!",rontaku tapi Bram tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini
karena akan mempermalukan semua orang. Bram terus menyerangku dengan kedua
tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus
menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat,
apalagi saat tiba-tiba tangan Bram mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke
selangkanganku. "Bram..hentikan Bram aku mohon..tolong Bram..jangan lakukan
itu..",rintihku, tapi Bram terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di
bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu. Dia menyadari
kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu
dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik
pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku. Ketika Bram sudah
semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Roni
memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Bram terlepas, lalu
aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Roni yang tidak melihat
kami dan meninggalkan Bram dengan G-string hitamku. Aku sungguh terkejut dengan
kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi
merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori
diperkosa.

Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Roni mengatakan dia
harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku
untuk pulang bersama Bram. Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar
Bram, diperjalanan dia hanya mengakatakan "Maaf Tyas..kamu sungguh cantik malam
ini." Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku
langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan
hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan
malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan
gairah. Tanpa sadar ternyata Bram telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam
kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya', "Tyas aku ingin mengembalikan
ini"' katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja,
dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Bram telah
menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil
langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya. Tanpa
menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung
menindihku. Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?"Bram..lepaskan aku
Bram..ingat kau teman suamiku Bram..jangan..ahh..aku mohon", erangku ditengah
rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Bram terus menekan hingga aku berteriak
saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan
hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.

"Ahhhh?Braam..kau..:' Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku,
akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku
mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah
sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak. Lama sekali dia memompaku dan
aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau
dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh
panjang "Ahhh?.." ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu
mengalami perkosaan yang aku nikmati. Sepuluh menit kemudian Bram mempercepat
pompaannya lalu terdengar suara Bram di telingaku "Ahhh..hmmfff?" aku merasakan
vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian
Bram terkulai di atasku.

"Maaf Tyas aku tak kuasa menahan nafsuku.."bisiknya pelan lalu berdiri dan
meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa
Roni pulang hingga pagi harinya.



Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang,,
Roni dan Bram berpamitan untuk nerangkat ke kantor. Karena tak ada seorang pun
aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa
disadari, Bram ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena
Roni sangat mempercayainya maka dia izinkan Bram pulang sendiri. Bram masuk
dengan kunci milik Roni dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia
bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku
sadari kedatangannya, "Bram..kenapa kau ada di sini?"'tanyaku "Tenang Tyas
suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya", aku melihat tubuhnya
yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang
masuk ke dalam kolam "Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh
sekali"'pikirku. Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr
dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku
bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Bram di
dalam kolam. Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan
vaginaku hangat sekali, ternyata Bram ada di bawah air dan sedang menjilati
vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta. Akhirnya aku hanya
bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang
senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari
semalam. Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku. Detik
berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar
telah meneyruak menggantian lidahnya? "Arrgghh.." erangku menahan nikmat yang
sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Roni. Akhirnya aku membiarkan dia
memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang. Sekarang aku hanya
memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan
penisnya keluar masuk. Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya
menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi
ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman
suamiku. Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai
tubuh mulusku.."Kau sangat cantik dan seksi Tyas..ahh" bisiknya ditelingaku. Aku
hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur
aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan
liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam
vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya.
Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku
"Ahhh.." aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam,
"Nikmati sayang?"demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar
kemudian Bram lah yang berteriak panjang, "Kau hebat Tyas..aku cinta
kau..AAHHH..HHH" dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku. Gila hebat
sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut penisnya
yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan
wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya
atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar.
Setelah Roni pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi
tadi, aku berharap Roni dapat memberikan kepuasan padaku. Dengan hanya
menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Roni yang masih asik di depan
komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah
dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan
menyerangku. Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya "Tyas..apakah kamu tak
bisa melihat kalau aku sedang sibuk? Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa
depan kita" teriaknya keras. Aku yakin Bram juga mendengar teriakannya. Aku
terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku
pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu. Dari kolam
aku bisa melihat bayangan di Roni di depan komputer dan lampu di kamar Bram.
Tampak samar-samar Bram keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi
tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku. Tanpa
sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Bram mengeringkan tubuh.
Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang
besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku. Aku malu
sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku
yang memang masih haus. Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa
basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Bram, dengan hati yang
berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke
dalam kamar Bram dan langsung mengunci pintu dari dalam. Bram sangat terkejut
"Tyas..apa yang kamu lakukan?", aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan
memberi isyarat agar tidak bersuara karena Roni ada di kamar seberang. Langsung
aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai
benagpun di hadapannya, Bram hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku.
Bram tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar
dan tampak berotot. Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan
mengulum penisnya, Bram yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah
perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah
memuncak. Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas
tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Bram yang sudah terbaring, dia
mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat
basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Roni yang bisa saja
tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan
perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang.
Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda
dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi
yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Bram masuk ke dalam
vaginaku "Ahh..sssfff..Braaam!" erangku perlahan menahan suara gairahku agar
tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh
rahimku. Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin
bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Bram
dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga
berwarna kemerahan dan keras "ahh..ahh.." demikian erangan kami perlahan
mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok? Tak tahan
dengan nafsunya mendadak Bram duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya
bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi. Aku sungguh tak dapat
menahan gairah yang selama ini terpendam. Mungkin karena nafsu yang sudah sangat
tertahan atau takut Roni mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang
pertama sambil mendekap erat Bram dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara,
kudekap erta Bram seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Bram
merasakan penisnya disiram cairan hangat dan
tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat
sambil memelukku dengan belaian hangatnya. Selesai aku orgasme sekiat 30 detik,
Bram membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku. Bram
mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku
kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling
berpagutan dan Bram merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah
karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya. Dan
Bram langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku
bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul
antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya
keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik
turunkan pantatku untuk mengimbangi Bram. Dan benar saja 10 menit kemudian aku
sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan
menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Bram dengan
erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku
berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku. Kugigit bibirku agar tidak
mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai
aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Bram
dengan menaik turunkan pantatku. Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan
detik berikutnya pintu kamar Bram diketuk Roni, "Bram..kau sudah tidur?",
demikian ketuk Roni. Langsung saja Bram melepaskan pelukannya dan menyuruhku
bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di
lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar. Sungguh hatiku
berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku.

Bram dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Roni masuk,
Roni sempat terkejut melihat Bram telanjang,"Sedang apa kamu Bram" tanpa curiga
dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada
cairan kenikmatanku. Bram hanya tersenyum dan mengatakan,"Mau tau aja.." Dasar
Roni dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat
pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit
juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku
sungguh semakin menjadi-jadi. Setelah Roni keluar, Bram kembali mengunci pintu
kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,"Tyas buka pintunya..sudah aman". Begitu
aku buka pintunya Bram langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar
mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi
vaginaku "Ahhh..ahh.." erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil
terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Bram melahap buah
dadaku dan putingku. Sepuluh menit berlalu dan goyang Bram semakin cepat
sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang
sama "Braaam lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar.." desahku "Tahan sayang
kita bersamaan keluarnya", dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras
dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang
pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu
bersamaan. "Braaammm..," desahku tertahan. "Ahhh Tyas..kau hebat.." demikian
katanya. Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran
yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.
"Terima kasih Bram..kau hebat.." kataku dengan kecupan mesra dan langsung
memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Roni tidak curiga sama
sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang
langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena
aku tahu ada bekas ciuman Bram di sekujur buah dadaku. Malam itu aku merasa
sangat bersalah pada Roni tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur
dengan nyenyaknya.

Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Roni berenang di pagi hari tetapi
mengingat adanya Bram, kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya
memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah
dadaku yang masih memar karena gigitan Bram. Saat kami berenang aku menyadari
bahwa Bram sedang menatap kami dari kamarnya. Dan saat Roni sedang asyik
berenang kulihat Bram memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut
dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di
hipnotis aku nekat berjalan ke dalam."Ron aku mau ke dalam ambil makanan ya..!"
kataku pada Roni, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Roni memang sangat
hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti. Aku dengan tergesa masuk ke
dalam dan menuju kamar Bram. Di sana Bram sudah menunggu dan tak sabar dia
melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya.
"Gila kamu Bram..bisa ketahuan Roni lho," protesku tanpa
perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan
kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku "Tapi kamu menikmatinya
khan?!," goda Bram sambil mencium leher belakangku. Dan aku hanya mendesah
menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Bram menarikku ke jendela dan
masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga
pantatku, "Gila kau Bram, Roni bisa melihat kita," tapi anehnya aku tidak
berontak sama sekali dan memperhatikan Roni yang benar-benar sangat menikamti
renangnya. Di kamar Bram pun aku sangat menikmati sentuhan Bram. "Tyas kamu suka
ini khan?" tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku
dari belakang. "AHH..Bram.." teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani
bersuara lebih kencang karena tahu Roni tidak akan mendengarnya. Langsung saja
Bram memaju mundurkan penisnya di vaginaku.."Ahh.. Bram lebih kencang..fuck me
Bram..puaskan aku Bram..penismu sungguh luar biasa..Bram aku
sayang kamu.." teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Roni. Dan Bram
mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi
tersentuh penisnya dengan posisi ini,"Tyas..khhaau hhebat.." desahnya sambil
terus menekanku, kalau saja Roni melihat sejenak ke kamar Bram maka dia akn
sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan
kerjanya. Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20
menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan "Teruuus Bram lebih
khheeenncang..ahhhh aku keluar Braaaaam", teriaku. "Aaakuu juga
Tyyaaasss..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh." teriaknya bersamaan dengan
puncak kenikmatan yang datang bersamaan. Setelah itu aku langsung mencium
bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama
Roni yang tidak menyadari kejadian itu.

Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku
dengan tantangan bercinta bersama Bram. Pernah suatu saat ketika akhirnya Roni
mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku
hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak
mengenakan pakaian apapun. Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku
lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Bram sudah di belakangku dan
langsung menubruku dari belakang. Penisnya langsung menusuk vaginaku yang
membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di
lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku,
"Bram kamu nakal" desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir
pagi di dapur. Sungguh bersama Bram kudapatkan gairah terpendamku selama ini.

Akhirnya ketika proyek kantor Roni selesai Bram harus pergi dari rumah kami dan
malam sebelum pergi aku dan Bram menyempatkan bercinta kembali.

Seks Bugil Dengan Calon Sekretarisku

Seks Bugil - Ini kisah pribadiku yang aku coba ingat-ingat lagi setelah lebih dari 9 tahun berlalu.. Nama yang tercantum di sini jelas aku samarkan ya.. Mudah-mudahan cukup menarik..

Tahun 1999 pameran komputer di JHCC memasuki hari terakhir, makanya pengunjung sangat padat sekali hari Minggu itu.. Aku sempatkan untuk melihat pameran karena perusahaanku sedang membangun sistem informasi dan jaringan komputer baru, setelah sistem yang lama dirasakan tak mampu lagi untuk mengakomodasi beban pekerjaan yang makin meningkat dengan bertambahnya product line baru. Sebagai Direktur Umum sebenarnya aku bisa saja menugaskan Purchasing Manager dan IT Manager untuk melihat pameran tersebut dan merekomendasikan jaringan dan peralatan baru yang bisa kami akuisisi. Tapi memang dunia komputer telah menarik perhatianku sejak dulu, sehingga aku sempatkan waktu liburku untuk melihat sendiri pameran ini..

Beberapa stand telah aku masuki dan lihat, untuk mengetahui produk yang mereka jajakan dalm pameran ini, terakhir aku mampir ke stand ACERuntuk melihat jajaran notebook baru yang mereka tampilkan. Aku sedang memperhatikan spesifikasi sebuah notebook, ketika bau harum parfum menerpaku.. Salah seorang SPG ACER menghampiri dan menyapaku. “Siang pak, ada yang bisa saya bantu nih..?” sapanya dengan suara yang renyah.. Aku segera menoleh dan mencoba untuk memperhatikannya lebih sekasama.. Wajahnya yang cantik dengan senyuman yang menawan dikembangkanlagi..”Pak ini produk baru lho pak, diskonnya 20% hari ini terakhir pak,” ujarnya ramah sambil makin mendekatkan tubuhnya kearahku.. Wangi tubuhnya semakin terasa “Iya nih, aku lagi lihat-lihat aja dulu ya..” ujarku sambil mencari kesempatan untuk memperhatikan sosoknya.. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, kutaksir sekitar 160 cm, tapi selain wajah cantiknya, ada dua hal lagi yang membuatku tertarik; yaitu kulitnya yang putih dan tonjolan didadanya yang sangat membusung, aku yakin ini pasti ukuran 36b minimal.. “Bapak ada kartu namanya?” tanyanya ramah.. “Oh, ada bentar aku ambil dulu ya..” ujarku seraya mengeluarkan dompetku dan mengambil kartu namaku.. Dia mengamati nama dan jabatanku, kemudian dengan senyum makin mengembang dia dia menambahkan..”Wah bapak perlu buat pribadi atau perusahaan nih..” tanyanya ramah.. “Ya jelas untuk perusahaan lah kalau komputer non, kalau pribadi ya ama kamu aja..” candaku.. “Iiihh... bapak genit ah..” katanya sambil menahan senyum dan “Ini kartu namaku pak, nomor hapeku ada dibelakang ya..” sambungnya. Kuperhatikan kartu namanya..hemm..”Ranggi nama yang indah, seindah orangnya nii..” ujarku, dan Ranggi tersenyum manis “Bapak jago nih kalau ngerayu,” katanya.. “Okay Ranggi, nanti kalau jadi aku hubungi kamu ya..” kataku seraya menjabat tangannya yang empuk banget dan nampak buah dadanya yang terguncang saat itu.. “Bener lho pak, jangan lupa ya ama Ranggi,” ujarnya.. “Pak kalau Ranggi telpon bapak kapan-kapan ga papa kan pak?” tambahnya.. “Tentulah non, untuk orang secantik kamu, kapan aja pasti aku terima..”candaku lagi.. “Makasih pak..”

Hari Senin pagi jam 7.30 aku sudah sampai dikantorku setelah mengantar anakku masuk sekolah di daerah Kebayoran.. Kantorku di kawasan Sudirman masih sepi karena memang kantor masuk jam 8.00, hanya office boy yang masih sibuk membersihkan ruangan Departemen Umum yang telah datang.. Aku sedang duduk membaca koran dan menikmati kopi ketika hapeku berdering nyaring.. “Haloo, benar saya bicara dengan pak Iwan?” suara bening dan empuk menyapaku.. “Iya benar, ini dari siapa ya?” tanyaku, sambil mengingat-ingat nomor ini.. “Ya, bapak gitu deh.. Masa nomor Ranggi dilupain siiihh” seru manja suara diseberang.. “Oohh kamu Ranggi, bukan aku lupa, tapi aku belum sempet masukin nomor kamu ni...” ujarku.. “Pak, bapak sibuk gak hari ini? Kalau tidak, boleh dong Ranggi mampir nanti siang.. Ada yang Ranggi mau bicarakan ama bapak..” pintanya masih dengan suara manja.. “Ya udah, kamu datang aja pas jam makan siang. Nanti sambil kita makan siang bareng aja, kamu omongin keperluan kamu ya..” kataku.. “Baik pak, makasih lho boleh ngrepotin bapak..” balasnya.. “On-time ya, jangan telat ..”kataku..

Cerita Sex -  Jarum jam menunjukkan pukul 11.55 ketika saalah seorang stafku mengetuk pintu kamarku.. “Masuuukk..” kataku.. “Pak ada tamu mau menemui bapak, namanya Ranggi..” kata stafku, “Oh ya, suruh masuk aja..” ujarku.. Tak lama kemudian sebuah wajah cantik menyembul dari sela pintu yang tak tertutup..”Siang pak Iwan..” sapa Ranggi.. “Masuk Ranggi, kita duduk di sofa aja ya..” kataku seraya bangkit menuju sofa di depan meja kerjaku.. Ranggi mengenakan setelan blouser dan celana panjang resmi, beda dengan seragam SPG ACER yang seksi kemarin dia kenakan.. Tetapi blouser itu tak mampu menyembunyikan tonjolan buah dadanya yang besar dan sangat seksi, walau dia nampak sedikit resmi dengan bajunya saat ini.. “Wah, kantor bapak enak bener ya..” ujarnya memperhatikan sekeliling ruanganku.. “ Aaahh..bisa aja kamu..” ujarku..”Ayo kamu temenin aku makan siang dideket sini yoo...” “Baik pak..” ujarnya..

Kuarahkan mobil kearah selatan dan setelah melewati daerah macet disekitar Tendean kumasukan mobil kehalaman sebuah hotel bintang tiga.. “Sapi lada hitam di restorannya enak Nggi..” ujarku lembut, mencoba menenangkan wajahnya yang bertanya-tanya.. “Oh..begitu pak,” jawabnya dengan suara yang agak serak.. Setelah kuserahkan mobil kepetugas parkirnya, kuajak Ranggi masuk kerestoran melewati resepsionis.. Setelah memsan makanan, mulai kutanyai Ranggi tentang keperluannya.. “Ya udah sambil menunggu makanan kita, kamu bisa cerita keperluan kamu..” “Begini pak, sebenarnya saya malu ngrepotin bapak, tapi saya bener-bener lagi butuh ni pak,” ujarnya pelan dengan suara agak memelas.. Aku diam saja,memberikan waktu kepadanya untuk meneruskan ucapannya.. “Kalo bapak bisa dan perlu, saya mau pak jadi sekretaris bapak. Saya lihat tadi bapak belum punya sekretaris..” “Oo..begitu toh non..Kalo gitu kamu siapin CV kamu dong..”ujarku.. “Ini pak,”tukasnya capat sembari membuka tas dan menyerahkan sebuah amplop besar.. “Okay, sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutin ya.. Mudah-mudahan aku bisa bantu kamu..” ujarku, sambil mulai memikirkan cara untuk menenangkan adikku yang dari tadi sudah keras melihat tonjolan buah dada di balik blouser Ranggi.. Setelah makan, aku bilang ke Ranggi mau ke Rest Room dulu; padahal aku segera menuju Receiptionist untuk membuka kamar dan mengambil kunci.. Segera kau kembali untuk membuatnya tak curiga karena menunggu terlalu lama.. “Nggi bentar lagi ada klien dari Surabaya mau ketemu aku, nanti kamu dampingi aku yaa.. Sekalian aku mau lihat kemampuan kamu dalam praktek langsung,” ujarku tegas.. “Siap pak,” jawabnya seraya menyelesaikan makan siangnya.. “Ayo kita keatas, sambil nunggu dia datang aku bisa wawancara kamu dulu..”kataku. Dia hanya diam sambil berjalan perlahan dibelakangku, seraya kupijit tombol lift.. Sampai di lantai 5, segera kucari kamar 536 dan kubuka pintunya.. “Ayo masuk aja Nggi, lebih enak kita ngobrol dan wawancara disini sambil nunggu klienku..”ujarku.. Kusetel AC ke angka 27 derajat, supaya nanti dia merasa kepanasan dengan blouser tebalnya, dan melepasnya.. “Coba sekarang kamu ceritakan tentang diri kamu yang detil, nanti baru aku wawancari kamu,” seraya kubaca CVnya.. Dia dengan hati-hati mulai menceritakan tentang dirinya, sembari sesekali kucuri pandang kearah tonjolan didadanya.. Ternyata dia hanya part-timer saja kerja sebagai SPG, sembari mencoba mencari kerja full time sebagai sekretaris, sesuai dengan pendidikannya.. Sudah lebih 5 bulan ini dia mencoba, tapi belum berhasil juga. Padahal tabungannya sudah menipis dan dia sudah dikejar oleh ibu kosnya untuk membayar tunggakan kosnya 2 bulan, karena dia mendahulukan untuk membayar SPP dua adiknya.. Kedua kakaknya memang telah menikah, tapi kondisi keuangan mereka tak dapat diharapkan untuk membantu biaya sekolah adik-adiknya. Oleh karena itu dia sangat membutuhkan pekerjaan tetap saat ini, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk kelangsungan sekolah kedua adiknya.
Setelah beberapa saat, Ranggi merasa kepanasan dan butir keringat mulai terlihat di dahinya.. “Kamu kepanasan ya.. Sorry Nggi aku agak gak enak badan, jadi AC aku setel segini..” ujarku. “Kamu copot aja blouser kamu itu, biar lebih nyantai dan sejuk..” “Iya pak,” ujarnya seraya melepas blousernya, dan nampaklah pemandangan indah yang kutunggu-tunggu dari tadi.. Bahan sejenis kaus yang agak ketat dan tipis, membuatku sedikit terperangah, tapi dengan cepat aku sembunyikan sambil pura-pura tak melihat tonjolan buah dada yang begitu besar dan indah membayang dibalik kaus ketatnya.. Kugeser posisi dudukku, karena adikku sudah sangat tegang dan dalam posisi yang sangat tak nyaman.. Kuambil notebook dari tasku, dan kusuruh Ranggi menghidupkannya dan coba membuat surat penolakan untuk seorang penyedia barang.. “Wah komputer bapak canggih sekali, ini tombol onnya dimana ya pak?” tanyanya.. Aku berdiri dan pindah duduk di sebelahnya, ketika semerbak bau wangi parfum bercampur keringatnya menerpaku.. “Sini kamu lihat ya Nggi,” ajakku untuk mendekatiku dan melihatku membuka notebook Fujitsuku yang baru.. Ranggi duduk merapat di sebelah kananku, ketika aku mulai membuka notebook dan memulai program Word.. Ketika dia semakin merapat, dengan gerakan sangat natural kugerakkan sikuku kebelakang hingga menekan tonjolan buah dadanya yang seksi. Uuuhhh... empuk sekali buah dadanya.. Refleks dia menarik tubuhnya kebelakang utuk menghindari lenganku, dan dengan wajah tanpa dosa kusuruh dia mulai mengetik surat itu.. Meja didepan sofa tempat kami duduk memang sangat rendah, sehingga dia terpaksa sedikit agak membungkuk untuk mengetik surat itu.. Aku rapatkan dudukku kearahnya, sambil pura-pura melihat dia mengetik dari samping agak dibelakang kepalanya, padahal pandangan mataku jatuh kebelahan buah dadanya yang nampak sangat merangsang.. Gerakannya mengetik membuat buah dadanya berguncang, dan ini membuat penisku makin tegang.. Setelah beberapa saat, aku tidak kuat lagi untuk menahan tangganku untuk tidak menyentuh payudaranya yang sangat seksi itu.. Dari samping kepalanya tanganku menjulur dan menyeruak masuk kedalam kaus ketatnya, mencoba menyentuh dan meremas bongkahan buah dada yang sangat merangsang itu.. Ranggi tidak menyangka atas gerakan tanganku, dan untuk beberapa saat dia terpana sehingga tanganku berhasil masuk kebalik kausnya dan meremas buah dadanya.. Ketika dia tersadar, dia berusaha bangkit dari sofa; tapi gerakan tangan kananku cepat meraih pinggangnya dan menariknya hingga terjatuh kepangkuanku.. “Kamu mau pekerjaan ini, atau tidak Nggi?” ujarku sambil tetap memeluk pinggangnya dengan tangan kananku, dan tangan kiriku masih berada dalam kausnya meremas-remas buah dadanya yang besar itu.. “Atau kamu mau membiarkan kedua adikmu berhenti sekolah?” Perlawanannya melemah ketika mendengar perkataanku, dan kembali tangan kiriku bergerilya dibalik kaus ketatnya, mencoba masuk kebalik BH-nya. Dia menggelinjang ketika tanganku berhasil menyentuh putingnya.. “Uugghhh..pak Iwan, jaangaann dong pak..” ujarnya lirih..
Aku tak menggubris keberatannya, malah tangan kananku segera mencoba untuk merebahkan tubuhnya ke sofa.. Ketika tubuhnya berhasil aku rebahkan di sofa, segera kedua tanganku menarik kaus ketatnya keatas, dan menyembullah bongkahan daging kenyal yang masih tersembunyi di balik BH hitamnya yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih sekali.. Kutindih tubuhnya dan segera wajahku terbenam di antara dua bongkah putih payudara yang sangat merangsang itu.. Kupegang kedua tangannya dengan tanganku, dan dengan menggigit pinggiran BH-nya kucoba untuk menariknya ke atas.. Yesss..akhirnya menyembullah dua buah dada yang putih, bulat, dan membusung.. Ranggi masih berusaha mendorong tubuhku yang tepat berada di atasnya, tapi kuncian posisi yang kuciptakan berhasil untuk melemahkan perlawanannya.. Akhirnya dia membiarkan saja ketika mulutku segera menerkam payudaranya yang putih, bulat, dan tegak menantang.. Putingnya yang berwarna sawo matang dengan pucuk yang agak kecil segera terbenam dalam mulutku.. “Eerrggghhh...” erang Ranggi ketika ujung lidahku mulai mempermainkan putingnya.. Wajahnya yang cantik nampak berusaha menahan rangsangan yang timbul ketika mulut dan lidahku bergantian menyerang kedua buah payudara indahnya, dan bulir-bulir keringat makin banyak muncul didahinya.. Melemahnya perlawanan Ranggi kugunakan untuk membuka kancing BH-nya, dan ketika berhasil, segera kuangkat kausnya melewati kepalanya.. Akhirnya aku berhasil menelanjangi bagian atas tubuh Ranggi..

Cerita Sex -  Kembali lagi mulut dan lidahku menerkam buah dada kiri Ranggi dan mengulum serta mempermainkannya dan putingnya menjadi sentral kulumanku, sembari telapak tangan kananku mulai meremas buah dada kanannya dan jariku mempermainkan putingnya yang indah.. Sepuluh menit berlalu dan rangsangan yang kutimbulkan ternyata menguras habis tenaga Ranggi, sehingga dia tidak menyadari ketika tanganku berhasil membuka kaitan celana panjang yang dia kenakan.. Dia masih berusaha menahan rangsangan yang timbul dari kuluman dan isapanku pada kedua buah dadanya, ketika tangan kananku mulai menarik turun celana panjangnya.. Ketika sampai kedekat tumitnya, segera kugunakan kakiku untuk mendorongnya lepas.. Indah sekali tubuh Ranggi, ketika tinggal celana dalam hitamnya tertinggal melekat di tubuhnya.. Sambil tidak mengurangi seranganku pada kedua buah dadanya, segera jari-jariku menyusuri pinggiran celana dalamnya sambil mencoba memasukkan jari tengahku kebalik celana dalamnya.. Heemmm...ternyata vaginanya sudah mulai basah ketika jari tengahku berhasil menyentuhnya.. Berarti dia mulai terangsang dengan seranganku.. Kucoba untuk mencari klitorisnya, dan ketika jari tengahku berhasil mencapainya terdengar kembali erangan lemahnya “Aarghhh..paaakk..” Wajahnya terdongak keatas ketika jariku mulai mempermainkan klitorisnya dan erangannya makin merangsangku untuk menyerangnya di kedua titik lemahnya.. Ketika Ranggi makin tak mampu menahan rangsangan yang menyerangnya, kugerakan tanganku untuk mencoba melepaskan lapisan terakhir yang menghalangi.. Perlahan berhasil kutarik hingga lututnya, dan karena aku konsentrasi untuk melepaskan celana dalamnya, maka seranganku pada buah dadanya agak mengendur.. Kesadarannya sedikit pulih, saat aku mendorong turun celana dalamnya dengan kaki kananku.. “Paakk..jangaann...pakk...” erangnya kembali sambil berusaha mendorong tubuhku.. Kuhentikan usahaku untuk melepaskan celana dalamnya, dan kubiarkan tertinggal ditumitnya, ketika aku mulai kembali mengisap puting kanannya dan jariku memutar-mutar puting kirinya.. Erangannya terdengar makin kuat.. “Aarrrgghh...uuugghhh...paaaakk..” Setelah dia kembali tenggelam dalam rangsangan yang kutimbulkan, dengan kaki kananku segera kudorong lepas celana dalamnya melewati tumitnya.. Wahh...memang indah benar tubuh calon sekretarisku ini dalam keadaan telanjang bulat.. Bulu-bulu hitam membasah yang menghiasi vaginanya sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih bak pualam...

Perlahan sambil mengubah posisiku menduduki tubuh Ranggi, kulepaskan kemejaku dan segera kembali kuserang payudaranya sebelum dia menyadari tubuh atasku sudah telanjang.. Sambil terus mengulumi payudara indahnya, perlahan kulepaskan celana panjang sekaligus celana dalamku.. Akhirnya tidak ada lagi yang menghalangi tubuh telanjang kami berdua, untuk langsung bersentuhan kulit ke kulit.. Tak terasa butuh waktu hampir 45 menit untuk berhasil menelanjangi tubuh calon sekretarisku yang cantik ini, dan perlawanannya semakin melemah.. Keringat telah banyak membanjiri tubuh kami berdua.. Jari tangan kananku kembali mempermainkan klitorisnya yang sudah sangat basah, dan kucoba untuk masuk lebih dalam lagi kedalam vagina Ranggi.. Uugghhh..masih peret sekali vaginanya.. Kurenggangkan kedua belah pahanya, dan mulai kutempatkan kepala penisku diantara belahan pangkal pahanya.. Ketika mulai menyentuh mulut vaginanya, segera kugosok-gosokan kepala penisku dan kucoba untuk menekannya masuk.. Ranggi menyadari adanya benda yang mencoba masuk kedalam vaginanya, “Paakk..jangaann paak..” erangnya lemah..” Aku masih perawaann paaakk..” suaranya membisik lemah sambil mencoba untuk menghindari masuknya penisku dengan menggeser pinggangnya.. Segera kugeserkan pinggangku menyejajari gerakan pinggangnya, sambil kupegangi pinggangnya dengan tangan kiriku, kuarahkan kembali penisku dengan tangan kananku kearah vaginanya.. “Udaahh Nggi.. Kamu mau pekerjaan ini atau tidak sihh..” suaraku tegas sambil tidak melepas kunciankupada pinggangnya.. Perlahan kembali kutekan kepala penisku masuk kevagina Ranggi, dan akhirnya berhasil masuk bagian kepalanya.. Kugoyangkan dengan gerakan memutar untuk memperlebar vagina Ranggi yang ternyata masih benar-benar perawan nampaknya.. Kutekan lagi penisku, dan kali ini berhasil masuk setengahnya.. Cengkeraman vagina Ranggi sangat luar biasa rasanya, membuat penisku seakan dicengkeram erat kedinding vaginanya.. Wajah Ranggi seakan menahan sakit bercampur nikmat yang luar biasa, ketika kembali kugerakan penisku memutar untuk memperlebar vaginanya.. Kucoba untuk mencium bibirnya yang mungil, sembari tanganku meremas-remas buah dadanya yang besar.. Kusedot dan kuhisapi bibirnya, dan lidahku akhirnya bisa menerobos masuk kedalam bibirnya.. Kusapu rongga mulutnya dengan lidahku, dan kemudian aku berhasil menyedot lidahnya dalam kuluman bibirku.. Usahaku ini berhasil untuk membantu mengurangi cengkeraman vaginanya yang sangat erat, dan akhirnya dengan sebuah tekanan yang kuat, penisku berhasil menembus benteng selaput keperawanan Ranggi dan amblas sepenuhnya dalam vaginanya.. Hangat sekali terasa dikulit penisku, ketika vagina Ranggi mendekap erat.. Kubiarkan sebentar sambil kuperhatikan kernyitan di dahi Ranggi, kurasa dia sedang berusaha menahan rasa perih akibat pecahnya selaput keperawanannya.. Butir keringat membasahi dahinya yang indah, dan kulihat dia menggigit bibir bawahnya.. Aahhh..cantik sekali kamu Ranggi.
Perlahan kugerakkan pinggangku mundur, dan dengan perlahan pula kutekan maju kembali.. Masih peret sekali kurasakan vagina Ranggi.. Perlahan kutambah kecepatan dan kekuatan tekananku, kernyitan di wajah Ranggi juga mulai menguap digantikan oleh erangan kenikmatan “Aahhh...aahhh....aahhh...” Semangatku semakin bertambah, dan semakin kencang pula aku memajumundurkan penisku.. Gesekan kulit penisku dengan dinding vagina Ranggi, membuat syaraf-syarafku terangsang dengan hebat.. Takut tak dapat menahan rangsang itu, kulambatkan gerakanku.. Dua puluh menit telah berlalu, Ranggi tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dia rasakan.. Erangannya makin sering terdengar, dan akhirnya memuncak dengan dekapan erat lengannya dipunggungku.. Kukunya yang tajam mencengkeram dan menusuk kulit punggungku, ketika akhirnya dia mencapai orgasmenya yang pertama.. Kuhentikan gerakanku untuk memberinya kesempatan menikmati orgasmenya, dan kucium lembut bibirnya sambil membiarkan penisku tetap terbenam dalam vaginanya.. Tak sadar dia membalas ciumanku, dan bibirnya lembut menyapu bibirku.. Tubuhnya lemas tergolek saat kulepaskan penisku dari dalam vaginanya.. Meleleh cairan kenikmatan Ranggi, bercampur dengan darah keperawanannya nampak membasah keluar dari vaginanya.. Kuambil tissue yang terletak dimeja kecil di samping tempat tidur, dan kuhapus lelehan cairan kenikmatan dan darah perawan Ranggi..

Cerita Sex -  Kumiringkan pinggangnya ke kanan, dan kuangkat kaki kanannya ke atas sembari kembali kutekankan penisku masuk ke dalam vaginanya... Pantatnya yang putih indah mulai bergoyang saat aku mulai menggerakkan pinggangku maju-mundur.. Setelah cukup pelumasnya membasahi, kupercepat gerakanku.. Kuletakan kakinya dipundakku, dan sambil meremasi buah dadanya yang indah, kupercepat gerakan maju-mundur penisku.. Lima belas menit tak terasa, keringat makin membajiri tubuhku, sebagian jatuh menetes di pahanya.. Rangsangan membuat wajah cantik Ranggi nampak semakin seksi.. Kuletakkan kembali kaki kanan Ranggi, dan sembari dalam posisi duduk kuletakan kedua belah pahanya di atas pahaku.. Kembali kugerakkan pinggangku maju mundur, sambil memperhatikan buah dadanya bergoyang indah seirama dengan gerakan pinggangku.. Uuhhhh... indah sekali pemandangan ini, apalagi wajah cantik Ranggi sudah tak mampu lagi menyembunyikan kenikmatan yang dia rasakan.. Gerakanku makin cepat, dan akhirnya aku tak tahanlagi untuk tidak menerkam buah dada yang bergerak indah tadi dengan mulutku.. Sembari tidak mengurangi kecepatan gerakan pinggangku, kukulum dan kadang kugigit pelan buah dada Ranggi.. Rangsangan itu makin membara, dan akhirnya aku tak mampu lagi menahan kenikmatan itu.. Bebarengan dengan orgasme kedua Ranggi, yang ditandai dengan cengkeraman kuat kuku tangannya dipunggungku, kuhunjamkan keras penisku sampai kedasar vaginanya, saat aku mencapai puncak. Dan penisku menyemburkan sperma ke dalam vagina Ranggi hingga lima kali... Tubuhku ambruk menindih tubuh Ranggi, terasa nikmat sekali saat dadaku menekan buah dadanya yang besar dan kenyal itu.. Peluh benar-benar telah membanjiri tubuh kami berdua, tumpah hingga kesprei kasur yang sudah nampak kusut sekali.. Dibeberapa bagian, kulihat ceceran darah perawan Ranggi tercetak jelas di atas sprei itu.. Setelah penisku mengecil, kulepaskan dan kurebahkan tubuhku disebelah tubuh indah Ranggi.. Sempat kulihat titik air mata mebasahi kelopak mata Ranggi, dan isakan tangisnya pelan terdengar.. Segera kuciumi rambut, dahi, dan akhirnya kelopak matanya yang basah oleh air mata, sembari kubisikan kata-kata untuk menenangkannya.. “Udahlah Ranggi, semua sudah terjadi..” “Kamu jangan takut ya.. Aku pasti akan bertanggung jawab koq..” Kucium bibirnya yang masih terisak-isak, dan kudengar lirih suaranya..” Pakk..Ranggi udah gak perawan lagi.. Bagaimana nanti Ranggi mesti cerita ke pacar Ranggi paakk..?” “ Sudahlah Nggi, nanti kita pikirkan ya.. Pokoknya aku akan bantu kamu sepenuhnya.. Okay?” ujarku seraya membelai rambut yang jatuh didahinya, dan mengecup bibirnya lembut.. Belaian dan kecupanku berhasil membuatnya tenang, kupeluk tubuhnya yang masih telanjang dalam dekapan kedua tanganku.. Dia menyurukkan kepalanya dalam pelukanku, dan kutarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang kami berdua.. Tak lama nampak dia tertidur kelelahan dalam dekapanku.. “Ranggi...Ranggi..” desahku pelan, seraya terjatuh dalam pelukan tidur yang nikmat..

Cerita Populer