Cerita Seks Ibuku Yang Binal

Cerita Seks  Nama aku vera(samaran), umurku 20th dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di jakarta. Apa yang akan aku ceritakan tentang ibuku yang binal ini adalah kisah yang sangat memukul sekaligus menyedihkan buat aku, kisah ini NYATA dan sengaja saya tidak mengganti nama2 yang terlibat dalam cerita ini kecuali nama aku yang aku samarkan. Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata ibuku orang yang sangat suka selingkuh dengan para pemuda di sekitar rumahku, ini ku ketahui setelah aku benar2 melihat apa yang ibuku lakukkan dengan Arman pemuda karang taruna di lingkungan rumahku. Ibuku bernama Tarmi, dan orang2 biasanya memanggil ibuku dengan sebutan bu nasrul(nama ayahku). Ibuku aktif dalam kegiatan ibu-ibu pkk, senam dan arisan yang sering di adakan oleh sekitar ibu-ibu rumah tangga di sekitar lingkungan tempatku tinggal. Umur beliau sudah cukup tua karena sudah berumur 45th, tapi memang ku akui kalau bentuk tubuh ibuku masih cukup menggoda di usia yang hampir setengah abad itu. Tinggi badan ibuku kira2 166cm, berat badannya sekitar 48kg, kulitnya putih dan inilah yang membuat penampilan ibuku masih sangat menggoda yaitu payudara montok ibukuyang berukuran 38c mungkin karena kalau ibuku sedang memakai baju yang pas di badannya sangatlah menantang bentuk payudara ibuku, apalagi pinggul dan pantat ibu yang sangat sexy sekali bentuknya. Oke aku akan mulai ceritaku saat aku memergoki ibuku dengan pemuda bernama Arman sedang bersetubuh.

Hari senin seperti biasa aku kuliah, tapi karena pagi itu aku hanya ada 1 mata kuliah maka aku pun sudah bisa pulang jam 10 pagi. Nah pada saat tiba di rumah aku melihat pintu depan dan korden pun tertutup, aku pikir ibu pasti sedang keluar maka akupun mencari kunci di bawah pot tanaman yang biasa ibu taruh jika dia sedang pergi. Tapi setelah aku mencari kunci rumah aku tidak menemukan kunci rumahku di bawah pot, pada saat aku melirik ke bawah maka aku agak sedikit bingung kok ada sendal laki-laki yang jelas2 aku ketahui bahwa itu bukanlah sendal ayah karena ketiga anak ibuku semua perempuan dan aku anak pertama. Lalu aku berjalan menuju pintu belakang, loh kok pintu belakang tidak di kunci oleh ibu kalo memang benar dia pergi. Begitu aku masuk ke dapur, aku mendengar suara ibuku sedang ngobrol dengan laki-laki di dalam kamarnya. Lalu aku pun mengambil kursi untuk mengintip dari lobang ventilasi kamar, aku sangat kaget ternyata yang aku lihat adalah arman pemuda karang taruna yang berusia 28th. Kemudian saya putuskan untuk melihat terus apa yang akan mereka lakukkan selanjutnya.

"ihh aku tuh semalem puas banged lho dik pas maen di sumur belakang sama kamu semalam."kata ibuku
"aku juga bu, punya ibu masih legit,,hiks,hiks,hiks..ihh gemes deh."kata arman sambil mencubit payudara ibu
"aow geli tahu, kapan mainnya kalo ngomong terus kaya gini."tanya ibu
"ibu udah nggak sabar yah, ya sudah ayo bu kita telanjang dulu supaya leluasa."kata arman
"la iya tho telanjang masa pake pakaian, nanti masukkin dari mana."kata ibuku sambil tertawa genit

Kemudian mereka membuka pakaian mereka satu per satu, dan akhirnya bugil lah ibuku dan arman di dalam kamar. Kasihan betul bapak andaikan dia tahu apa yang selama ini ibu lakukkan dengan arman yang juga kenal dengan bapak, lalu mereka berpelukan dan berciuman di atas ranjang, saya melihat ibu begitu menikmati permainan yang di berikan oleh arman kepadanya.

"mmphh,mmmphhmm,,cupp,sluppp.."bunyi peraduan mulut mereka

Lalu arman mulai menjilati leher ibu dan tangannya mulai meremas-remas payudara ibu yang besar, ibu seolah tak mau kalah dengannya ,maka tangan ibu mengocok2 penis arman yang lumayan besar. Akupun terangsang melihat ukuran penis arman, oh andaikan penis itu masuk ke dalam vaginaku pasti sangat nikmat, semakin lama serangan2 yang di berikan oleh arman terhadap ibu makin meningkat.

"ohhh,,teruuss dik arman sayangg,,ohhhh."desah ibu

Arman semakin beringas mendengar rintihan ibu seperti itu, akhirnya dia berlutut di ranjang menghadap ke ibu dan penisnya tepat berada di depan wajah ibu. Ibupun langung meraih penis arman dan mengocoknya, lalu yang membuat saya kaget adalah ibu melakukkan oral kepada arman dan aku lihat ibu sangat lihai melakukkan oral. Arman menjambak rambut ibu sehingga rambut ibu berantakkan tak karuan, tanpa sadar tanganku pun masuk ke dalam celana dalam dan mulai memainkan vaginaku sendiri. Sambil masturbasi akupun tetap melihat adegan panas yang di lakukkan ibu dan arman.

"dik arman ayo masukkan dik, aku sudah nggak tahan nih."ajak ibuku
"iya."jawab arman

Ibu mengambil posisi telentang dan kedua kaki ibu mengangkang dengan lebar, kemudian arman mengarahkan penisnya ke vagina ibu yang di tumbuhi jembut yang lebat.

"ohhh.,,,masukkin yang dalem dik arman..ahhhhh,,ssstt,,aahhh.."desis ibuku saat penis arman mulai masuk setengahnya kedalam vaginanya
"ohhh..."desah arman ketika dengan perlahan memasukkan penisnya ke lubang vagina ibu

bleess......aku melihat penis arman telah amblas ke dalam vagina ibu, badan ibu bergetar merasakan tusukkan penis arman. Aku pun semakin mempercepat tempo masturbasiku.

"sssttt,,mmmpphh,,ahhh.."desah ibu sambil menggigit bibirnya untuk menahan rasa nikmat yang di rasakannya.
"ohh,,memiaw ibu enak banged."kata arman
"iyah,,ohh,ohh,ssttssttt,,tongkolmu juga uenakk tenan kok dik arman."balas ibuku

Arman mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk, dan ibu mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya.

"ahhh,,,tongkolku kaya di sodot bu..ohh..."desah arman
"ahh,ahh,,ahh,.,aduuh,ahh,,"desah ibuku saat arman makin mempercepat goyangannya
"plokkk,plokkk,clekkk,clekk,clekk,slebbb,sleebbb,,plokkk,,plokkk.."kencang sekali suara kemaluan mereka dan suara desahan mereka yang terdengar sampai ke luar kamar.

bahkan ranjang pun sampai berderit sangat keras.

"kriittt,krittt,kriittt.."suara deritan ranjang begitu jelas pagi itu

Tak terasa mereka telah bermain selama 10 menit, wow hebat juga ibuku bisa bertahan sampai 10menit.

"ohhh,,ohhh,,ahh,,aku mau keluar dik."desah ibuku
"iya aku juga,,ohh,,ohh,ohh.."desah arman yang semakin cepat menggoyang penisnya

Dan akhirnya mereka orgasme bersama, akupun juga mencapai orgasme yang begitu nikmat.

"arrrgghhhh.."desah mereka bersama

Kemudian aku lansug turun dari kursi dan pergi keluar rumah, sejak saat itu aku sering melihat ibu keluar malam menuju sumur belakang dan menuntaskan birahi bersama arman.

Cerita Seks Aku Menjadi Pemuas Nafsu Anak Majikanku

Cerita Seks kali ini menceritakan tentang seorang pembantu yang menjadi budak nafsu seks anak majikannya. Namaku sebut saja ningsih (18) aku seorang pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya raya di jakarta. Aku tidak begitu cantik tapi manis, tubuhku tidak begitu tinggi tapi lumayan seksi. Karena kemanisan dan keseksianku membuat anak majikanku menjadi nafsu ketika melihatku. Bekerja menjadi pembantu terpaksa aku lalukan karena aku hanya lulusan SMP dan aku butuh uang untuk membantu ekonomi keluargaku di kampung.

Terus terang aku senang bekerja sebagai pembantu di keluarga Nyonya Rini ini. Majikanku penyabar memberi gaji bulanan yang cukup dan memperlakukanku dengan baik. Suami majikanku seorang pengusaha sementara Nyonya Rini seorang dosen. Cerita bugil yang kulakukan dengan anak Nyonya Rini merupakan kejadian yang tak pernah kuduga sebelumnya, karena tidak mungkin seorang anak orang kaya meniduri pembantu macam aku ini.
Cerita yang akan aku kisahkan ini bermula saat putra tunggal majikanku, Mas Rafy 22th, pulang karena liburan dari kuliahnya di Australia. Saat aku baru menjadi pembantu mas Rafy sudah kuliah di Australia sehingga baru saat dia pulang liburan inilah aku bertemu dengannya.

Putra majikanku itu ternyata juga ramah seperti ke dua orang tuanya, Dia juga tampan dan tubuhnya atletis. Hanya beberapa hari setelah bertemu aku sudah akrab denganya. Aku ngak menyangka kalau akau akan terlibat kisah asmara denganya.

Ceritanya pagi itu aku di panggil oleh Putra majikanku itu. Sampai di kamarnya aku kaget banget karena waktu itu mas Rafy sedang nonton Film Dewasa. Aku kikuk banget tapi Mas Rafy santai sekali, sama sekali tidak malu meski ketahuan sedang nonton Film begituan. Aku jadi menundukkan kepala karena malu. “Mas rafy memanggil saya ada apa” tanyaku dengan gugup sambil berusaha untuk tidak melihat tontonan panas di TV 21 inci yang sedang di tonton oleh putra majikanku itu. “Iya tolong..rapikan tempat tidurku dan mejaku, aku mau mandi dulu.” Katanya setelah bangkit dari tempat tidurnya. Ia lalu menepuk bahuku dan pergi dengan santainya ke kamar mandi tanpa mematikan pesawat TV nya yang masih menayangkan film panas dari VCD.

Setelah Mas Rafy pergi ke kamar mandinya aku lalu merapikan tempat tidurnya yang berantakan. Adegan panas yang ada di TV bisa aku lihat dengan jelas menampilkan adegan sepasang pria dan wanita bule yang sedang berhubungan intim di atas ranjang. Saat itu tubuhku panas dingin menyaksikannya. Setelah ranjang mas Rafy selesai aku rapikan, tanpa sadar aku duduk di tepi ranjang dan justru menonton film dewasa yang baru pertama kalinya aku saksikan itu, sampai lupa untuk merapikan meja Mas Rafy yang berserakan dengan buku dan majalah.

Adegan film panas itu membuat tubuhku panas dingin dan tanpa sadar aku lupa diri, tanpa sadar aku meremas-remas buah dadaku dengan tangan kiri sementara tangan kananku merabai selangkanganku sendiri. Kegiatan nonton dan merangsang diri sendiri itu tanpa sadar kulakukan beberapa menit hingga aku tidak tahu kalau mas rafy sudah selesai mandi. Tiba-tiba saja Ia sudah duduk di sampingku dengan tubuh setengah telanjang karena hanya handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

“Bagus ya filmnya..” katanya tiba-tiba yang membuat kaget setengah mati. Aku jadi malu sendiri. Aku tundukan kepalaku, tubuhku panas dingin dan wajahku waktu itu pasti merah karena malu dan juga karena adegan film itu membuatku terangsang sekali. “Maaf mas, mejanya belum di rapikan..” kataku seraya bangkit dan hendak merapikan mejanya. “Ngak usah, nanti saja…Filmnya khan belum selesai. tanggung temani aku nonton ya” kata nya sambil memegangi tanganku.

Bagai kerbau di congok hidungnya aku menurut saja dan kembali duduk di tepi ranjang, saat itu aku salah tingkah, kikut dan tubuhku serasa panas dingin. Saat itu adegan film menampilkan adegan oral seks yang dilakukan si wanita pada pasangan prianya. Adegan film panas di tambah dengan mas rafy yang duduk di sampingku tengah santai menonton dengan tubuh atletis yang hanya di tutupi handuk membuatku begitu terangsang.

Lalu putra majikanku itu mendekatkan tubuhnya hingga mepet dengan tubuhku. Dia lalu meraih daguku dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. “Ningsih kamu cantik sekali” katanya dengan lembut. saat itu aku tidak tahu harus bagaimana. Pikiranku kacau, seharusnya aku segera berlari keluar dari kamarnya untuk menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi. tapi aku hanya bisa diam dan tubuhku terasa kaku. Akhirnya bibirku di kecup dan di kulum oleh Mas Rafy.

Mungkin karena aku sudah terangsang gara-gara nonoton Blue film tadi, aku jadi pasrah dan diam saja waktu tubuhku direbahkannya dan ciumannya sudah pindah ke leherku. “Ohh..mas..” desahku tanpa sadar waktu tangan putra majikanku itu mengusap pangkal pahaku dengan rangsangan yang hebat. Tanpa aku sadari mas rafy telah melucuti pakaianku. Setelah Bh-ku di lepasnya dia lalu menciumi dan mengulum lembut puting susuku. Aku mendesah dan makin terangsang karena hal itu belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku mendesad dan mengeliat keenakan saat bibir dan lidah nya menyapu permukaan buah dadaku yang berukuran bra 36B itu. Apalagi saat puting susuku disedot dan di kenyotnya dengan penuh nafsu. Waktu itu aku sudah tidak bisa berpikir sehat yang ada dalam pikiranku adalah aku ingin mersakan kenikmatan. Aku jadi berani lalu menarik handuk yang melilit tubuh Mas Rafy hingga terlepas, aku terkejut melihat ukuran alat vital putra majikanku itu yang begitu besar dan telah berdiri tegak denga gagahnya.

Dia lalu melolosi cenana dalamku dan mengarahkan alat vitalnya di ke arah kewanitaanku. saat ujung senjatanya yang digeser-geserkan di bibir kewaiitaanku aku jadi terangsang hebat. Tapi tiba-tiba aku merasakan sakit saat liang vagina di terobos oleh kejantanan mas Rafy. Aku merintih dan menjerit kecil saat mas Rafy menarik dan mendorong kepunyaanya itu. “Aduh Mas.., sakit” rintihku. “Ngak apa-apa..nanti sebentar juga hilang sakitnya.” bisiknya di telingaku dengan maja melem-melek merasakan nikmat.

Benar juga katanya, lama lama rasa sakit dan perih dikewanitaanku berangsur-angsur hilang dan kini hanya rasa nikmat yang kurasakan. “Aaaaahhh…ohhhh” desahku sambil mulai mengoyangkan pinggulku untuk mengimbangi gerakan Mas Rafy.

Saat itu aku tak peduli dan tak memikirkan sama sekali bahwa aku telah kehilangan keperawananku. yang aku inginkan adalah kenikmatan yang semakin nikmat karena mau mencapai puncak. Mas rafy terus menyetubuhiku sambil bibirnya menngulum-ngulum bibirku. Akupun kini membalas lumatan bibirnya dan permainan lidahnya di dalam mulutku sambil sesekali terus mendesis dan merintih karena sodokan-sodokan kejantanannya di kewanitaanku.

Beberapa menit kemudian seluruh persendian tubuhku serasa menegang. “Ohhh..Mas..Terus mas” desisku tanpa sadar. Putra majikanku itupun makin bernafsu dan menyetubuhiku dengan lebih beringas dan makin cepat gerakannya, sampai akhirnya “Aaaahhhhhh….” dengan lenguhan panjang aku mencapai puncak kenikmatan

Tahu kalau aku telah mencapai puncak, lalu Dia mencabut senjatanya dari liang vaginaku. Kulihat ada percikan darah di batang kemaluannya. Dia lalu memintaku untuk melakukan oral seks seperti yang tadi aku tonton di blue film. Aneh, Aku sama sekali tidak menolakknya dan justru ingin melakukannya. Lalu mas Rafy merebahkan tubuhnya dengan punggung bersandar di tumpukan bantal. Sementara aku duduk bersimpuh di atara kedua kakinya. Ukuran alat vitalnya yang besar dan panjang itu rupanya membuatku jadi sangat bernafsu. Aku tidak menyangka kalau aku yang gadis dusun ini memiliki nafsu seks yang tinggio yang sebelumnya tidak aku sadari.

Lalu aku mempraktekkan apa yang tadi aku tonton di Blue film. Ujung Rudal Mas Rafy mulai aku cium dan aku jilati lalu aku masukan ke dalam mulutku dan aku kocok. Majikan mudaku itu mengerang dan mengeliat merasakan nikmat. “Terus Ning..ohh..ohhh” desahnya. Aku juga di minta untuk menjilati bagian bawah kemaluannya dan buah zakarnya sedangkan tangganku mengocok batang kemaluannya.

Setelah puas dengan permainan oral seks-ku, aku di minta duduk diatas senjatanya. Permainanpun dilanjutkan dimana aku berada di atas. Kemuadian aku bergoyang naik turun sementara putra majikanku itu mendekap pantatku dan sesekali mendorongkan pantatnya ke atas mengimbangi goyanganku. Rintihan dan desahanku bersahutan dengan lenguhan mas rafy yang tengah berpacu menuju puncak.

Beberapa saat kemudian aku sepertinya akan kembali mencapai puncak dan sepertinya Mas rafy juga. Ia lebih agresif mendorongkan senjatanya ke atas. Tak berapa lama aku kembali menegang dan mencapai puncak lalu di susul dengan teriakan mas rafy yang juga mencapai puncak. “Ohhh..ohhh..Ningsih aku keluar sayang..ohhh..ahhh” teriaknya sambil menancapkan pelornya dalam dalam ke liang vaginaku yang masih mendudukinya. Air mani hangat menyembur membasahi bagian dalam kewanitaanku.

Dengan tubuh kelelahan dan lunglai seolah tak bertulang, aku terkulai diatas dada putra majikanku yang berbulu dan berkeringat itu. aku memeluknya erat seolah tidak mau kehilangan saat-saat yang penuh kenikmatan itu. sama sekali tidak ada penyesalan meski aku baru saja kehilangan keperawananku.

Setelah kejadian pagi itu kami masih sering melakukan hubungan intim yang terlarang itu selama mas rafy belum kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliahnya. Beruntung aku tidak sampai hamil oleh kejadian ini, mungkin belum tapi semoga saja memang tidak. Sekarang liburan mas rafy sudah selesai sehingga dia kembali melajutkan kuliahnya di australia. aku benar-benar kesepian dan ketagihan dengan permainan seksnya. Harapanku mas rafy tidak melupakan aku meski aku tidak terlalu berharap Ia akan menikahiku.

Cerita Seks Tetanggaku Meniduri Istriku Dengan Liarnya

Cerita Seks yang dilakukan istriku ini adalah cerita yang terjadi ketika terjadi pesta HUT RI di desaku. Aku tak menyangka istriku benar benar melakuan hubungan seks dengan tetanggaku. Cerita Panas yang dilakukan istriku membuat diriku menjadi naik pitam. Daripada aku makin marah lebih baik langsung saja cerita yang dialami oleh istriku yang justru bukan denganku. Pesta 17 Agustus kemarin sunguh sukses di kampungku. Namun bagiku kegiatan itu justru meninggalkan luka dan kenangan yang tak pernah kuharapkan.

Untuk partisipasi pada panitia yang telah berusaha untuk menggembirakan warganya aku mengikuti lomba catur yang diselenggarakan. Lumayan untuk memperebutkan Piala Lurah Jonggol. Dan sebagai pecatur yang banyak pengalaman aku yakin bahwa Piala Pak Lurah akan menambah koleksi pialaku di rumah.

Pada malam final aku dipertemukan dengan jagoan catur RW lain dengan dihadiri Pak Lurah sendiri yang membuka acaranya. Dengan disaksikan para tetangga dekat maupun jauh pada sekitar jam 8 malam aku telah duduk semeja menghadapi papan catur dengan lawanku. Diperkirakan pertandingan final ini akan berlangsung sedikitnya 2 jam sejak dimulai.

Waktu merangkak semakin malam. Udara Jonggol yang cukup berangin memberikan kesejukan yang nyaman. Aku bayangkan alangkah nikmatnya tidur dengan udara sejuk macam begini sesudah beberapa malam kurang tidur dalam upaya memperebutkan malam final ini.

Tiba-tiba, belum juga 1 jam pertandingan berlangsung, aku diserang perut mulas dan harus ke belakang buang air. Kepada panitia aku memberi tahu dan minta ijin. Sesudah berunding dengan pemain lawanku, akhirnya aku setengah berlari pulang untuk buang air. Aku pikir salah makan apa hari ini.

Sesampai di depan rumah kulihat pintu rumahku telah tertutup dan lampu ruang depan nampak telah dimatikan. Kemungkinan istriku telah tidur atau sibuk nonton TV di ruang belakang. Namun aku yang memang siap pulang malam telah membawa kunci cadangan agar tidak perlu membangunkan istriku.

Saat aku hendak memasukkan kunci ke lubangnya aku terhenti. Jantungku berdegup kencang. Kulihat di lantai depan pintu kok ada sandal yang sangat aku kenali. Sandal itu milik Pakde Darmo tetangga sebelahku. Kami panggil Pakde karena usianya yang cukup jauh di atas kami. Lebih dari 55 tahunan.

Kami memang akrab bertetangga dan sering saling bertandang, Tetapi bukan malam-malam macam sekarang ini, apalagi saat aku tidak berada di rumah. Aku langsung khawatir dan cemas. Ada apa Pakde Darmo bertandang ke rumahku malam-malam begini? Dan dimana istriku ? Apa yang mereka lakukan berdua di dalam rumahku ?

Cerita Seks – Aneh, sakit perutku langsung lenyap. Aku penasaran dan aku tunda untuk tidak memasuki rumah. Aku akan ke jendela samping. Ada 2 jendela di samping rumahku. Dari lubang angin diatas jendela pertama aku bisa melihat ruang keluarga dimana istriku biasanya menghabiskan waktunya di depan TV. Dan dari jendela yang kedua aku bisa melihat kamar tidurku.

Aku mengendap-endap dirumahku sendiri menuju jendela pertama. Dengan bangku plastik yang selalu ada disana aku naik mengintip lubang anginnya. Ah.. Tak nampak orang disana. Aku mulai curiga. Kalau bertamu kenapa tidak di ruang tamu. Pelan-pelan aku turun dan pindah ke jendela ke dua.

Belum juga aku naik aku mendengar suara orang ngomong,

“Paling Mas Bas baru pulang nanti sekitar jam 11 malam. Kalau menang khan harus menunggu upacara penyerahan piala dulu,” itu jelas suara Indri istriku. Aku heran kenapa yang semestinya merindukan aku agar cepat pulang malahan mensyukuri aku lambat pulang.

“Hhmm..” sebuah jawaban yang sangat berwibawa. Tanpa kata namun penuh makna. Suara berat macam itu siapa lagi kalau bukan suara Pakde Darmo. Aku penasaran. Dengan bangku plastik itu aku melongok ke kamar tidurku.

Seperti Saddam Husein yang kena roket pasukan Sekutu aku hampir jatuh telentang saat menyaksikan apa yang telah kusaksikan. Di atas ranjang pengantinku dua orang yang aku cari ini sedang berasyik masyuk, melepaskan hasrat syahwat birahinya. Seperti penampilan hari-harinya Pakde Darmo hanya bersarung dengan kaos singletnya. Perutnya yang buncit tak bisa disembunyikan. Sementara istriku Indri telah setengah bugil. Hanya celana dalam dan BH-nya yang tinggal.

Dengan menindih tubuh Indriku mulut Pakde Darmo nyosor mengenyot-enyoti teteknya. Pantesan dia tak bisa ngomong.

“Sarung dan kaos singletnya dibuka dulu Pakde, nanti lecek,” istriku mengeluarkan omongan lagi sambil tangannya meraih menarik lepas sarung dan singlet Pakde Darmo. Kini Pakde sepenuhnya telanjang dan istriku tinggal bercelana dalam dan kutang saja.

Dengan perut buncitnya Pakde memeluki istriku dari belakangnya. Nampaknya Pakde suka nembak perempuan dari arah belakangnya. Tangan dan kakinya yang berbulu cukup lebat memeluk tubuh istriku. Bibirnya nyosor terus ke kuduk, ketiak dan buah dadanya. Tampak olehku puting susu Indri yang berwarna merah kecoklatan itu sudah berdiri tegak mengacung dengan pongahnya menandakan sudah sangat terangsangnya birahi Indri. Indriku nampak begitu menikmati dan larut dalam ulah Pakde Darmo ini. Rupanya permainan ini sudah cukup jauh. Kini mereka tengah mendaki puncak nikmat hubungan syahwat antar tetangganya.

Pakde Darmo adalah tetangga samping kanan rumahku. Dia adalah pensiunan pegawai rendahan sebuah BUMN. Walaupun usianya sudah lebih 55 tahun namun perawakannya masih sangat sehat. Dia tak pernah berhenti joging di pagi hari dan sesekali mengangkat barbel untuk merawat ototnya. Sebagai lelaki Pakde Darmo sesungguhnya tidak tampan. Namun dengan perut buncitnya dan bulu-bulu di badannya, Pakde Darmo sering mendapat lirikan para perempuan di kampung. Mungkin istriku, yang usianya 20 tahun lebih muda dari Pakde diam-diam mengimpikan bagaimana tidur dengan lelaki berbulu macam Pakde Darmo ini.

Dalam gelinjangnya istriku bangkit berbalik. Bibirnya menjemput bibir Pakde Darmo untuk berpagut sesaat sebelum lumatannya melata ke leher kemudian dada Pakde. Nampaknya istriku begitu keranjingan dengan bulu-bulu Pakde Darmo. Dengan penuh gairah lidah dan bibirnya menjilat dan mengenyoti bulu dada Pakde. Aku sangat ‘shock’ menyaksikan apa yang tengah berlangsung ini.

Aku sama sekali tidak mengira bahwa Indri istriku selama ini juga terobsesi pada Pakde Darmo. Tetapi yang lebih menampar harga diriku adalah membawanya ke ranjang dimana sehari-hari dia bersamaku. Aku tak mengerti apakah Pakde Darmo yang secara aktif memulai ataukah Indri yang sering menggoda syahwat Pakde.

Kini segalanya berubah cepat. Pakde sudah mengambil alih kendali. Dia sepenuhnya menindih tubuh Indri yang membuka selangkangannya. Tangan Indri dengan tangkas meraih kemaluan Pakde Darmo yang memang lebih gede dan panjang dari kemaluanku. Mungkin hal ini juga hal yang membuat Indri demikian terobsesi pada Pakde.

Dan yang terjadi berikutnya adalah ayunan Pakde dan goyangan istriku yang di bawahnya. penis Pakde nampak begitu kaku dan tegar menembusi nonok Indri yang disekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu jembut keriting yang sangat subur menutupi lubang kawinnya.

Istriku menjerit kecil dan terus mendesah dan merintih. Kenikmatan birahi begitu menenggelamkan keduanya. Nampak cakar-cakar Indri sudah siap menghunjamkan kukunya pada punggung Pakde. Menyaksikan Pakde Darmo dan Indri istriku demikian nikmatnya saling mengayuh syahwat aku jadi terbawa hanyut. penisku jadi ngaceng. Aku pengin mengelusi dan mengocok-ocoknya sambil menyaksikannya bagaimana istriku dilanda nikmat orgasmenya saat dientot Pakde Darmo ini.

Dengan dengusnya yang cukup meriuhkan kamarku nampaknya Pakde sedang menjemput puncak nikmatnya. Dia percepat genjotan penisnya. Sementara demikian pula Indri istriku. Nampaknya orgasmenya akan hadir bersama ejakulasi Pakde. Kuperhatikan batang penis Pakde yang berkilatan oleh lendir kawin Indri nampak seperti piston mesin diesel yang keluar masuk ke lubangnya. Aku membayangkan betapa nikmat melanda sanubari istriku. Dan.. Aahh.. ttuuhh.. lihaatt..

penis yang terus menggenjot itu nampak membawa begitu banyak lendir dan busa keluar masuk vagina Indri. Indri telah mengeluarkan cadangan lendir birahinya. Dan tubuh istriku nampak menegang dan kemudian berkejat-kejat. Cakarnya menghunjam dan melukai punggung Pakde. Indri mendapatkan orgasmenya yang sangat dahsyat selama, yang dalam pikiran dia, aku sedang bermain catur demi Piala Lurah Jonggol.

Dan aku tak mampu menahan diriku. Aku kocok terus penisku sambil menyaksikan betapa sensasionalnya melihati istriku dientot tetanggaku sendiri dan kini melihati peju lelaki itu berserak meleleh dari lubang nonoknya. Pejuku muncrat menembak kaca jendelaku.

Aku cepat turun dari bangku plastik. Aku harus cepat balik ke pertandingan sebelum panitia menyusul aku.

Cerita Dewasa Terbaru – Malam itu aku pulang dengan Piala Lurah Jonggol bersusun tiga yang kemasan. Tingginya sama dengan tinggi badanku yang 167 cm.

Istriku membuka pintu dan menyambut aku dengan bangga. Dia yang menaruh pialaku itu di tempat yang terbaik di ruangan itu.

Cerita Populer