Tampilkan postingan dengan label Pemerkosaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerkosaan. Tampilkan semua postingan

Seks Bugil Pemerkosaan Gadis Dalam Kereta

Seks bugil Sebelum saya menceritakan kisah perkosaan, pertama kali diperkenalkan Rasti pembacaa ... nama saya, tinggi 163 cm, halus kulit putih, aku hanya mencapai 16 tahun, saya pergi ke sebuah SMA bergengsi di Jakarta. Semua teman saya selalu memuji kecantikan wajah saya adalah wajah campuran Jepang (ibuku) dan Amerika (ayahku), juga aku selalu merawat tubuhku dengan potongan pantatku kebugaran sehingga hasilnya adalah ketat, padat dan seksi. Besar ukuran payudara 34B yang cukup membengkak dan ketat, dan karena aku memakai salep khusus, putingku menjadi warna pink kemerahan meskipun sering disedot oleh seorang pria. Pertama kali saya tahu bahwa ketika saya melakukan hubungan seks 3 kelas SMP, saya penasaran dengan penis cowok, maka saya meminta pacar saya yang memiliki dua kelas SMA untuk menunjukkan penisnya, dan tentu saja dia senang memperlihatkannya, maka itu waktu untuk beberapa alasan aku terangsang oleh sentuhannya, dan akhirnya datanglah peristiwa yang menyebabkan kehilangan keperawanan saya.

Biasanya benar, orang yang "meminta" pertama tapi aku tidak pernah malu untuk "meminta" pertama karena keinginan seks saya tinggi. Cerita dimulai ketika aku baru pulang dari rumah teman jam 8 malam, menunggu kereta tiba-tiba datang terlambat. Aku terus menunggu bahkan sedikit membosankan. Tentu, ortuku menyuruhku untuk menggunakan kendaraan pribadi tapi aku lebih memilih kendaraan umum karena aku tidak ingin menjadi anak manja yang kemana-mana dengan mobil. Aku melihat jam tangan saya menunjukkan pukul 9 malam, kereta akhirnya tiba, saya pergi dengan itu Seks Bugil.

Di dalam mobil saya hadiri, hanya ada aku dan 5 ayah yang melemparkan kursinya. Ketika aku masuk, pandangan mata sang ayah menjadi 5 liar bagi saya karena pada saat itu, aku memakai seragam sekolah nakal di antara seragam semua. Abu rok abu-abu saya adalah 15 inci di atas lutut, dan saya juga membuka dua kancing kemeja seragamku. Aku suka memakai baju seksi tapi aku percaya diri dengan tubuh saya gemuk, saya juga suka acara saya yang luar biasa kepada manusia atau apa yang orang katakan pamer.

Sebagai imbalan atas pandangan mereka, saya hanya memberikan senyum kepada mereka. Lalu aku duduk di depan seorang ayah yang tinggal 50-an menghancurkan, dia terlihat bijaksana pembunuh mengingatkan saya pada guru saya di sekolah saya. Aku melihat ayah tersenyum ke arahku, menatap rokku seolah-olah dia bisa melihat apa yang ada di balik rok saya. Aku, aku adalah senang diliati seperti ini. Karena mungkin aku lelah, aku tertidur Seks Bugil.

Tiba-tiba saya merasa kesemutan di kedua payudara dan puting, spontan aku membuka mataku lalu aku menemukan tangan saya diikat pada besi yang ada di atas kepala saya (tuh ... itu tempat untuk drop bagasi) dengan posisi yang masih duduk di kereta, juga seragam dan rokku robek, mungkin karena saya terlalu lelah dan aku tidak menyadari ketika mereka merobek baju dan rok. Bhku tidak tahu entah kemana, sekarang dadaku kencang, putih mulus, dan pengukuran bulan 34B-bulanan sampai empat orang pria yang sedang mengerjaiku. Lalu aku merasa ada yang menusuk vagina saya yang masih terbungkus celana dalam merah muda.

Ternyata ada yang lebih menusukkan jarinya ke dalam vagina saya, saya mendesah "Aaahh .... terus ..... jaaaa .......... rhenti bersama!" Karena sensasi tusukan jari dan vagina menjilat-jilat dari 4 orang yang menjilati setiap sudut jiwaku bahwa itu membuat dada saya menjadi tinggi tak tertahankan. "Yah, ya gadis benar-benar menyukai, sudah cantik, seksi, nafsu tinggi lagi ...." kata bapak yang berada di depan vagina saya, saya tidak mendengar jelas karena aku adalah orang pertama yang mencapai orgasme, mungkin kalau aku mendengarnya dengan jelas, saya takut mati. Lalu celana dalamku sudah basah dari cairan berat keluar dari vagina disebabkan oleh orgasme dilempar keluar dari jendela kereta. Aku hanya bisa mendesah "mmmaaahhh ...." ketika ayah yang berada di depan vaginaku mulai menjilati klitorisnya dan menyentil-nyentil Seks Bugil.

Sang ayah terus menyapu sekitar bibir dengan lidahnya sampai pangkal paha cairanku ditelan, sementara empat ayah yang makan berebut untuk menjilat dadaku dadaku. Lalu tiba-tiba ayah dari empat dari dua payudara yang telah menyiram mereka, dan 2 dari bapak itu mengangkat kakiku ke atas sehingga vagina saya bangkrut, kemerahan, dan masih jelas terlihat untuk mempersempit mereka. Lalu ayah yang sedang menjilati vagina saya, sekarang menempatkan kepala penisnya di pintu masuk vaginaku, lalu dia langsung menyodorkan penisnya besar, hitam, dan jauh ke dalam vagina yang basah. Aku berteriak "aaahhh ... pak sakit", "baik tapi sakit ...." jawab si ayah yang mengangkat kaki kiriku, lalu bapak yang sedang mengaduk-aduk vaginaku berkata "ya gadis gila, memiawnya benar-benar sempit, aku tidak kuat lama ya", maka sang ayah segera dipompa vagina saya secara perlahan tapi pasti, ketika saya deep-merasa menyenangkan sodokan penis ayah dan aduk di dalam vagina, tiba-tiba kedua putingku digigit oleh dua ayah yang telah berdiri sendiri. Kemudian ayah kedua yang memegang kaki saya, dasi kaki saya ke dalam tangan besi yang ada sehingga tali sekarang vaginaku lebih terangkat. Kemudian ayah kedua dari handycam sebelum mengambil tas mereka sendiri dan mulai merekam tubuhku sedang dikerjakan oleh tiga teman, dan salah satu bapak berkata "wah, nih cewek sudah cantik, seksi, mulus, seperti ***** **, coba bini gua, cantik 'n mulus seperti ini, saya bisa betah di rumah "lalu mereka semua tertawa kecuali ayah sedang gencar menggenjot vaginaku, tiba-tiba memukul Anda penis sangat keras ke dalam vagina sehingga saya merasa sakit tapi aku hanya bisa mendesah perlahan "mmmmaahhh ...." karena energi saya terkuras, dan sensasi dari kombinasi dari kedua puting saya dan menjilat di poke poke-di vagina membuat saya orgasme, ketiga sehingga aku berteriak "akkkkhhh ..... aku keeee ..... luuaaaarr ", 15 menit kemudian, ayah dari kecepatan menggenjot vaginanya genjotannya, tak lama setelah dia berkata"! .... aakkhh keluar ", lalu menyemburlah sperma terasa sangat hangat di dalam vagina, lalu sang ayah berkata" gila, memiawnya kayak ngisep * Saya ***** istana, memiawnya mengerikan ", dan aku hanya mendesah" hhhhaaaahhh ... "karena kelelahan, maka vaginanya terus ditingkatkan hingga lima dari mereka menghabiskan sperma mereka ke dalam vagina, dan kemudian mereka mengikat tangan dan kaki di pergelangan kaki.

Mereka membiarkan saya beristirahat untuk sementara waktu, berbicara obrolan ringan dengan saya dan menanyakan nomor hpku. Saya bertanya mengapa pemerkosaan, salah satu ayah lima menjawab "yang tidak mau nyobain tubuh indah dan seksi seperti neng neng", "akh, Anda dapat menulis. Ini sekalian mengenal satu sama lain sudah ya?" Jawab saya. Kemudian lagi bapak yang mengatakan "ya, kami teman SMA, kami abis reunian, terjadi untuk memenuhi neng, sehingga dapat menyegarkan, itu reuniannya abisnya mereka yang umurnya 50-an seperti kami, kami juga ingin ngerasain daun muda" , saya hanya tersenyum saja mendengar dari orang yang orang hanya menyetubuhiku dan tepat untuk menjadi ayah saya.

Setelah 15 menitan aku berada di kereta, mereka sudah bernafsu lagi dan mereka mulai berebut mengkorek-korekkan jari mereka ke dalam vagina dan anusku dan meremas-remas payudara montok nya. Ketika aku merasa sensasi kenikmatan dari jari di lubangku korekan kedua dan menekan, meremas dada dan puting susu oleh ayah 5 tiba-tiba tiba di stasiun kereta dan pintu kereta terbuka, untungnya tidak ada yang masuk gerbong kami. Tapi dari mobil lain ternyata memiliki kakek petugas tiket, saya pikir ke atas tahun 65 tua. Pada awalnya ia terkejut melihat seorang gadis telanjang yang dikelilingi oleh lima ayah pria, tapi mungkin karena melihat tubuh telanjangku yang begitu menggoda, orang tua itu berkata, "lebih menyenangkan ya, tidak bisa mengikuti?", "Haruskah pak, tubuh saya membuat laki-laki muasin emang laki-laki "jawab saya.

Orang tua itu mendekati kami berenam, lalu mereka menanggalkan mereka sendiri. Sekarang, ada 6 orang yang berebut untuk meraba-raba saya. Mereka terus meraba-raba tubuhku sampai aku mencapai orgasme baik kali keberapa. Ternyata, salah satu dari lima pria yang ayah ada di sana untuk membawa tikar, hanya ayah mengadakan tikar di lantai gerbong kereta.
Lalu sang kakek diberikan kesempatan pertama mencicipi vagina dalam putaran kedua, sang kakek pergi tidur di atas tikar, kemudian saya diberitahu untuk naik penisnya sudah tegang. Saya naik ke atas tubuhnya dan mengarahkan penisnya ke vagina saya, ketika kepala penisnya di depan vaginaku, dia langsung pindah pinggulnya ke atas sehingga penisnya ke dalam vagina begitu keras sehingga saya merasa sakit dan menangis " aaauuuwww sakit ........... " tapi dia mengabaikannya.

Kakek pus menggenjot produksinya dengan cepat dan kuat yang membuat saya merasa begitu baik dan mendesah "Aaahh .... te ... Russ ... tidak ..... berhenti ..... udara", saat aku merasakan sukacita genjotan di vagina saya, saya merasa tiba-tiba ada 2 jari-pertandingan mengkorek anusku, tak lama setelah itu, aku merasakan penis hangat meledak anusku, lalu aku mendengar pemilik penis yang berkata "gila, pantat sempit lubang belas kasihan ..... mengerikan. " Sekarang, aku merasakan sodokan di lubangku kedua, saya menutup mata untuk menghargai hujaman hujaman penis untuk kulit memiliki keriput tapi masih mengaduk-aduk vaginanya lezat dan anusku. 20 menit kemudian, frekuensi kakek mempercepat menggenjot produksinya genjotannya anusku sementara ayah tampaknya tidak ingin orgasme, saya merasa penis dalam vagina saya berdenyut, tak lama setelah kakeknya berkata, "..... untuk .... luuu aaaakkhhh .... aaaarr ", The lava sendawa dan kentalnya kakek putih hangat ke dalam vagina bersamaan dengan orgasmeku yang kedua dalam putaran kedua.

Daerah selangkangan menjadi sangat basah karena sperma sang ayah dan juga cairanku sendiri sampai-sampai ada mengalir keluar dari vagina saya untuk paha mulus saya. Kemudian tubuh lemas diangkat oleh bapak yang masih kuat bekerja di pantatku, dan kakek telah bangkit dari tikar dan digantikan dengan ayah lain, dan saya ditempatkan di penis bapak yang baru tidur di tikar oleh ayah dari pekerjaan pada pantatku. 5 menit kemudian, lubang ayah akhirnya menggenjot anusku menyemburkan sperma ke dalam lubang anusku dan sebagian sperma mengalir keluar dari lubang ke vagina dan anusku pahaku kemudian lubang anusku ditembus oleh penis yang lain, dan seperti sebelumnya dua lubang kenikmatanku penis adalah didorong oleh dua yang berbeda, dan ketika itu menyemburkan sperma di dalam vagina dan anusku, digantikan oleh ayah lain, dan seterusnya sampai setiap ayah penyemprotan sperma ke dalam vagina, anus, dan mulut. Semua yang terjadi dicatat dalam persenggaman handycam.

Setelah mereka puas menggarap tubuhku selama lebih dari setengah jam, mereka membiarkanku tidur di tikar untuk beristirahat dan mengambil gambar dengan kamera mereka membawa orang tua dan mereka juga rekor yang telah tercakup dalam tubuh saya karena sperma mereka dengan camcorder mereka. 10 menit kemudian, akhirnya kereta tiba di stasiun kutumpangi kutuju, lalu mereka ber6 mengucapkan selamat tinggal dan berjanji akan menelepon saya. Aku keluar dari kereta dengan tidak memakai apa-apa karena seragam saya tercabik-cabik oleh ayah 5, aku juga takut pintu kereta akan tertutup, jika itu terjadi lagi maka tubuhku akan digarap oleh mereka karena nafsu mereka untuk nafsu dari apakah mereka besar atau karena melihat tubuh montokku bahwa mereka dapat menikmati kapan saja.

Di stasiun ini ada kamar mandi, dan karena itu saya langsung lari ke kamar mandi dengan sperma yang masih menetes dari vagina dan lubang meninggalkan jejak anusku putih tebal ke lantai. Untungnya, sekali rumah teman saya, saya mendapat ke mal untuk membeli tank top, rok mini, parfum, dan pelembab rambut. Segera, saya menaruh semua agar tidak ketahuan oleh orang-orang yang bekerja pada tubuh saya keluar selama setengah jam oleh enam pria, tapi aku tidak mencuci vaginaku (ya iyalah, vagina akan mencuci di wastafel .... hehe ) karena aku suka baik yang masih bau sperma dan cairan kering dan juga aku lupa membeli celana dalam dan bra sehingga saya tidak mengenakan apa-apa di balik rok mini saya dan tank top. Aku memanggil taksi dan menuju ke rumah saya. Saya tahu bahwa sopir taksi melihat tubuh saya dan seksi mulus putih, jika saya tidak habis harus memiliki kugoda dia sampai dia tidak tahan dan akhirnya memperkosa, tapi tubuh saya terlalu lemah sehingga saya tidak bergairah. Setelah saya sampai di rumah, aku membayar sopir taksi dan segera menekan bel. Mbok Parti berlari dari rumah untuk membuka pintu gerbang, ia membuka gerbang Mbok Parti "oh neraka wrote non yang non tersebut? Mbok jangan khawatir", "teman kandang terakhir Rasti pertama, terus naik kereta pulang, eh kereta yang terlambat, ya Rasti akan pulang terlambat "jawab saya. Mbok Parti Ini seperti adikku karena dia merawat orang tua saya kecil ketika pergi ke luar negeri. Aku langsung pergi ke kamarku, dan menjatuhkan tubuhku ke tempat tidur saya. Karena aku begitu kelelahan, aku tertidur memikirkan apa yang akan terjadi besok ...

Cerita Seks Aku Dibooking Om Om Yang Penuh Nafsu

Cerita Seks Kali ini akan berbeda dengan yang lainnya, karena kali ini aku akan men cerita kan bukan tentang cerita seks diriku tapi tentang orang ketiga atau orang lain. Sebut saja namanya Ella, dia adalah seorang mahasiswi di Jakarta. Dunia gemerlap, dunia seks malam ataupun drugs sudah bukan merupakan barang aneh. Di dukung lingkungan perkuliahan yang sangat mendukung untuk melakukan hal hal yang berbau seks panas. Langsung saja aku akan men cerita kan tentang Ella sang gadis panas hot yang berumur 19 tahun, masih kecil bukan. Tapi jangan salah dia adalah pemain seks kelas tinggi. Sungguh nikmat jika kita sama-sama menikmati setiap bagian dari tubuhnya. Hehehehe
Untuk anda semua penggemar cerita seks terbaru selalu setia pada kami karena hanya kamilah yang selalu memberikan yang terbaru untuk anda semua pencinta cerita seks panas.

Umurku 19 Tahun,Dengan Wajah Cantik Khas Oriental, dan Tinggi 165 dgn berat 50 kg,..Agak Langsing memang..Tapi itu yang disukai oleh pria-pria sekarangkan…Mungkin aku sdikit aneh, aku sangat menyukai diperhatikan oleh lelaki-lelaki..Aku enyukai tatapan mereka yang seolah menginginkan sesuatu dari-ku, karena itu bagi-ku, berpakaian ketat dan agak terbuka adalah hal biasa, bahkan dengan pakaian itu aku bisa menggoda Dosen-dosen Lelaki ku..
I like that…

Oh iya, Asal ku dari Palembang, aku tidak memiliki saudara disini, aku datang bersma 6 teman-ku, 4 cewe dan 2 cowo..Namun memasuki semester ke-3 ini aku sudah jarang kumpul dengan mereka, selain kbiasaan Dunia Malam-ku mungkin mereka tidak dapat mengimbangi kehidupan-ku yang mewah..
Ya tentu saja, aku merupakan anak wanita 1-1 nya dari 3 bersaudara..Ayahku pun seorang pengusaha kontraktor yang cukup terkenal di Palembang..Jadi Hidup mewah adalah satu keharusan bagiku, dan itu dapat terpenuhi oleh keluarga-ku..

Jadi aku melakukan SEX bukan karena uang, tapi karena didasari oleh suka-sama suka…Ya walaupun SEX pertamaku kulakukan waktu aku baru beranjak 2 SMA, Ya Crist pacar-ku waktu itu yang melakukan-nya pertama kali, SEX yangberkesan memang, apa lagi bertepatan dengan Sweet seven-teen ku, Romantis sekali..Tapi ya lelaki semua buaya..

“Hey Guy’s, Lu orang mau Cabut gak tar malam?, Gw BT nh td bis Kuis jadi gw ga cabut kemaren” Tanya-ku dengan manja, pada teman-teman cowoku..
“Ah, Gw ga bisa La, besok gw yang kuis, Jam A lagi, gmana gw mau cabut..” Jawab Bernard, Temanku ini yang paling tampang diantara 3 teman-nya yang lain loh, Karena itu aku paling dekat dengan-nya..

“Ah Payah lu, Tar gw cabut ma sape donk??”,”Dah lu ke Cro** aje, si Roy Ma Adhie pade mau kesana, Lu tau kan dia yang mana, kemaren ini kan kan dah gue kenalin, cuma lu ati-ati aja ma si Adhie, dia BD soal-nya” Jawab Roy..

“Ah gue males lah ma mereka, Sama lu aja ya Ben,Pleaze….” Minta-ku dengan nada yang lebih manja…Namun tampaknya usaha-ku sia-sia karena Bernard yang memank terancam DO itu sudah membulatkan tekad untuk Kuis besok..Akhirnya setelah ngbrol sebentar, akupun meninggalkan Bunderan itu, untuk kembali ke kost ku..

Pukul 8 malam, setelah aku makan malam, aku mencoba menghubungi beberapa teman-ku untuk, menemani aktivitasku…Tapi memang saat ini menjelang UTS, sehingga kami sedang sibuk dengan kuis-kuis..

“Ah, BT dech gue” pikirku,”Yawdalah, gue cabut aja ke Cro**, seengak-nya disitu da yang gue kenal”..Setelah membulatkan tekad untuk memenuhi hasrat ku..Akupun berganti baju…Dan bergegas menyalahkan mobil Jazz merahku, dan meluncur kesana…

Setelah sampai ternyata informasi dari Ben jitu, di salah satu sofa disana
Roy dan Adhie bersama beberapa teman-nya yang tidak kukenal duduk disana, beruntung Roy melihat-ku, dan memanggil-ku kesana..Untung saja, kan malu kalau harus tiba-tiba kesana…

“Ma siapa lu La?” Tanya Roy, diselinggi derasnya suara dari speaker-speaker besar yang berjejer itu..”Ga gue sendiri, tadi sih janjian ma temen gue, tapi kayaknya ga jadi dateng deh,..”..Jawab-ku sedikit berbohong,..”Ya lu disini aja ma kita-kita, nanti kalo temen lu dateng ya laen cerita, lu enjoy aja dulu disini..” Sahut Adhie.akupun hanya mengangguk saja,Sebenernya aku ga terlalu suka ma Adhie, Penampilanya yang kurus hitam, dengan rambut cepaknya plus piercinganya itu, benar-benar seperti pemakai…

Kami pun bersulang tequila yang sudah dipesan tadi, kami pun menikmati suasana sambil minum dan berdance…Mereka terus memaksa-ku minum, sepertinya mereka menikmati sekali melihatku minum,..

Sebenarnya kepalaku sudah mulai pening, namun karena mereka terus menyoraki-ku menambah keinginanku untuk terus mengak alkohol dosis tinggi itu…Namun beberapa gelas kemudian aku pun mulai muntah…Dan sangat pusing, setelah itu aku tak ingat lagi…

Setelah tersadar, aku sangat kaget, aku tak tahu ada dimana saat itu,namun seperti di sebuah Hotel. Aku berusaha mencari Roy dan Adhie di sekeliling kamar itu, namun terdengar suara air dari arah Toilet..Mungkin Roy di Toilet pikirku..

Namun belum hilang rasa pusing dan kaget-ku, seorang Lelaki tua berumur 50 tahunan, dengan kulit hitam dan perut buncitnya,dengan hanya handuk hotel menutupi bagian bawah pinggangnya,melangkah keluar dari Toilet itu…Tidak apa maksud semua ini..Dimana Roy dan Adhie Jahanam itu..

“Sudah bangun manis, Kali ini si Adhie itu bisa milih cewe juga” Katanya sambil tersenyum, menatap tajam kearah-ku…
“Siapa lu..Mau ngapain, Lu pikir gue apaan…Gue mau pulang” Seru-ku sambil berusaha berdiri dan berjalan melangkahi lelaki pendek gendut itu…

“Hay mau kemana lu,…Gue dah bayar mahal buat lu!!!” Teriak lelaki itu, sambil menarik dan langsung menamparku…Aku tertegun atas perlakuan-nya..Air mata mulai muncul dari ujung mata-ku..Sebelum sempat bereaksi lebih jauh..Dia sudah menjambak rambut-ku dan menindih-ku di ranjang…

Dia terus mencumbui-ku, perasaan ku saat itu sangat jijik sekali, namun tenaga ku tak mampu untuk mendorong tubuh besar-nya..Dia terus menciumi leher, bibir dan telinga-ku..

Tangan-nya pun mulai berani menjelajahi daerah dadaku yang masih terbalut kaus putih ketat itu..Sambil terus mencumbui-ku, dia menarik baju ku keatas…”Bajingan lu pikir lu sapa…Dasar (maaf) Pribumi..” amuk-ku,..Namun lagi-lagi sebuah tamparan melayang ke pipiku..

Pria itu-pun tampak dingin sambil membuka bra 36B ku yang berwarna pink itu..kini dai mulai merabahi bagian dada tubuh-ku itu…Jilatan di daerah puting-ku, dan permainan tangannya memberikan sensasi aneh yang belum pernah kurasakan sebelum-nya..Sakit namun juga nikmat..

Dia pun menyingkap handuk-nya, sebuah kemaluan yang cukup besar
( kira-kira 16 cm ) menyembul, tapi ukuran diameter penis itu sangat mencengangkan..

Lelaki tua itu hanya tersenyum melihat rasa takut di wajah-ku..
Aku menelan ludahku melihat penisnya yang hitam itu, tanpa sadar dia menarik celana jeans-ku, beserta celana dalam-ku sekaligus..Bahkan saat itu aku tidak sempat bereaksi apa-pun…

Kini kemaluan ku yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak terlalu lebat itu terlihat oleh-nya..Aku segera bereaksi dengan menutupi kemaluanku dengan kedua tangan-ku..”Kenapa ditutupin manis??,Bis di cukur ya koq bulu-nya dikit banget..”katanya sambil tertawa..Perkataan-nya membuat wajah-ku memerah, aku menyimpan kebencian yang mendalam pada pria ini, seumur hidup-ku baru kali ini aku dipermalukan…

Lelaki tua yang bahkan namanya tidak kuketahui itu, menarik lengan kanan-ku..Kumis dan jenggot-nya yang lebat itu, menambah rasa geli ku. Lelaki buncit yang mungkin sudah seumur papi-ku itu, begitu bernafsu mengerayangiku, sapuan-sapuan lidahnya diseluruh tubuh-ku, membuat sebagian tubuh-ku basah oleh ludah-nya,…Nafas dan bau badanya yang menyengat sangat menusuk hidung-ku, namun sebuah gairah terlarang malah muncul…

Tangan-nya yang begitu kasar menjarahi seluruh tubuhku, bahkan terkadang lelaki itu menampar dan menarik payudara ku, tanpa sadar aku mendesah oleh perlakuan kasar-nya padaku…

Tak lama kemudian, perhatiannya mulai tertuju pada daerah ‘V’ ku, tangan-nya yang bulat besar itu , mulai menggesek-gesek kemaluan-ku permainan-nya jauh berbeda dengan permainan teman-temanku, yang lembut namun pria ini betul-betul tidak menganggap ku manusia, permainan-nya sungguh kasar..

Dia terus mengelus-ngelus klitoris-ku, permukaan ku yang belum terlalu basah itu membuatnya menggunakan ludahnya sendiri untuk memperlancar aksinya, sungguh menjijikan,

Setelah puas bermain dengan clitoris-ku, dia mulai menusuk-nusukan telunjuk-nya ke liang kewanitaan-ku, hal yang selama ini belum pernah kualami…

“Jangan pa…saya mohon” Rintih-ku memohon belas kasihan-nya..Namun bandot tua ini hanya tertawa sambil terus berusaha memasukan jarinya ke lubang-ku yang masih sempit,…Rintihan-ku sama sekali tidak membuat-nya kasihan justru malah menambah nafsunya,…

Akhirnya dia berhasil menembus benteng pertahanan-ku,..Dia semakin kesetanan, dijelajahinya seluruh ruang di dalam vagina-ku itu,..Dia semakin tak terkendali, jengutan, tamparan dan cakaran yang kulakukan sebisaku, tidak membuatnya berhenti, bahkan untuk sesaat.. Justru dia mulai menjilati dan megigiti puting susu-ku, birahi yang kurasakan semakin dahsyat..

Beberapa menit kemudian, aku hanya bisa pasrah dengan perlakuan-nya, selain tubuhku yang masih lemah karena mabuk, aku-pun mulai menikmati permainan-nya…Bahkan ada sensasi aneh yang mulai muncul dalam batin-ku…

Perasaan ingin meledak itu makin kuat, seluruh tubuhku mulai mengeras, menyadari hal ini bandot tua itu hanya tertawa, dan mempercepat aksinya…Tiba-tiba perasaan meledak itu tak tertahan-kan lagi..Otot-otot seluruh tubuh-ku mengelinjang sesaat, “Ooooooooo……………….” Erang-ku tak tertahankan lagi…Cairan cintaku meluncur deras tak tertahankan, ini adalah organsme pertama dalam hidupku, suara tawa bandot itu memenuhi ruang itu, tampak rasa kemenangan didalam tawa-nya itu…

“Katanya ga mau manis, Tapi koq ampe muncrat gitu sich, mank mem3k cina paling mantap ya…” Ejeknya..”Bajingan, puas hah??Lepasin gue..” bentak-ku, walau dengan nafas yang tersengal-sengal, bahkan tubuhku terasa sangat letih,…

Sebuah tamparan kembali mendarat di pipiku dan sebuah jengutan di rambut panjang-ku pun kini melengkapi penderitaan-ku..” Enak aja lu, gw bwlom puas nich, buruan lu sepongin gw!!!” Hardiknya, “Oral sex????” pikirku, itu sama sekali belum pernah kulakukan..Berbagai alasan untuk menolaknya tidak berhasil membuatnya mengurungkan niat-nya..Bahkan dia malah menampar-ku beberapa kali..

Dengan air mata yang sudah turun ke-pipiku aku pun terpaksa menuruti kemauan-nya…akupun menahan rasa jijik-ku dan mulai memasukan kemaluan yang gemuk itu kemulut-ku, sungguh aku tak tahu harus berbuat apa, beberapa menit hanya naik turun sebisa-ku, membuat kesabaran bajingan tua ini habis, dia mulai memperkosa mulut-ku, aku yang kaget dan tak siap berusaha untuk melepaskan diri, namun jenggutannya kembali membuatku menghentikan niat-ku..

Lelaki itu terus memompa mulutku, bahkan dia tidak perduli, saat terkadang sodokan-nya menyentuh kerongkongan-ku, yang membuat-ku terbatuk-batuk, dia masih saja memperkosa mulutku, tanpa memberikan sedikit pun kesempatan untuk-ku, bahkan untuk bernafas…

15 menit kemudian, aku merasakan penis-nya mengeras dalam mulut-ku, aku tahu dia akan segera meledak, berbagai usaha untuk melepaskan diri untuk menghindari dia meledak di mulutku gagal, dia jauh lebih kuat, dan brutal dari-ku…

Dia pun meledak dimulutku, sebagian sperma-nya yang bau itu, meluncur langsung ke tenggorokan-ku, dia segera berbisik padaku “Jangan dibuang ya manis, atau lu mau gua hajar”, Orang ini tidak pernah main-main dengan perlakataan-nya..Dengan rasa takut aku berusaha menelan seluruh sperman-nya yang bau dan kental itu,..

Bandot tua ini kembali tertawa kemenagan, wajah-nya semakin memperlihatkan ekspresi yang meremehkan-ku, tak lama dia turun ke lantai dan melebarkan kedua kaki-ku, dia kembali mengoreki vagina-ku, bahkan kali ini dia menjilatinya, sensasi dahsyat kembali muncul, aku tak sanggup untuk menahan desahan-ku,…

Hanya beberapa menit aku sanggup bertahan menghadapi sapuan lidahnya yang expert, pengalaman orang ini jauh berbeda dengan-ku,…Aku mulai menyerah pada permainan-nya, tubuhku kembali terasa ingin meledak, aku pun tak sanggup bertahan lama…

“Ooooooohhhhh….” desahku panjang, namun orang ini tidak membiarkan begitu saja, dia bahkan menutup clitoris-ku dengan jempolnya, yang membuat cairan cintaku tersumbat, kesakitan yang sangat pedih melandaku, vagina-ku terasa sangat penuh…setelah beberapa saat bajingan laknat itu baru melepaskan jempolnya, dan membiarkan cairan cintaku turun…Aku hanya sanggup bernafas lega dengan nafas yang tersengal-sengal…

Kini penis gemuk-nya yang tadi tertidur itu sudah kembali membesar ( bahkan mungkin lebih besar dari pertama tadi ), Bandot ini, tersenyum dan menciumku, aku hanya membalasnya dengan pandangan jijik, kembali tangannya menginvasi kemaluan-ku namus tak lama, sesaat sebelum dia menghantamkan kemaluan-nya, dia masih sempat mencium-ku..

“Aaaaaaaa, ampun Tuhan…….” Kemaluan itu tak dapat masuk seluruhnya, ini kemaluan terbesar yang pernah kurasakan, namun bandot tua ini tak berhenti sampai situ..Dia terus melakukan usah-usaha brutal untuk memasukan seluruh kemaluan-nya “Sempit banget sih nih perek, padahal udah basah banget” Bisaiknya, Brengsek dia bahkan masih berpikir bahwa aku pelacur murahan..

Akhirnya dengan nafsu yang tak tertahan lagi, dia menusukkan kemaluan-nya itu dalam kemaluan-ku, Jeritan yang tadi sempat tertahan dalam kerongkongan-ku tak tertahan lagi, Dengan senyum kepuasaan dia mulai mengerjaiku, goyangan-nya yang tak beraturan membuat ku menjerit kesetanan…

Belum lagi lidahnya yang terus menyapu leherku, dan permainan tangannya yang kasar kepada 2 payudara-ku membuat sensasi yang dahsyat dalam diriku, Ledakan organsme tak tertahankan, organsme-demi organsme mewarnai 20 menit bajingan ini mengerjai-ku dalam posisi standard…

Bandot ini tiba-tiba menarik keluar kemaluan-nya, aku segera menutup mataku bersiap dengan semprotan air mani-nya…Namun dia ternyata masih jauh dari itu.. Dia segera menyuruh-ku untuk menungging, kini dia ingin mengerjaiku seperti anjing…Kemaluan-nya kini kembali memasuki tubuh-ku, kali ini tidak sesulit tadi namun masih terasa sangat perih…

Sambil menarik rambut-ku dia terus menggenjotku, bahkan sesekali dia menampar bokongku..Aku kembali berorgansme untuk kesekian kalinya..Dia tak memberi kesempatan sedikitku untuk bernafas, seluruh tubuh kami sudah penuh oleh keringat….

10 menit kemudian, kurasakan tiba-tiba penisnya mengeras, aku berusaha melepaskan diri, namun bajinagan ini malah memeluk-ku erat-erat..Tangisku tak tertahan lagi, orang ini mau menembak dalam rahim-ku, dia pikir aku pelacur yang meminum obat anti hamil…

Disertai dengan lolongan keras dia memuntahkan muatan-nya dalam rahim-ku, semburan mani-nya itu memancingku untuk kembali berorgansme kecil…Kemudian dengan perasaan tidak bersalah dia melepaskan kemaluan-nya dari vagina-ku dan berdiri, meninggalkan-ku yang menangis di ranjang..

Dia berjalan mengambil air minum, dan membuka laci meja didekatnya,..Aku melihat dia membuka sebuah Kondom, aneh sekali kondom itu, dengan duri-duri kecil di sekelilingnya…Setelah memakai kondom itu dia kembali ke arahku…Orang ini gila pikirku, setelah menyemburkan muatan-nya dalam rahim-ku kini dia malah memakai kondom…

Namun pertanyaan itu tidak membutuhkan waktu lama untuk terjawab…Dia mulai mengoreki lubang duburku, bahkan dia meludahi lubang itu..Rasa takut menghinggapiku seketika… ” Tolong pak, saya mau menyepong bapak, atau bapak boleh menyetubuhi saya lagi…Tapi saya mohon jangan disitu” Mohonku dengan air mata yang menggenang…”Gue udah bayar lu untuk all-in manis, gak usah takut, lu bakal belajar menyukai-nya, Ok” Jawabanya yang bernada datar, bagaikan petir di telinga-ku…Aku pun menangi sejadi-jadinya…

Aku berusaha memberontak semampuku, namun tamparan demi tamparan kembali menghentikan aksi-ku,..aku hanya pasrah terkulai saat dia kembali membalik tubuhku dan kembali mengorek anus-ku, dengan menggunakan sedikit cairan vaginaku, dia mulai melancarkan aksinya untuk menyodomi ku, rintihan ku tak menyurutkan aksinya..Kembali dengan sangat brutal di mulai memperkosa anus-ku…

Sungguh perlakuan yang tak bermoral, anusku pun sedikit demi sedikit terbuka, namus rasa perih karena penggunaan lubang yang tak seharusnya itu tak hilang…Dengan seluruh tenaganya, dia berhasil juga untuk memasukan penis itu ke anusku, aku merasakan perih yang tak terkira, air mata dan darah segar dari anusku, hanya terbalas oleh tawa bandot tua itu.

Dia mulai memompa anusku dengan seluruh nafsu yang dimilikinya,..”Ooo fuck yesss….Oh my god…” desah-ku tanpa sadar, aku tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang kurasakan lagi, dia kembali mempermainkan payudara-ku, bahkan terkadang tangan-nya mepermainkan vagina-ku, hal itu semakin menambah kenikmatan-ku,…

Organsme-demi organsme kembali melanda tubuh mulusku yang letih ini…Pantatku yang putih bersih kini berwarna kemerahan akibat tamparan-tamparannya..Tak lama kemudian dia kembali melolong panjang akhirnya dia memuntahkan amunisinya…Akupun dapat bernafas lega..

Tapi itu bukan akhir segalanya,..Aku yang tidur terlentang menghadap bandot tua itu, dengan sengaja di mencabut kondom antiknya itu di tubuh sambil menggerakannya ke wajah-ku, kini seluruh tubuh-ku tergenangi oleh cairan mani bandot itu…

Kemudian sambil tersenyum dia memoles seluruh tubuhku dengan maninya, bahkan dia memoles wajahku juga, wajahnya begitu terpauskan melihat airmataku, dan wajah-ku yang tak berdaya…Setelah puas mempermalukanku..Dia berdiri dan menuju kamar mandi, Tak lama terdengar bunyi air, dalam keadaan masih sesengukan dan tubuh yang lemah, aku pun tertidur kelelahan…

Pukul 8 pagi aku terbangun, seonggok uang 2 juta rupiah terpampang di meja rias,dengan disertai no.telp untuk menghubungi bandot tua itu lagi. Akupun mencari tasku yang untungnya berada di meja, beserta kunci mobil-ku,Ternyata aku masih berada di Hotel yang sama dengan Club-ku semalam..Setelah mandi sebersih-bersihnya untuk mengurangi rasa letih, dan rasa sakit yang teramat sangat di duburku, bayangan-bayangan perkosaan semalam kembali muncul, disertai hasrat untuk kembali mengulanginya..Tak lama aku melihat ranjang bekas pertarungan semalam yang masih berbau menyengat karan Peju, cairan cinta dan keringat kami semalam, bahkan sebercak darah diatasnya..Akupun segera berpakaian dengan tujuan segera lari dari mimpi buruk ini…

Tak lama aku pun meluncur pulang kembali ke kost-ku, aku pun tertidur lemas, kemalaman harinya, tanpa rasa berdosa Adhie datang ke tempatku, memberikan “Bagianku”, Dan dia mengancamku, bahkan berencana menjual-ku..Aku pun tak kuasa untuk tidak mengiyakan-nya, demi menjaga kerahasiaan ini..Stelah dia mengambil foto-foto bugil ku untuk di jual, dia kini meminta jatah-nya.Aku tak dapat mengelak lagi dan terpaksa melayaninya..Setelah puas di meninggalkan ku tergolek lemah di ranjang-ku sendiri..

Kini Sebulan 2 x, bahkan kadang 3 kali Adhie yang berhenti kuliah itu menghubungi-ku untuk memenuhi panggilan klien-nya..Kini aku mulai menyukai pekerjaan ini, bahkan kalau boleh memilih aku lebih menyukai pengusaha pribumi karena lebih perkasa dibanding pengusaha-pengusaha keturunan…

Pemerkosaan Orang Negro Terhadap Sherly

Aku lulus SMA tahun 1996, setelah lulus aku langsung meneruskan studiku di New York. Di sana aku tinggal di sebuah apartemen milik saudara jauhku, di sana aku tinggal bersama seorang temanku yang dari Jakarta juga, jadi biaya tinggal bisa dibagi dua supaya irit. Sebenarnya aku datang ke sini bersama dengan pacarku, Sherly, tapi dia tinggal di apartemen lain bersama temannya yang wanita juga, karena orang tua tidak setuju kami yang masih pacaran tinggal dalam satu rumah. Tapi kadang jika ada kesempatan kami sering diam-diam melakukan hubungan kelamin, terutama bila roomate masing-masing tidak ada. Aku jadian dengannya sudah sejak kelas 3 SMA, dan mulai berhubungan badan sejak di sini. Dia seorang yang berparas cantik bagaikan artis-artis Asia Timur, berkulit putih bersih, tingginya sekitar 165 cm, badan langsing dan padat, rambutnya lurus panjang sedada dicat kemerahan.

Kami melewati hari-hari kuliah dan kehidupan muda-mudi di sana dengan gembira sampai akhir tahun 1998 yang lalu. Saat itu di sana sudah mulai suasana Natal, teman-temanku banyak yang sudah pulang termasuk roomate-ku, aku dan Sherly pun sudah bersiap-siap akan pulang liburan juga. Tapi karena kehabisan tiket pesawat ke Indonesia kami berdua terpaksa menunggu seminggu kemudian. Roomate-ku pulang paling awal karena kebetulan ibunya sakit. Setelah dia pergi sambil menunggu tanggal kepulangan kami, Sherly sering ke apartemenku bahkan menginap di sini, saat itu temannya juga sudah pulang.

Beberapa hari sebelum pulang. Aku dan Sherly pulang dari taman hiburan pada larut malam, kami sampai di apartemenku kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitar sana sudah sepi, aku masuk dan membuka pintu. Kami begitu terkejut ketika kulihat ruang tamu sudah berantakan seperti habis ada pencuri, dan kudengar suara gaduh di kamarku. Segera aku ke sana dengan membawa pisau dapur untuk memeriksanya. Pintu kamar kudobrak tapi belum sempat aku mengetahui apa-apa kepalaku sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

Aku tidak tahu apa-apa selanjutnya sampai aku merasa tubuhku digoncang-goncang seseorang, aku tersadar dan menemukan diriku sudah dalam keadaan terikat di sebuah kursi dan mulutku disumpal kain sehingga tidak bisa bersuara. Aku melihat seorang pria negro di depanku yang menyuruhku bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya plontos. Dan satu orang lagi juga negro berbadan agak gemuk. Yang membuatku panas adalah si negro gendut itu sedang duduk di pinggir ranjangku sambil memangku Sherly yang saat itu tinggal memakai BH dan celana dalamnya saja.

Sherly menangis minta dilepaskan. Tapi si gendut itu tidak menghiraukannya, dia meremas-remas payudara Sherly yang masih terbungkus BH itu, menjilati lehernya, lalu berkata, "Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat!". Dan si botak berkata kepadaku, "Hei, sudah bangun ya, pacarmu boleh juga, kami pinjam dia sebentar ya, baru pergi", dia berkata begitu sambil menepuk-nepuk pipiku, aku mau berontak tapi tak bisa apa-apa. Lalu dia mendekati Sherly dan berkata, "Ok, sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang!" Dia menyuruh Sherly berlutut di depannya dan menyuruhnya membukakan celananya lalu mengulum batang kemaluannya.

Sambil menangis Sherly memohon belas kasih, "Jangan... tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini!" belum selesai berkata tiba-tiba, "Pllaakkk..." si botak menampar pipinya dan menjambak rambutnya, dengan paksa Sherly dibuat berlutut di depannya, "Masukkan ke dalam mulut kamu, hisap atau saya bunuh kamu!" Terpaksa dengan putus asa Sherly membuka celananya dan begitu dia menurunkan celana dalamnya tampaklah benda hitam panjang berwarna hitam, tanpa buang waktu si botak segera memasukkan benda itu ke mulut Sherly, batang kemaluannya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Sherly.

Temannya yang gendut juga tidak tinggal diam, setelah dia melepas semua pakaiannya dia berdiri di samping Sherly, menyuruh Sherly mengocokkan batang kemaluannya dengan tangan, batang kemaluan si gendut tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Sherly dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali kemaluan si botak dan tangan kanannya mengocok batang kemaluan si gendut.

"Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis Asia, lain dari yang lain", kata si botak.

"Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih", timpal yang gendut. Si botak akhirnya ejakulasi di mulut Sherly, cairan putih kental memenuhi mulut Sherly menetes di pinggir bibirnya seperti vampire baru menghisap darah, dan Sherly terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka. Setelah itu mereka melepas BH dan CD Sherly sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara 34B-nya dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat.

Kali ini si gendut duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Sherly berjongkok di depannya sambil memijati batang kemaluan dengan payudaranya. Sherly terpaksa menggesek-gesekkan payudaranya di kemaluan itu sambil menjilati ujung batang kemaluannya sehingga si gendut mendengus keenakan. Sementara itu si botak berbaring di bawah kemaluan Sherly dan menjilati liang kemaluannya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang kemaluan itu. Sekitar 10 menit dikocok, si gendut memuncratkan maninya dan membasahi wajah serta payudara Sherly. Kali ini dia sudah tak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu si gendut jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Sherly dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang, "Pelacur, kurang ajar, berani-beraninya membuang air maniku... kalo sekali lagi begitu kurontokkan gigimu, dengar itu!" bentaknya.
Kemarahanku bangkit karena pacarku diperlakukan begitu, aku meronta-ronta di kursiku tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksiku si gendut berkata, "Kenapa? Kamu tidak terima ya pacarmu kami pinjam, tapi sayang sekarang kamu nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..!"

Mereka kembali menggerayangi tubuh Sherly, kali ini si gendut membuka lebar pahanya dan memasukkan batang kejantanannya ke liang kemaluan Sherly. Batang kemaluan yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang kemaluan Sherly yang masih sempit, sehingga dari wajah Sherly terlihat dia menahan sakit yang amat sangat. Sementara itu si botak dengan ganasnya beradu lidah dengan Sherly sambil tangannya turut bekerja memilin-milin putingnya. Si gendut memaju-mundurkan pantatnya dengan cepat. Selama beberapa menit digenjot akhirnya badan Sherly menegang sampai secara refleks dia memeluk si botak yang sedang menjilati payudaranya, dia mengalami orgasme sampai akhirnya melemas kembali.

"He... he... he... Baru kali ini kan loe ngerasain pria Negro, gimana rasanya enak tidak, jawaaabbb...!" bentak si gendut sambil menarik rambutnya.

Karena takut mereka semakin gila, terpaksa dengan berlinang air mata dia menjawab, "E.. e.. enak, enak sekali!"

"Jawab lebih keras supaya pacar loe dengar pengakuan loe!" kata si botak.

"Iya, saya suka sekali bercinta dengan kalian", jawabnya dengan lebih keras.

"Tuh, kamu dengar kan, apa kata pacarmu, dia suka pada kami, ha.. ha.. ha..!" ejek mereka padaku.

Hatiku benar-benar serasa mau meledak tapi aku tidak bisa apa-apa. Kemudian si botak membuat posisi badan Sherly gaya posisi anjing, dia memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke pantatnya hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu di pantat Sherly hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelakak disertai teriakan panjang, "Aaahhh...! Stoop, kumohon jangan!" Mereka berdua malah tertawa-tawa menyaksikan hal itu. Si gendut menimpali, "Ssttt, tenang sayang, jangan terlalu ribut, kalo ada orang masuk kalian berdua celaka nanti!" Sekarang Sherly sedang menghisap kemaluan si gendut sementara si botak menggenjotnya dari belakang.

Payudaranya yang bergantung itu juga dimainkan oleh mereka berdua. Tidak lama si botak ejakulasi karena terlalu sempit. Dari mulut Sherly yang dipenuhi batang kemaluan yang besar itu hanya terdengar, "Emhh... emhh... emmhh!" Mereka berganti posisi lagi, kali ini si botak memangku Sherly dengan membelakanginya dan menancapkan batang kemaluannya ke liang kemaluan Sherly. Dia menggerakkan pantatnya naik turun, dan Sherly pun tanpa terasa, turut mengikuti irama gerak si gendut. Si botak mengambil sekaleng bir dari kulkas dan menyiramkannya ke tubuh Sherly lalu menjilat-jilat tubuh mulus itu. Si gendut juga sambil bergoyang menjilati leher jenjang Sherly, lidah si botak lalu bermain dalam mulutnya sementara tangannya meremas-remas payudara kenyal padat itu. Sherly yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa menangis sambil menatap padaku dengan ekspresi menyedihkan dan sesekali mengeluarkan suara, "Ahhh... emmhhh... ahhh..."

Setelah si gendut selesai dengan gaya pangkuannya, tampaknya si botak belum puas. Dia memiringkan tubuh Sherly lalu mengangkat kaki kanan Sherly ke bahunya dan mulai melancarkan tusukan-tusukan mautnya di liang kemaluan Sherly. Dia menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit kain bantal, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba kedua bajingan itu, si botak tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Sherly, lidahnya bermain-main di ujung putingnya.

Akhirnya Sherly pingsan karena kehabisan tenaga. Mereka membuang mani mereka di tubuh mulus itu dan meratakannya hingga mengkilap. Yang lebih kejam lagi si botak malah mengencingi tubuh yang sudah tidak berdaya lagi. Sesudah beres-beres mereka berkata padaku, "Hei, kami kembalikan tuh pacarmu, dia cantik tapi sayang terlalu lemah, baru segitu saja sudah pingsan, tapi kami cukup puas juga kok sama servisnya, thank you man, bye..." Mereka pun menghilang di kegelapan malam bersama hasil jarahannya. Kasihan sekali nasib Sherly sejak malam jahanam itu, dia sering termenung dan menangis sendirian.

Sepulangnya ke Jakarta dia juga tidak mau kembali lagi ke New York. Terpaksa kuliahnya dilanjutkan di Indonesia saja. Memang melalui terapi intensif, dia mulai bisa kembali bergaul seperti biasa. Tapi dia masih trauma pada orang negro, melihat negro di film pun dia kadang merasa agak kaget. Untung aku dan keluarganya terus memperhatikan dan masih mau menerima dia apa adanya. Yang disayangkan adalah pelakunya belum tertangkap, dan sejak itupun aku pindah apartemen agar tidak terlalu terpikir pada peristiwa nahas itu. Dan memang kabarnya daerah itu memang tidak begitu aman karena lokasinya tidak jauh dari tempat mangkalnya geng-geng dan pengangguran. Aku hanya berharap suatu hari kedua bajingan itu tertangkap dan mendapat hukuman seberat-beratnya.

Menikmati Tubuh Gea

Tiba-tiba Harlan memeluk tubuh Ghea erat-erat. Ghea mengamuk hebat. Kedua tangannya memukuli dada Harlan. Harlan malah tertawa-tawa senang.

"Jangan kurang ajar, Mas! Jangan kurang ajar!" teriak Ghea panik ketika bibir Harlan berusaha hendak meraih bibirnya.

Sekuat mungkin Ghea berusaha memberontak. Tapi saying usahanya sia-sia. Harlan sendiri malah semakin liar menjamah tubuhnya. Sambil menciumi wajahnya sebelah tangang pemuda itu meremas-remas payudara Ghea dengan penuh nafsu.

"Lepaskan aku, Mas! Lepaskan aku! Kalau nggak aku akan berteriak!"

"Berteriaklah! Disini nggak bakalan ada yang menolongmu!" ujar Harlan sambil menyeringai mengerikan.

Kali ini ketakutan Ghea benr-benar sudah diambang batas. Rasanya dia sulit untuk menghindar dari Harlan yang tengah kalap mencumbunya. Namun untuk pasrah begitu saja Ghea tidak mau. Dengan sekuat tenaga dia berusaha memberontak hebat. Tapi setiap kali usahanya selalu kandas. Tenaganya kalah kuat dibandingkan Harlan yang bertubuh tinggi besar. Bahkan dengan kasar sekali tiba-tiba Harlan menyeret tangan Ghea ke dalam kamar tidurnya.

"Mas, jangan, Mas! Jangan"!" pinta Ghea memelas.

Sedikitpun Harlan tidak mempedulikan permohonan gadis itu. Dia menindih tubuh ramping itu rapat-rapat di atas ranjangnya. Sambil menindih tangan Harlan mulai meraih gaun yang dikenakan Ghea. Tapi Ghea malah memberontak hebat. Mungkin karena saking kesalnya Harlan lalu merobek pakaian yang dikenakan Ghea.

Bret! Bret!

Ghea memekik ketakutan. Seketika bagian atas tubuhnya terkuak lebar menampakkan kedua belah payudaranya yang putih mulus dan membusung indah. Tak puas melihat keadaan itu, tangan Harlan kembali merenggut bra penutup kedua belah payudara gadis itu. Tentu saja hal itu membuat kedua buah dada putih mulus milik Ghea yang berukuran cukup besar terkuak menantang dengan kedua ujungnya yang coklat kemerahan tanpa penghalang apapun.

Melihat pemandangan yang begitu menggairahkan, Harlan seperti kesurupan. Serta merta dia segera menciumi dan menjilati kedua buah dada gadis itu yang putih mulus, membusung kencang dan padat berisi. Ghea kewalahan bukan main menghadapi ciuman-ciuman Harlan yang kasar. Sekuat mungkin dia menjambak rambut pemuda itu yang sedang melumat dan menghisap-hisap putting payudaranya dengan buas.

"Brengsek! Kalau kamu nggak menuruti kemauanku, kubunuh kamu.!"

Tiba-tiba Harlan mengeluarkan sebilah pisau belati yang disembunyikan di kaki. Ghea ketakutan setengah mati melihat mata pisau di tangan Harlan yang berkilauan.

"Jangan, Mas! Jangan"!" pinta Ghea tak dapat lagi menyembunyikan air matanya.
Tapi Harlan yang tengah kesurupan obat bius mana mau menuruti permintaan Ghea. Dia malah kemudian mulai menanggalkan rok yang dikenakan gadis itu dan juga celana dalamnya hingga Ghea menjadi polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi kulit tubuhnya yang putih bersih. Mata Harlan dengan nanar menatap kemaluan Ghea yang ditumbuhi bulu-bulu hitam yang cukup lebat, sungguh indah menantang. Harlan yakin kalau kemaluan Ghea masih suci belum pernah dijamah siapapun.

Puas melepaskan pakaian yang dikenakan Ghea, Harlan pun mulai menanggalkan pakaiannya sendiri hingga bugil. Ghea begidik ngeri melihat penis Harlan yang besar sudah berdiri tegang. Lalu Harlan kembali menindih tubuh putih mulus dan ramping milik Ghea yang sudah telanjang itu dan kembali menciumi kedua payudara Ghea yang berbau harum itu. Harlan terus menciumi payudara gadis cantik itu, mulutnya kadang juga menghisap-hisap putting susu Ghea hingga putting susu gadis cantik itu mengeras. Sementara tangannya secara bergantian juga meremas-remas payudara Ghea yang padat dan kenyal itu.

Ghea mendesis-desis hebat. Ingin sebenarnya dia memberontak cumbuan-cumbuan kurang ajar itu. Namun sayang dia tidak berani melihat mata pisau di tangan Harlan yang terus mengancamnya. Akhirnya gadis cantik itu hanya pasrah melayani cumbuan-cumbuan Harlan.

Harlan sendiri malah semakin kurang ajar. Kedua tangannya lalu menyibak sepasang paha putih mulus milik Ghea hingga terbuka lebar. Ghea berusaha bertahan tapi dia tak berdaya. Tubuh Ghea tersentak saat tangan Harlan menjamah kemaluannya yang amat sensitive dan belum pernah dijamah siapapun.
"Kumohon, Mas! Jangan lakukan itu! Kasihani aku, Mas!" pinta Ghea dengan napas tak karuan.

Tapi lagi-lagi Harlan hanya menyeringai, lalu kepalanya menunduk dan dengan penuh nafsu menciumi dan menjilati belahan kewanitaan Ghea. Gadis cantik itu menjerit kaget, tubuhnya seketika mengejang dan menggeliat. Sementara mulut Harlan terus menciumi dan menjilati belahan kewanitaan Ghea yang masih sempit dan berwarna kemerahan itu, Harlan dapat mencium bau harum yang khas dari belahan kewanitaan Ghea. Beberapa saat kemudian belahan kewanitaan Ghea mulai basah oleh cairan yang keluar dari dalam lubang kewanitaannya bercampur dengan ludah Harlan.

Setelah puas Harlan mulai melampiaskan nafsunya. Pemuda itu merangkak naik keatas dan langsung menindih tubuh Ghea yang masih dalam posisi terkangkang lebar. Mendadak Ghea membelalak lebar. Kedua boal matanya itu dialihkan ke bawah bagian tubuhnya ketika Harlan tengah berusaha merenggut kesuciannya. Ghea dapat merasakan kejantanan Harlan yang keras dan kasar mendesak-desak pada belahan kewanitaannya berusaha menerobos masuk ke dalam lubang kewanitaannya. Berulang-ulang Harlan melakukannya, namun belum berhasil karena belahan kewanitaan Ghea memang masih perawan dan masih amat sempit sekali. Harlan berkali-kali menggeram kecewa keringatnya sudah membasahi tubuhnya dan juga tubuh putih mulus yang sedang ditindihnya. Sebaliknya Ghea ketakutan setengah mati.

Akhirnya Harlan berhasil merenggut kesucian Ghea dengan kasar sekali. Seketika Ghea menjerit keras. Tubuhnya yang ramping sampai terhenyak ke depan dan terkulai lemas. Tapi Harlan tak mempedulikannya. Ia terus menggeluti Ghea dengan hentakan-hentakan tubuhnya yang khas. Penisnya tampak keluar masuk pada lubang kewanitaan Ghea. Pada saat itu darah keperawanan Ghea mulai membasahi pangkal pahanya.

"Biadab kau, Mas...!" tangis Ghea memelas dibawah tindihan tubuh Harlan.
Seperti tidak terpengaruh oleh isak tangisan Ghea, Harlan terus menyetubuhi gadis cantik itu. Lambat laun gerakan tubuh Harlan semakin liar, penisnya semakin cepat keluar masuk mengoyak lubang vagina Ghea, keringatnya juga sudah membasahi sekujur tubuhnya dan juga tubuh putih mulus Ghea. Akhirnya Harlan melenguh tertahan dan mengejang ketika penisnya menyemburkan sperma di dalam lubang vagina Ghea dengan amat banyak hingga membanjiri lubang vagina gadis cantik itu.

Puas melampiaskan hajatnya, Harlan tertawa-tawa menang sambil membiarkan penisnya masih terbenam di dalam lubang vagina Ghea. Sebaliknya Ghea menangis sedih. Ghea lalu mendorong tubuh Harlan yang masih menindihnya hingga bergelimpang ke samping dan penisnya tercabut dari lubang vaginanya. Ghea dengan cepat mengenakan pakaiannya kembali, berkali-kali gadis cantik itu mendesis-desis penuh kemarahan. Harlan hanya memandangi Ghea yang mengenakan BH-nya menutupi payudaranya yang putih mulus, padat dan kencang yang masih basah oleh keringat bercampur ludahnya. Lalu Ghea memakai celana dalamnya, tampak kemaluannya yang berbulu cukup lebat masih basah oleh sperma bercampur darah keperawanannya.

"Bajingan kau, Mas! Bajingan!" tangis Ghea histeris.
Begitu selesai mengenakan pakaiannya kembali, Ghea pun segera berlari keluar.


Tolong Aku,,,

"Lu Jadinya ga balik nich liburan ini ????" Tanya Ryan..
" Gak dech tanggung gue,..Nanti aja lah cuma seminggu liburnya juga, lagi di kost ga sendiri gue, da Cindy juga, jangan lupa titipan gue aja ya Ryn..." Jawabku..
"Yawda gampang lar, Tar gue anterin nich kue ke rumah lu..., Oh iya lu pake aja nich kamar gue, lumayan buat lu browsing juga kan, rugi gue dah bayar ga dipake,...Ati-ati lue, gue cabut karang dech ya..Pesawat gue jam 1, bisa ditinggal gue..."
"Hahaha, yawda lu cabut aja, Thanx ya kamarnya..Tar gue beresin dech kamar lue, Ati-ati Ryn.."

Sambil mengangkat kopernya Ryan pun pergi, sebagai sesama mahasiswa perantauan dari Riau, walaupun dia lebih tua 1 tahun denganku, aku cukup dekat dengannya, mungkin karena kesamaan bahasa kali ya..Dilihat-lihat Ryan memank keren juga sich,..Tinggi, Badanya juga keren..Tampangnya juga mirip artis-artis Taiwan sich,..Ya kalo mau jujur, naksir juga sich..hehehe...Tapi ya gitu walaupun dia Jomblo tapi kayaknya dia suka ma temennya si Cheryl itu, bingung juga scih liat hubungan mereka, soalnya Cherly itu pacar temenya Ryan si Rey itu,..Aneh ya..Kalau sudah ke kost, bisa berjam-jam mereka di Kamar...Ngapain ya??hehehe..

Huh, padahal dibanfing Cheryl yang pendek itu, kayaknya aku lebih Oke dech, Tinggi, Modis, Sexy, palgi kayaknya aku juga lebih cakep dari Cheryl, hehehe, Jadi curhat gini ya??

Aku pun membuka kamar Ryan, dasar kamar cowo, berantakan banget dech,..Buku-buku berserakan dimana-mana,..Buku komik lagi..Heh ada majalah porno juga..Hahaha, aku pun mulai membuka Lemari meja belajarnya..Toh Ryan juga gak ngelarang tadi,hehehe...Lupa kali, pasti dia lagi resah sekarang,...Benar dugaanku, banyak banget Foto Cheryl, Wah-wah benar-benar main dalam selimut mereka,...

Heh iya, lupa nama aku Veli, umurku 20 tahun, ya sekarang lagi libur semester nich, Bt banget cuma 1 minggu, karena kita juga baru SP, gmana ya nilai-nilai, mudah-mudahan sich bagus,..Aku pun menyalakan TV, Nonton Ceriwis donk...Sekali-sekali mau tiduran di ranjang calon pacar nich, hehehe...

Tak berapa lama, aku pun tertidur, Bosen acaranya...

"Vel, vel... Dimana luh???" terdengar ada yang memanggil namaku diluar,..
"Gue disin Cin, di kamar Ryan," Teriak ku, Padti Cindy itu, karena kami tinggal berdua saja di Kost, keculai Bi Inem, dia pembantu di kost ini, orangnya rajin, Sayang,bawel + suka ikut campur urusan orang...

"Heh, ngapain lu disini, hehehe.." Katanya begitu membuka pintu,..
"Ach bawel aja lu, makan yuk laper nich gue..." Jawabku sambil tertawa..
Cindy, dia orang Pontianak, seangkatan denganku, Cantik, putih, tingginya pun hampir sama denganku, sekitar 170 cm, tapi sayang terlalu kurus, mana ada sich yang sexy gue gitu loh...

"Ah, tar lagi dech, mandi dulu yuk, mumpung kosong nich. hehehe"
Aku pun tersenyum dengan ide gilanya..hehe, kami memang sempat beberap kali mandi bareng loh, mau ikut???

Aku pun segera mengiyakan, setelah mengunci kamar Ryan, kami pun segera masuk kamar masing-masing, Tak lama Cindy memasuki kamarku, sambil membawa handuk pooh-nya..Tak membuang waktu kami segera membuka pakaian kami, Daster yang dipakai Cinfy sangat tipis, sehingga sekilas pun aku tahu warna Bra yang dikenakannya...

Setelah membuka daster masing-masin, dengan nakal aku segera melepas branya,..Kini payudaranya yang putih mulus itu terlihat keluar, karena kaget Cindy reflek menutup dadanya itu dengan kedua tangan-nya..
Kemudian setelah kagetnya hilang baru dia membuka tanganya, dan menggodaku dengan memainkan outingnya yang kecil itu, aku pun tertawa menyaksikannya, saat membelakanginya, tiba-tiba dia menarik bra-ku,..membalas dia,..

Dada-ku kini terbuka sama seperti dia,..kami pun saling lihat, tak lama keisenganku pun kembali muncul,...sesekali kutarik puting Cindy, sampai dia mengerang..Sesekali kamipun mengadu puting susu kami, enak sekali rasanya,,..Setelah bermain beberapa lama, kami mulai membuka pintu kamar mandi ku, setelah membuka celana dalam kami, Kemaluan ku yang baru saja dicukur habis karena keisengan Cindy, Melihat kemaluanku yang botak itu, Cindy hanya tertawa,.."Kenapa tuch, Jembut lu mana??Hehehe" katanya, sialan anak ini...Aku pun segera membuka shower besar-besar, dan menyiramkan Air itu kekemaluanya, Wajahnya tampak menikmati sekali,.. Kemudian kami pun bergulat memperebutkan Shower itu,...

Kami saling bergantian mengarahkan shower itu, aku berhasil mempertahankan shower itu, sambil merangkulnya dri belakang, aku pun mengarahkan air itu ke mulut Vaginanya, Cindy berontak sesaat, tak lama dia pun mulai tak menikamati semprotan itu, sesekali dia mendesah, aku pun mulai memainkan tanganku ke vagina-nya itu, dan mulai mengurutnya,..

Tak lama kemudian Cindy pun mencapai organsme, dia langsung terduduk di kloset dan mulai mendumel sendiri,..."Sialan lu, awas gue bales nanti," Lucu sekali dia, nafas-nafasnya tersengal-sengal, aku pun mulai menyirami tubuhnya untuk mencairkan suasana dan kami pun mulai mandi yang sebenarnya...
Tak lama kami pun selesai mandi, setelah memakai pakaian kami, dan jajian untuk tidak mengenakan celana dalam masing-masing, kami pun keluar mencari makan, "Sialan libur gini susah banget cari makan aja" Gerutuku...
"Ah udah, kita makan di Mall aja ok.." Tanyanya..
"Dasar lu, mau mupeng aja...hehehe"
Kami pun memutuskan untuk makan Pizza di mall dekat kost, Tak lama kamipun sampai, ya jaraknya pun dekat, namun belum masuk ke mall itu, aku sudah merinding tak karuan, ini pengalamanku yang pertama masuk mall tanpa celana dalam dan Bra, Bagaimana kalau ketahuan orang, Cindy pun berwajah tegang sepertiku, tapi dengan Gengsi ditahan kami pun masuk ke mall itu..

Setelah menikmati makan malam kami, tanpa membuang waktu kami pun segera beranjak keluar mall, tegang sekali untuk tak ada yang menyadari kejanggalan yang kami lakukan...Setelah sampai di tempat kost tawa kami pun tak tertahan lagi..." Gila lu ya..Ketawan mati kita tadi" Kataku..
"Ah lu juga pengen kan, hahaha" Jawab Cindy enteng...

Ya mungkin kalian pikir kami Lesbian, tapi gak koq kami normal senormal-normalnya..Yang kami lakukan berdua hanya keisengan kami saja...Kalo cewe wajar kali begitu, kalo cowok sich..Jijay lah.hehehe..

Kami pun bercanda-canda di kamar Cindy, Yang Pinky dan penuh dengan Pooh..lucu juga sich kamarnya..Tak terasa kami berbincang sambil sesekali bermain Harvest Moon di Ps Cindy...Saat aku asyik bermain si Bodohitu, malah tertidur, aku pun segera mensave permainanku, dan mematikan Ps Cindy, akupun keluar kamar-nya dan masuk kamarku, tak lama akupun tertidur,...

Bruk!!!Bruk!!!!Brak!!!!! Kamarku terbuka paksa,...Aku pun Terbangun seketika, Cindy tampak ketakutan, dibelakangnya 3 sosok lelaki bertopeng melemparnya masuk...

"Tolong.....!!!!!!!!" jeritku namun, salah satu dari mereka segera menutup tanganya dan mengacunkan pisaunya keleherku,...
"Mau mati lu " ancamnya, aku pun segera menghentikan jeritanku, salah stu dari mereka, tampak keluar, dan orang yang tadi mengikat aku dan Cindy, temanya yang satu lagi segera membuka lemariku, dan memasukan Handphone ku, dan menguras uangku didompet, tak lama, temanya yang satu lagi kembali dengan membawa barang-barang dari kamar Cindy,..

"Heh Coy, cakep-cakep nich syang ga dipake, hehehe"
Bulu kuduk-ku berdiri mendengarnya..Aku yakin Cindy pun begitu,
"Lu mau kita ke tangkep apa??babunya gimana???"
"Udah beres Boss,Dah gua iket tenang aja...Sayang mumpung sepi nich..." Kata temennya yang satu lagi...
"Hahaha, Yawda, kita maen dulu aja..Asik juga nich cewenya, gua mau yang itu.Kayaknya alim hahaha." Sambil menunjuk kearah Cindy

Ketakutanku menjadi kenyataan, keduaperampok mendekatiku, sedangkan si boss mendekati Cindy, aku berusaha berontak namun mulutku yang disekap dan kedua tangan dan kakiku pun mereka ikat, serupa denganku, Cindy pun berusaha berontak, aku dapat melihat ketakutan dimata Cindy, karena ketakutan yang dirasakannya sama dengan rasa takut yang kurasakan kini...

Kedua perampok itu segera mengankat tubuhku, mereka membawaku ke toilet dengan paksa, dan kemudian menutup pintu toilet, sebelum pintu itu ditutup, aku melihat Cindy yang mulai ditindih si Bos..

"Lu teriak Gua matiin luh,..." Peritah Perampok yang kecilan itu,..
"Ngerti Gak???" Sentak perampok yang satunya lagi...
Aku hanya bisa menganguk...Kemudian mereka segera melepaskan ikatan ku, dan sumpalan di mulutku...

Tak butuh waktu lam, perampok Berbadan besar yang membelakangiku dari tadi segera meremas Pantatku...
"Aaah, jangan pak, saya masih punya uang, bebaskan saya.. aduh..." Pintaku pada mereka..
"Udah lu diem aj, kita juga cuma pengen ngentotin mahasiswi, kaya lu pada, dari kecil gue cuma bisa liat mahasiswi perek kaya lu lu pada, sange gue lama-lama...Ampe gue punya anak 3 masih aja kaga kesampean tau gak..hahaha" Jawab si pendek..

"Kelamaan lu...Bacot mulu.." Kata teman si pendek itu..
Dia pun mulai memainkan payudaraku,..sesekali dia menarik-narik putingku..Sambil berusaha mencumbui mulutku,..Si pendek pun berjongkok, dan segera merenggangkan kedua kaki ku, dan memelorotkan celanaku,..
Si pendek langsung tertawa,...
"Liat Jang, memeknya gundul hahaha,..." melihat itu perampok yang dipanggil Ujang itu tertawa, dia pun ikut membuka bajuku, payudara 34C ku kini terbuka dan membuat tubuh ku bugil seutuhnya...

Air mataku yang mengalir sejak tadi, tidak membantuku apa-apa, mereka tetap memperlakukan ku semaunya, tubuh mereka dan nafasnya yang bau sangat menjijikan buatku,...

Si Pendek yang berjongkok di bawahku kini mulai mengesek-gesekan tangannya di kemaluanku, sesekali dia memasukan jarinya kekemaluanku yang mulai basah...

"Jangan pak ampun" Namun kata-kataku sama sekali tidak digubris mereka, Ujang masih sibuk memainkan putingku yang kini sudah memerah dan mulai menegang menikmati permainan, birahi ku mulai naik, apa lagi Si Pendek yang mulai menjilati kemaluan ku, sambil sesekali mengigit dan menghisap clitorisku, aku tak menyangka aku sungguh melayang dibuat mereka,...
Aku mulai mendesah,..
Tubuhku menikmati sensasi yang sangat dahsyat sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya..
Tangan-tangan kasar yang menjamahiku, jilatan yang terus membuat tubuhku melayang membuat ku pasrah menikamti pemerkosaan ini,..Ujang yang terus berusaha mencumbuku, kini kubiarkan dia melumat bibirku,..dengan sigap seluruh bagian mulutku di jelajahinya,..Walaupun Bau, Lidah Ujang sangat Mahir, melebihi lelaki-lelaki yang pernah meniduriku..

"Masih bilang ga mau non dah becek begini" seru si pendek, sambil mengangkat jemarinya yang sudah basaholeh lendir dari kemaluanku,..
Aku pun hanya bisa menganguk saja, aku benar-benar binggung harus apa, bahkan aku tak sempat lagi memikirkan Cindy, Si Ujang yang sudah tak sabar, segera membalikan tubuh ku, dia duduk diatas kloset dan segera menundukan tubuhku,memberikan akses pada si Pendek untuk melanjutkan aksinya dengan ganas dia menjilati putingku, sesekali dia mengigit putingku itu, menambah sensasi yang kurasakan..Terlebih Pendek mulai memasukan jemarinya dalam kemaluanku, dengan kasar dia mengaduk kemaluanku,..

"Aaah, pak, aduh,..ah..." Tubuhku kembali memberontak, sensasi ini terlalu lebih buatku, kenikmatan puncak yang pernah kurasakan,,..Aku tak butuh waktu lama sampai aku mencapai organsme ku yang pertama...

Tubuhku menegang, dan mulai bergetar, tak lama, kemaluanku pun mulai menyemburkan cairan cinta yang disambut tawa mereka..."Apa gua bilang Jang, cew-cewe mahasiswi sini perek semua..hahaha" Katasi pendek, yang membakar telingaku,..Beribu penyesalan muncul dalam diriku, kenapa aku tidak ikut pulang saja tadi, tentu aku tak perlu mengalami ini, belum lagi rasa bersalahku pada Cindy, karena aku yang mengajaknya untuk tinggal bersamaku selama liburan..

Ujang dan pendek kini membuka seluruh pakaian mereka,yang tersisa hanya topeng hitam yang mereka kenakan, aku yang terjongkok di lantai hanya bisa menatap penis-penis yang mengacung dihadapanku, sungguh penis-penis ini adalah terbesar yang pernah kulihat, Mataku menatap penis mereka dengan ketakutan, penis seperti ini tak kan bisa muat di Vaginaku..

" Heh, jangan bengong aja, ngapain kek lu".Kata pendek sambil mengacungkan penisnya kehadapanku, dengan tegang akupun segera mengocok penis itu, urat-uratnya yang nyarta tertampak pada batangnya menambah kesan perkasa pada penis itu, belum lagi bulu kemaluan yang tebal di sekeliling penis itu,...

Aku pun mengocok penis itu dengan tangan kiriku, karena Ujang meminta aku untuk mengcok penisnya, Penis ujang Jauh lebih panjang dari penis Pendek, namun tidak sekokoh Pendek,..Mereka tidak puas dengan kocokan ku, dan mulai memintaku mengoral mereka, aku pun terpaksa menuruti mereka, aku mulai memasukan penis pendek, penis itu sungguh bau, namun aku terpaksa memasukanya dalam mulutku,..
" Aduh mank beda ya kerjaan mahasiswi, bini gua aja ga mau ngemut kontol gua..." Ejek si Pendek,"Jang lu cobain memeknya,..Wangi banget tuch.."

"Yang bener lu???" Kata si Ujang, dia segera mengangkat pantatku, dan menciumi vaginaku,.."Iya, wangi banget, sempit lagi..hehehe"...Ujang melanjutkan kata-katanya...
Kini aku mengoral dan di Oral oleh mereka, Desahan ku dan desahan pendek saling berganti, penis Pendek yang kekar dan di sunat itu memberikan sensasi yang berbeda dari penis-penis lain yang pernah ku-Oral, aku mengerahkan seluruh tekhniku untuk mengakhirii semua ini secepatnya,..Sesekala aku mengemut telur Pendek yang besar yang membuatnya mendengus kenikmatan,..Namun JIlatan dan Korekan di Vaginaku membuat aku semakin bernafsu mengoral penis Pendek makin ganas,..

Jilatan dari Ujang pun makin ganas, seperti saat mencumbui ku, Dia terlihat sangat Lihai memainkan Lidahnya...Sambil mengorek vaginaku, dia terus menjilati dan menghisap clitorisku, Aku hanya bisa merem melek menikmatinya..Aku melampiaskan kenikmatan itu, dengan mengoral penis Pendek...

"Ah pAk....Aaaah.." untuk kedua kalinya aku berorgansme, kakiku, tak kuasa untuk menopang tubuhku lagi, sensasi itu begitu dahsyat, aku terjongkok di lantai yang basah oleh kemaluanku sendiri...Pendek yang sudah bernafsu, tak sabar untuk menungguku mengoral penisnya kembali, tanpa membiarkanku beristirahat sejenak, Dia segera memasukan penisnya ke mulutku dan mulai memompa penisnya dimulutku,..Dengan reaksi terlambat,aku kembali menggunakan tanganku untuk mencegahnya dengan brutal memperkosa mulutku yang menyebabkan ku tidak bisa bernafas karena masuk terlalu dalam...Sambil sesekali menghisap penisnya,Akhirnya penis Pendek, Mulai mengeras seketika..Dan meledak di mulutku,...Aku segera memuntahkannya, dan sebuah tamparan melayang ke pipiku..

"Goblok lu,..Jilat semua" Perintah Pendek, karena takut aku segera menjilati pejunya yang menetes dilantai, aku sungguh muak melakukanya, namun ketahan..."Bagus sekarang jilatin punya gua", aku pun terpaksa kembali mengikuti perintah itu, aku menjilati penis yang sudah loyo itu sampai mengkilat kembali,,..

Tiba-tiba Ujang segera mengangkat tubuhku, dia membuatku menumpukan tanganku di toilet untuk menopang tubuhku, Sambil mengoreki kemaluanku, Dia mulai memainkan penisnya di mulut kemaluanku, aku menutup mataku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,,,

Aku memang bukan perawan lagi, namun penis ini begitu besar, Vaginaku berontak menghadapi penis yang menerobos masuk itu, namun tampaknya Ujang buka Orang yang mau mengerti itu,..."Ampun pak, ga muat pak jangan dipaksa.." mohonku, "Ah tar juga enak Non" Jawabnya santai...

Sambil berusaha memasukan seluruh penisnya, sedikit demi sedikit penis itu mulai amblas dalam vaginaku, dengan satu sentakan kuat yang membuat ku menjerit, penis itu amblas seluruhnya,.."Masuk kan Non,...Sempit banget, titit yang pernah ngentot ma non kecil-kecil ya??Sempit ma seret banget non??" Sialan dia ga sadar penisnya segitu gede...
Ujang pun mulai memaju mundurkan penisnya, dengan kecepatan yang terus bertambah dia terus memompaku, aku hanya bisa mendesah dan menikmati permainanya,...Bahkan aku mulai menikmati permainanya, dan tanpa sadar memaju mundurkan pinggulku, aku tak sadar ketika Ujang berhenti memompakun Pendek dan Ujang kemudian tertawa menyaksikan aku yang mengenjot Penis Ujang,..Sadar aku pun sefera menghentikan Perbuatanku, namun terlambat,...

"Enak ya non, mank perek si enon...Berapa semalem??"Kata Ujang...
Aku hanya terdiam mendengar kata-katanya...Wajahku memerah karena malu.."Dasar perek si enon,nich sepongin lagi donk,...Kata Si Pendek, Aku pun tak sanggup menolak permintaanya, penis yang sudah mengerut tadi, sudah kembali keukurannya yang semula...

Ujang yang kembali memompaku, membuat pekerjaanku bertambah berat, aku tak bisa leluasa mengoral penis Pendek, aku tak sanggup menahan desahanku, Pendek yang merasa Gusar, melepaskan penisnya dari mulutku, lalu menyuruh Ujang untuk menyetubuhiku, dalam posisi Tidur,Aku tak tahu apa yang akan mereka perbuat,,,..

Setelah berganti posisi, dan memasukan penisnya kembali, aku mulai mengerti bahwa dia ingin melakukan woman on top padaku, aku tidak terlalu berpikir, birahiku sudah tak tertahan, tanpa di komando aku pun mengenjot naik turun, yang membuat dadaku terpental kesana-kemari...

Namun ternyata bukan itu maksud pendek, seketika dia mendorong tubuhku, hingga menabrak dada Ujan, setelah menyudahi anusku dan mengoreknya sebentar aku mengerti keinginan-nya..
"Pak jangan pak, saya Sepongin aja ya...Plisss pak..." Nada ketakutan tercetak jelas dalam kata-kataku itu,..Air mataku sama sekali tidak membuat Pendek menghentikan aksinya...

Dengan Keras dia menyodokan Penis itu ke duburku, Duburku yang masih perawan itu tntu tak sanggup menampung semuanya,..Duburku yang basah oleh ludah Pendek menahan penis itu setengah diluar, Pendek tampak Gusar, dia kembali menyodokan Penisnya, yang membuatku melolong semakin panjang dan keras, Namun itu tidak mengugah hatinya, kembali satu sentakan keras membuat seluruh tubuhku sakit tak kepalang, tangisku tak tertahan..Kini sentakanya yang terakhir membuat penis Pendek tertancap seutuhnya...Darah hangat mulai merambat keluar dari Anusku...

Sambil menangis aku harus melayani mereka berdua, Organsme demi organsme menyerangku, Sensasi dahsyat disertai rasa sakit yang tak tertahan membuatku tak mampu mengerakan tubuhku lagi,..Aku hanya bisa menikmati perlakuan mereka saja,...Pendek mencapai organsme terlebih dulu, Seluruh maninya ditembakanya ke dalam duburku, yang membuatku mengalami Organsme Dahsyat,..Setelah melepas Penisnya pendek kembali memintaku mengoral kemaluanya, kemaluan yang tercampur darahku itu, kujilati dengan terpaksa...

Tak lama mengerjai ku, Giliran Ujang yang meledak...Dengan tergesa-gesa, dia mencabut penisnya dan menembakan manynya keseluruh wajahku,kemudian dia kembali memintaku menghisap penisnya sampai bersih...

Tubuhku yang kelelahan hanya tergolek dilantai, Vagina dan anusku terasa sangat pedih,mataku terasa berat, aku berdoa agar semua ini hanya mimpi saja...Tak lama aku tertidur, namun tak lama tertidur, semprotan air dingin menyiramku,...Ujang dan Pendek menyeretku keluar kamar mandi, Aku melihat Bos yang telanjang, disebelahnya tergolek Cindy, yang tak sadarkan diri, Seluruh tubuhnya penuh dengan keringat dan semprotan mani.Dalam keadaan Tak sadar Ujang mengangkat tubuh Cindy keluar, Pendek mendorong tubuhku ke-ranjang, kemudian dia segera keluar menyusul Ujang...

Tubuhku yang tergeletak di kasur didekati oleh Boss, dalam keadaan lemah aku tak kuasa menolak tangan-nya yang menjelajahi seluruh tubuhku,...
"Cantik juga, katanya sepongan-nya jago non..",Brengsek pikrku, apa aka yang mereka katakan pada dia..

Belum sempat aku bertanya-tanya, Bos yang bersender pada dinding segera menarik tubuhku,..Tanganya yang gempal dan besar,mulai memainkan putingku,...Jilatan lidahnya di leher dan telingaku, mulai membangkitkan birahiku,...Tangan kanan-nya mulai diturunkan menjelajahi Vaginaku, aku dapat melihat dengan jelas Tangannya menjelajahi kemaluanku...memainkan Clitorisku,dan sesekali memasukanya kedalam, tubuhnya yang besar membuatku merasa nyaman, aku benar-benar terbuai dibuatnya..

Bos mulai menjulurkan lidahnya kemulutku, tanpa pikir panjang aku pun menyambut ciumanya itu..Tangan-tangan kuatnya, terus mencengkram Dadaku, tak luput juga Vaginaku, tangannya yang besar mulai masuk kedalam, membuat tubuhku makin tenggelam dlam birahi...

Larut dalam keadaan ini tidak berjalan lama, Rasa nyaman tadi sontak menghilang ketika Bos, tiba-tiba menjejali Vaginaku dengan Jari telunjuknya, dan menghentaknya dengan kasar...Aku tak kuasa menahan perlakuanya, tangannya yang memelukku dengan kuat dari belakang membuatku tak kuasa melepaskan diri,...Kini aku mulai menyadari penis Bos yang besar dan sudah mengacung itu,...Besar sekali dan sangat kokoh seperti milik Pendek...
Aku baru sadar kenapa Cindy sampai tak sadarkan diri.....


Dengan Nafsu diburu, Bos mulai meleepaskan pelukannya, aku tersandar di dinding sekarang,Bos mulai merambat turun, kini selain tanganya yang menancap diapun mulai menjilati kemaluanku...Terkadang Bos menghisap klitorisku yang membuatku mengejang tak karuan..Penisnya yang mengantung dihadapanku, terlihat sangat menakutkan,

"Isep Non, Pengen rasain nich" sesungguhnya kata-kata itu yang sudah lama aku tunggu, tanpa pikir panjang aku pun memasukan penis itu ke mulutku, besar sekali, dan sangat kekar, aku bisa merasakan tiap urat yang ada di penis itu, belum lagi ukuran bolanya yang besar...

Namun sungguh aku tak bisa mengoral Penis itu dengan leluasa, sensasi di vaginaku begitu besar..Desahanku mengisi tiap inci kamarku...Untuk kesekian kalinya aku tak kuasa menahan Organsme...
"Gmana sich, katanya Non nyepongnya jago???" Ejek Bos..
Aku hanya bisa menenggelamkan wajahku pada bantal, tubuhku sudah lelah mengalami Organsme-organsme yang aku rasakan daritadi...

Bos menjengut rambutku, dan meminta ku menjilati tanganya yang basah karena cairan cintaku,...Aku pun hanya bisa menuruti kemauanya..

Setelah selesai Bos segera mengangkat dengkulku ke bahunya, Aku tahu apa yang akan dia lakukan, aku tak membiarkan dia menyetubuhiku dengan penis itu...Aku berusaha memberontak, namun tangan kokohnya mencengkram pinggulku,..

"Pak Jangan pak, saya sudah terlalu capek pak, pliz..." Mohonku..
"AH, masa anak buah gua make lu bosnya kaga???" Sambil meludah ke wajahku, aku sungguh takut dibuatnya, Pantas dia menjadi bos mereka..

Aku pun tak kuasa lagi untuk berontak, aku merasakan penis itu mulai menyentuh bibir kemaluanku, dengan mata terpejam aku sudah pasrah menerima penis itu...

Perlahan penis itu mulai memasuki vaginaku, perih sekali, aku pun mulai mendesah tak karuan..Sedikit demi sedikit aku dapat merasakan penis itu terus memasuki-ku, kadang tertahan yang membuatnya mengeluarkan penisnya lagi, kemudian memasukannya kembali...Beberapa menit kemudian Penis itu amblas seluruhnya..Aku tak percya aku bisa menampungnya..
"Gila Non, Lebih enak dari Temen Non, padahal udah dientotin tadi,hahahA"
Aku hanya mendesah mendengarnya, pikirkan ku hanya terhinggapi perasaan takut, namun perlahan birahi yang sempat hilang itu kembali naik..

"Udah siap kan non??" tanyanya..
Aku tahu dia tidak membutuhkan jawaban, karena dia kini mulai memompaku,Penisnya yang terasa sangat hangat itu sungguh membuatku terhanyut dalam birahi,..Hentakanya yang kadang kasar kadang lembut, membuatku benar-benar melayang, dia sangat lihai memainkan momen..Meski sakit aku dibuatnya melayang kenikmatan..Aku terus mendesah dibuatnya,..

Sodokan-sodokan-nya membuatku tak bisa berthan lama 10 menit kemudian, Organsme panjan menderaku, Aku melolong panjang,,,..
Namun jempol tangan bos, menutup clitorisku, sehingga membuat organsme ku tertahan, tubuhku semakin tak terkendali,...

Tak lama Bos melepaskanya, Cairan yang tadi tertahan itu, kini meluber keluar...Nafasku tersengal-sengal, namun Bos tidak lama membiarkanku istiraha, sambil membalik tubuhku, kini dia menyetubuhiku dalam posisi doggy, tanganya tak begitu saja diam, Sesekali tanganya mengurut Clitorisku,..Aku benar-benar tak berdaya dibuatnya..Tangannya juga tak lupa memainkan putingku..

Aku tak percaya, pria seperti dia bisa memperlakukan ku seperti ini, sensasi yang tak pernah kurasakan sebelumnya...

Aku melengus kencang aku kembali berorgansme,...Ini sudah ketiga kalinya, sedangkan dia belum sekalipun,...hentakanya makin kuat, hingga kurasakan penis itu mengeras,..Bos melepasskan penis itu dan memasukanya kemulutku, aku pun segera mengoralnya,,Tak lama Bos pun meledak dia menyemprotkan meni-nya ke wajah dan dadaku, kemudian memolesnya...

Belum selesai kami kembali bercumbu,...Sambil memeluku dia terus menjejali mulutku dengan lidahnya,..Tak berapa lama penis itu kembali mengeras, saat itu feeling buruk menghingapi perasaanku,..

Tangan Bos mulai mengorek orek duburku, aku tak dapat membayangkan bila penis itu menyodomiku..namun percuma merasa kuatir aku tahu bagaimana pun aku tak kan kuasa menolak keinginannya..

Kini Bos kembali menindih tubuhku, tanpa buang waktu dia membasahi duburku dengan ludahnya, dan sedikit cairan Vaginaku,..
"Jangan Pingsan kaya temen non ya??" Katanya??
Oh shit, ternyata ini yang bikin Cindy pingsan..Diburku yang sudah agak Longgar itu tetap terasa sempit baginya..
Senti demi senti, lebih mirip siksaan dibanding kenikmatan buatku..

Aku tak kuasa menahan ini semua,..walau perlahan aku tahu penis itu oversize buatku,..Sebuah hentakan kuat menyadarkanku, kini penis itu masuk seluruhnya..Bos tampak puas dengan apa yang telah dia kerjakan..
Tak lama dia pun mulai mengenjotku..

Setiap hentakanya lebih mirip penderitaan buatku, aku tak tahu apa akan sanggup bertahan, berkaca pada daya tahannya menyetubuhiku tadi..

Aku tak percaya...Dalam keadaan seperti ini aku merasakan perasaan ingin Organsme..Bagaimana bisa..Aku sungguh tak percaya pada diriku sendiri..Betapa rendahnya diriku..

Tak lama aku pun berorgansme...Seluruh tulangku berderik...otot-ototku mengejang,,,"hahaha, baru kali ini ada yang bisa bucat waktu gue entot pantatnya..Dasar Perek lu.." Ejeknya, namun aku pun tak kuasa menolaknya, aku pun tak percaya pada tubuhku sendiri yang meresponse perkosaan ini..

Mataku sudah terasa sangat berat..Tubuhku sudah kelelahan, aku hanya bisa mendesah saja,..Tiap saat aku bisa saja pingsan,...

Kini Bos membalikan tubuk-ku, dia kembali menyetubuhi anusku dengan posisi doggy, aku kembali hanya bisa mendesah, tak lama aku kembali berorgansme,..Sebuah Organsme panjang yang menghilangkan kesadaran-ku..
Keesokan paginya..aku tersadar dengan tubuh penuh peju, TV dan Computerku hilang, toh aku pun sudah memasrahkanya, aku segera mandi untuk melepas seluruh kepenatanku,rasa sakit di Vagina dan anusku masih jelas terasa, setelah itu aku membuka lemari ku untuk mengambil baju, selurauh pakaian dalamku menghilang..Aku terpaksa menggunakan baju lapis untuk menutup auratku

Aku segera melangkah ke kamar Cindy, tampak Cindy yang masih terbaring di kamarnya,Dia tampak menangis seengukan, aku pun memeluknya,..Setelah mandi kami mencari Bi Inem, dia terikat dalam kamar mandinya, dan hampir pingsan kedinginan,...

Aku dan Cindy sepakat untuk merahasiakan ini,..Dan kami hanya membuat pengakuan perampokan biasa, 3 hari kemudian Ryan pulang, Untung barangnya selamat semua,..Dia tampak mengerti keadaanku, namun aku tetap merahasiakan pemerkosaan aku dan Cindy Padanya..

Seminggu kemudian Kuliah di mulai kembali,..Sampai saat ini aku masih merahasiakanya pada siapa pun..

"Gmana sich, katanya Non nyepongnya jago???" Ejek Bos..
Aku hanya bisa menenggelamkan wajahku pada bantal, tubuhku sudah lelah mengalami Organsme-organsme yang aku rasakan daritadi...

Bos menjengut rambutku, dan meminta ku menjilati tanganya yang basah karena cairan cintaku,...Aku pun hanya bisa menuruti kemauanya..

Setelah selesai Bos segera mengangkat dengkulku ke bahunya, Aku tahu apa yang akan dia lakukan, aku tak membiarkan dia menyetubuhiku dengan penis itu...Aku berusaha memberontak, namun tangan kokohnya mencengkram pinggulku,..

"Pak Jangan pak, saya sudah terlalu capek pak, pliz..." Mohonku..
"AH, masa anak buah gua make lu bosnya kaga???" Sambil meludah ke wajahku, aku sungguh takut dibuatnya, Pantas dia menjadi bos mereka..

Aku pun tak kuasa lagi untuk berontak, aku merasakan penis itu mulai menyentuh bibir kemaluanku, dengan mata terpejam aku sudah pasrah menerima penis itu...

Perlahan penis itu mulai memasuki vaginaku, perih sekali, aku pun mulai mendesah tak karuan..Sedikit demi sedikit aku dapat merasakan penis itu terus memasuki-ku, kadang tertahan yang membuatnya mengeluarkan penisnya lagi, kemudian memasukannya kembali...Beberapa menit kemudian Penis itu amblas seluruhnya..Aku tak percya aku bisa menampungnya..
"Gila Non, Lebih enak dari Temen Non, padahal udah dientotin tadi,hahahA"
Aku hanya mendesah mendengarnya, pikirkan ku hanya terhinggapi perasaan takut, namun perlahan birahi yang sempat hilang itu kembali naik..

"Udah siap kan non??" tanyanya..
Aku tahu dia tidak membutuhkan jawaban, karena dia kini mulai memompaku,Penisnya yang terasa sangat hangat itu sungguh membuatku terhanyut dalam birahi,..Hentakanya yang kadang kasar kadang lembut, membuatku benar-benar melayang, dia sangat lihai memainkan momen..Meski sakit aku dibuatnya melayang kenikmatan..Aku terus mendesah dibuatnya,..

Sodokan-sodokan-nya membuatku tak bisa berthan lama 10 menit kemudian, Organsme panjan menderaku, Aku melolong panjang,,,..
Namun jempol tangan bos, menutup clitorisku, sehingga membuat organsme ku tertahan, tubuhku semakin tak terkendali,...

Tak lama Bos melepaskanya, Cairan yang tadi tertahan itu, kini meluber keluar...Nafasku tersengal-sengal, namun Bos tidak lama membiarkanku istiraha, sambil membalik tubuhku, kini dia menyetubuhiku dalam posisi doggy, tanganya tak begitu saja diam, Sesekali tanganya mengurut Clitorisku,..Aku benar-benar tak berdaya dibuatnya..Tangannya juga tak lupa memainkan putingku..

Aku tak percaya, pria seperti dia bisa memperlakukan ku seperti ini, sensasi yang tak pernah kurasakan sebelumnya...

Aku melengus kencang aku kembali berorgansme,...Ini sudah ketiga kalinya, sedangkan dia belum sekalipun,...hentakanya makin kuat, hingga kurasakan penis itu mengeras,..Bos melepasskan penis itu dan memasukanya kemulutku, aku pun segera mengoralnya,,Tak lama Bos pun meledak dia menyemprotkan meni-nya ke wajah dan dadaku, kemudian memolesnya...

Belum selesai kami kembali bercumbu,...Sambil memeluku dia terus menjejali mulutku dengan lidahnya,..Tak berapa lama penis itu kembali mengeras, saat itu feeling buruk menghingapi perasaanku,..

Tangan Bos mulai mengorek orek duburku, aku tak dapat membayangkan bila penis itu menyodomiku..namun percuma merasa kuatir aku tahu bagaimana pun aku tak kan kuasa menolak keinginannya..

Kini Bos kembali menindih tubuhku, tanpa buang waktu dia membasahi duburku dengan ludahnya, dan sedikit cairan Vaginaku,..
"Jangan Pingsan kaya temen non ya??" Katanya??
Oh shit, ternyata ini yang bikin Cindy pingsan..Diburku yang sudah agak Longgar itu tetap terasa sempit baginya..
Senti demi senti, lebih mirip siksaan dibanding kenikmatan buatku..

Aku tak kuasa menahan ini semua,..walau perlahan aku tahu penis itu oversize buatku,..Sebuah hentakan kuat menyadarkanku, kini penis itu masuk seluruhnya..Bos tampak puas dengan apa yang telah dia kerjakan..
Tak lama dia pun mulai mengenjotku..

Setiap hentakanya lebih mirip penderitaan buatku, aku tak tahu apa akan sanggup bertahan, berkaca pada daya tahannya menyetubuhiku tadi..

Aku tak percaya...Dalam keadaan seperti ini aku merasakan perasaan ingin Organsme..Bagaimana bisa..Aku sungguh tak percaya pada diriku sendiri..Betapa rendahnya diriku..

Tak lama aku pun berorgansme...Seluruh tulangku berderik...otot-ototku mengejang,,,"hahaha, baru kali ini ada yang bisa bucat waktu gue entot pantatnya..Dasar Perek lu.." Ejeknya, namun aku pun tak kuasa menolaknya, aku pun tak percaya pada tubuhku sendiri yang meresponse perkosaan ini..

Mataku sudah terasa sangat berat..Tubuhku sudah kelelahan, aku hanya bisa mendesah saja,..Tiap saat aku bisa saja pingsan,...

Kini Bos membalikan tubuk-ku, dia kembali menyetubuhi anusku dengan posisi doggy, aku kembali hanya bisa mendesah, tak lama aku kembali berorgansme,..Sebuah Organsme panjang yang menghilangkan kesadaran-ku..
Keesokan paginya..aku tersadar dengan tubuh penuh peju, TV dan Computerku hilang, toh aku pun sudah memasrahkanya, aku segera mandi untuk melepas seluruh kepenatanku,rasa sakit di Vagina dan anusku masih jelas terasa, setelah itu aku membuka lemari ku untuk mengambil baju, selurauh pakaian dalamku menghilang..Aku terpaksa menggunakan baju lapis untuk menutup auratku

Aku segera melangkah ke kamar Cindy, tampak Cindy yang masih terbaring di kamarnya,Dia tampak menangis seengukan, aku pun memeluknya,..Setelah mandi kami mencari Bi Inem, dia terikat dalam kamar mandinya, dan hampir pingsan kedinginan,...

Aku dan Cindy sepakat untuk merahasiakan ini,..Dan kami hanya membuat pengakuan perampokan biasa, 3 hari kemudian Ryan pulang, Untung barangnya selamat semua,..Dia tampak mengerti keadaanku, namun aku tetap merahasiakan pemerkosaan aku dan Cindy Padanya..

Seminggu kemudian Kuliah di mulai kembali,..Sampai saat ini aku masih merahasiakanya pada siapa pun..

Cerita Populer