Home » Posts filed under Pemerkosaan
Seks Bugil Pemerkosaan Gadis Dalam Kereta
Cerita Seks Aku Dibooking Om Om Yang Penuh Nafsu
Pemerkosaan Orang Negro Terhadap Sherly
Aku lulus SMA tahun 1996, setelah lulus aku langsung meneruskan studiku di New York. Di sana aku tinggal di sebuah apartemen milik saudara jauhku, di sana aku tinggal bersama seorang temanku yang dari Jakarta juga, jadi biaya tinggal bisa dibagi dua supaya irit. Sebenarnya aku datang ke sini bersama dengan pacarku, Sherly, tapi dia tinggal di apartemen lain bersama temannya yang wanita juga, karena orang tua tidak setuju kami yang masih pacaran tinggal dalam satu rumah. Tapi kadang jika ada kesempatan kami sering diam-diam melakukan hubungan kelamin, terutama bila roomate masing-masing tidak ada. Aku jadian dengannya sudah sejak kelas 3 SMA, dan mulai berhubungan badan sejak di sini. Dia seorang yang berparas cantik bagaikan artis-artis Asia Timur, berkulit putih bersih, tingginya sekitar 165 cm, badan langsing dan padat, rambutnya lurus panjang sedada dicat kemerahan.
Kami melewati hari-hari kuliah dan kehidupan muda-mudi di sana dengan gembira sampai akhir tahun 1998 yang lalu. Saat itu di sana sudah mulai suasana Natal, teman-temanku banyak yang sudah pulang termasuk roomate-ku, aku dan Sherly pun sudah bersiap-siap akan pulang liburan juga. Tapi karena kehabisan tiket pesawat ke Indonesia kami berdua terpaksa menunggu seminggu kemudian. Roomate-ku pulang paling awal karena kebetulan ibunya sakit. Setelah dia pergi sambil menunggu tanggal kepulangan kami, Sherly sering ke apartemenku bahkan menginap di sini, saat itu temannya juga sudah pulang.
Beberapa hari sebelum pulang. Aku dan Sherly pulang dari taman hiburan pada larut malam, kami sampai di apartemenku kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitar sana sudah sepi, aku masuk dan membuka pintu. Kami begitu terkejut ketika kulihat ruang tamu sudah berantakan seperti habis ada pencuri, dan kudengar suara gaduh di kamarku. Segera aku ke sana dengan membawa pisau dapur untuk memeriksanya. Pintu kamar kudobrak tapi belum sempat aku mengetahui apa-apa kepalaku sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.
Aku tidak tahu apa-apa selanjutnya sampai aku merasa tubuhku digoncang-goncang seseorang, aku tersadar dan menemukan diriku sudah dalam keadaan terikat di sebuah kursi dan mulutku disumpal kain sehingga tidak bisa bersuara. Aku melihat seorang pria negro di depanku yang menyuruhku bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya plontos. Dan satu orang lagi juga negro berbadan agak gemuk. Yang membuatku panas adalah si negro gendut itu sedang duduk di pinggir ranjangku sambil memangku Sherly yang saat itu tinggal memakai BH dan celana dalamnya saja.
Sherly menangis minta dilepaskan. Tapi si gendut itu tidak menghiraukannya, dia meremas-remas payudara Sherly yang masih terbungkus BH itu, menjilati lehernya, lalu berkata, "Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat!". Dan si botak berkata kepadaku, "Hei, sudah bangun ya, pacarmu boleh juga, kami pinjam dia sebentar ya, baru pergi", dia berkata begitu sambil menepuk-nepuk pipiku, aku mau berontak tapi tak bisa apa-apa. Lalu dia mendekati Sherly dan berkata, "Ok, sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang!" Dia menyuruh Sherly berlutut di depannya dan menyuruhnya membukakan celananya lalu mengulum batang kemaluannya.
Sambil menangis Sherly memohon belas kasih, "Jangan... tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini!" belum selesai berkata tiba-tiba, "Pllaakkk..." si botak menampar pipinya dan menjambak rambutnya, dengan paksa Sherly dibuat berlutut di depannya, "Masukkan ke dalam mulut kamu, hisap atau saya bunuh kamu!" Terpaksa dengan putus asa Sherly membuka celananya dan begitu dia menurunkan celana dalamnya tampaklah benda hitam panjang berwarna hitam, tanpa buang waktu si botak segera memasukkan benda itu ke mulut Sherly, batang kemaluannya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Sherly.
Temannya yang gendut juga tidak tinggal diam, setelah dia melepas semua pakaiannya dia berdiri di samping Sherly, menyuruh Sherly mengocokkan batang kemaluannya dengan tangan, batang kemaluan si gendut tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Sherly dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali kemaluan si botak dan tangan kanannya mengocok batang kemaluan si gendut.
"Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis Asia, lain dari yang lain", kata si botak.
"Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih", timpal yang gendut. Si botak akhirnya ejakulasi di mulut Sherly, cairan putih kental memenuhi mulut Sherly menetes di pinggir bibirnya seperti vampire baru menghisap darah, dan Sherly terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka. Setelah itu mereka melepas BH dan CD Sherly sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara 34B-nya dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat.
Kali ini si gendut duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Sherly berjongkok di depannya sambil memijati batang kemaluan dengan payudaranya. Sherly terpaksa menggesek-gesekkan payudaranya di kemaluan itu sambil menjilati ujung batang kemaluannya sehingga si gendut mendengus keenakan. Sementara itu si botak berbaring di bawah kemaluan Sherly dan menjilati liang kemaluannya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang kemaluan itu. Sekitar 10 menit dikocok, si gendut memuncratkan maninya dan membasahi wajah serta payudara Sherly. Kali ini dia sudah tak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu si gendut jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Sherly dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang, "Pelacur, kurang ajar, berani-beraninya membuang air maniku... kalo sekali lagi begitu kurontokkan gigimu, dengar itu!" bentaknya.
Kemarahanku bangkit karena pacarku diperlakukan begitu, aku meronta-ronta di kursiku tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksiku si gendut berkata, "Kenapa? Kamu tidak terima ya pacarmu kami pinjam, tapi sayang sekarang kamu nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..!"
Mereka kembali menggerayangi tubuh Sherly, kali ini si gendut membuka lebar pahanya dan memasukkan batang kejantanannya ke liang kemaluan Sherly. Batang kemaluan yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang kemaluan Sherly yang masih sempit, sehingga dari wajah Sherly terlihat dia menahan sakit yang amat sangat. Sementara itu si botak dengan ganasnya beradu lidah dengan Sherly sambil tangannya turut bekerja memilin-milin putingnya. Si gendut memaju-mundurkan pantatnya dengan cepat. Selama beberapa menit digenjot akhirnya badan Sherly menegang sampai secara refleks dia memeluk si botak yang sedang menjilati payudaranya, dia mengalami orgasme sampai akhirnya melemas kembali.
"He... he... he... Baru kali ini kan loe ngerasain pria Negro, gimana rasanya enak tidak, jawaaabbb...!" bentak si gendut sambil menarik rambutnya.
Karena takut mereka semakin gila, terpaksa dengan berlinang air mata dia menjawab, "E.. e.. enak, enak sekali!"
"Jawab lebih keras supaya pacar loe dengar pengakuan loe!" kata si botak.
"Iya, saya suka sekali bercinta dengan kalian", jawabnya dengan lebih keras.
"Tuh, kamu dengar kan, apa kata pacarmu, dia suka pada kami, ha.. ha.. ha..!" ejek mereka padaku.
Hatiku benar-benar serasa mau meledak tapi aku tidak bisa apa-apa. Kemudian si botak membuat posisi badan Sherly gaya posisi anjing, dia memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke pantatnya hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu di pantat Sherly hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelakak disertai teriakan panjang, "Aaahhh...! Stoop, kumohon jangan!" Mereka berdua malah tertawa-tawa menyaksikan hal itu. Si gendut menimpali, "Ssttt, tenang sayang, jangan terlalu ribut, kalo ada orang masuk kalian berdua celaka nanti!" Sekarang Sherly sedang menghisap kemaluan si gendut sementara si botak menggenjotnya dari belakang.
Payudaranya yang bergantung itu juga dimainkan oleh mereka berdua. Tidak lama si botak ejakulasi karena terlalu sempit. Dari mulut Sherly yang dipenuhi batang kemaluan yang besar itu hanya terdengar, "Emhh... emhh... emmhh!" Mereka berganti posisi lagi, kali ini si botak memangku Sherly dengan membelakanginya dan menancapkan batang kemaluannya ke liang kemaluan Sherly. Dia menggerakkan pantatnya naik turun, dan Sherly pun tanpa terasa, turut mengikuti irama gerak si gendut. Si botak mengambil sekaleng bir dari kulkas dan menyiramkannya ke tubuh Sherly lalu menjilat-jilat tubuh mulus itu. Si gendut juga sambil bergoyang menjilati leher jenjang Sherly, lidah si botak lalu bermain dalam mulutnya sementara tangannya meremas-remas payudara kenyal padat itu. Sherly yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa menangis sambil menatap padaku dengan ekspresi menyedihkan dan sesekali mengeluarkan suara, "Ahhh... emmhhh... ahhh..."
Setelah si gendut selesai dengan gaya pangkuannya, tampaknya si botak belum puas. Dia memiringkan tubuh Sherly lalu mengangkat kaki kanan Sherly ke bahunya dan mulai melancarkan tusukan-tusukan mautnya di liang kemaluan Sherly. Dia menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit kain bantal, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba kedua bajingan itu, si botak tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Sherly, lidahnya bermain-main di ujung putingnya.
Akhirnya Sherly pingsan karena kehabisan tenaga. Mereka membuang mani mereka di tubuh mulus itu dan meratakannya hingga mengkilap. Yang lebih kejam lagi si botak malah mengencingi tubuh yang sudah tidak berdaya lagi. Sesudah beres-beres mereka berkata padaku, "Hei, kami kembalikan tuh pacarmu, dia cantik tapi sayang terlalu lemah, baru segitu saja sudah pingsan, tapi kami cukup puas juga kok sama servisnya, thank you man, bye..." Mereka pun menghilang di kegelapan malam bersama hasil jarahannya. Kasihan sekali nasib Sherly sejak malam jahanam itu, dia sering termenung dan menangis sendirian.
Sepulangnya ke Jakarta dia juga tidak mau kembali lagi ke New York. Terpaksa kuliahnya dilanjutkan di Indonesia saja. Memang melalui terapi intensif, dia mulai bisa kembali bergaul seperti biasa. Tapi dia masih trauma pada orang negro, melihat negro di film pun dia kadang merasa agak kaget. Untung aku dan keluarganya terus memperhatikan dan masih mau menerima dia apa adanya. Yang disayangkan adalah pelakunya belum tertangkap, dan sejak itupun aku pindah apartemen agar tidak terlalu terpikir pada peristiwa nahas itu. Dan memang kabarnya daerah itu memang tidak begitu aman karena lokasinya tidak jauh dari tempat mangkalnya geng-geng dan pengangguran. Aku hanya berharap suatu hari kedua bajingan itu tertangkap dan mendapat hukuman seberat-beratnya.
Menikmati Tubuh Gea
Tiba-tiba Harlan memeluk tubuh Ghea erat-erat. Ghea mengamuk hebat. Kedua tangannya memukuli dada Harlan. Harlan malah tertawa-tawa senang.
"Jangan kurang ajar, Mas! Jangan kurang ajar!" teriak Ghea panik ketika bibir Harlan berusaha hendak meraih bibirnya.
Sekuat mungkin Ghea berusaha memberontak. Tapi saying usahanya sia-sia. Harlan sendiri malah semakin liar menjamah tubuhnya. Sambil menciumi wajahnya sebelah tangang pemuda itu meremas-remas payudara Ghea dengan penuh nafsu.
"Lepaskan aku, Mas! Lepaskan aku! Kalau nggak aku akan berteriak!"
"Berteriaklah! Disini nggak bakalan ada yang menolongmu!" ujar Harlan sambil menyeringai mengerikan.
Kali ini ketakutan Ghea benr-benar sudah diambang batas. Rasanya dia sulit untuk menghindar dari Harlan yang tengah kalap mencumbunya. Namun untuk pasrah begitu saja Ghea tidak mau. Dengan sekuat tenaga dia berusaha memberontak hebat. Tapi setiap kali usahanya selalu kandas. Tenaganya kalah kuat dibandingkan Harlan yang bertubuh tinggi besar. Bahkan dengan kasar sekali tiba-tiba Harlan menyeret tangan Ghea ke dalam kamar tidurnya.
"Mas, jangan, Mas! Jangan"!" pinta Ghea memelas.
Sedikitpun Harlan tidak mempedulikan permohonan gadis itu. Dia menindih tubuh ramping itu rapat-rapat di atas ranjangnya. Sambil menindih tangan Harlan mulai meraih gaun yang dikenakan Ghea. Tapi Ghea malah memberontak hebat. Mungkin karena saking kesalnya Harlan lalu merobek pakaian yang dikenakan Ghea.
Bret! Bret!
Ghea memekik ketakutan. Seketika bagian atas tubuhnya terkuak lebar menampakkan kedua belah payudaranya yang putih mulus dan membusung indah. Tak puas melihat keadaan itu, tangan Harlan kembali merenggut bra penutup kedua belah payudara gadis itu. Tentu saja hal itu membuat kedua buah dada putih mulus milik Ghea yang berukuran cukup besar terkuak menantang dengan kedua ujungnya yang coklat kemerahan tanpa penghalang apapun.
Melihat pemandangan yang begitu menggairahkan, Harlan seperti kesurupan. Serta merta dia segera menciumi dan menjilati kedua buah dada gadis itu yang putih mulus, membusung kencang dan padat berisi. Ghea kewalahan bukan main menghadapi ciuman-ciuman Harlan yang kasar. Sekuat mungkin dia menjambak rambut pemuda itu yang sedang melumat dan menghisap-hisap putting payudaranya dengan buas.
"Brengsek! Kalau kamu nggak menuruti kemauanku, kubunuh kamu.!"
Tiba-tiba Harlan mengeluarkan sebilah pisau belati yang disembunyikan di kaki. Ghea ketakutan setengah mati melihat mata pisau di tangan Harlan yang berkilauan.
"Jangan, Mas! Jangan"!" pinta Ghea tak dapat lagi menyembunyikan air matanya.
Tapi Harlan yang tengah kesurupan obat bius mana mau menuruti permintaan Ghea. Dia malah kemudian mulai menanggalkan rok yang dikenakan gadis itu dan juga celana dalamnya hingga Ghea menjadi polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi kulit tubuhnya yang putih bersih. Mata Harlan dengan nanar menatap kemaluan Ghea yang ditumbuhi bulu-bulu hitam yang cukup lebat, sungguh indah menantang. Harlan yakin kalau kemaluan Ghea masih suci belum pernah dijamah siapapun.
Puas melepaskan pakaian yang dikenakan Ghea, Harlan pun mulai menanggalkan pakaiannya sendiri hingga bugil. Ghea begidik ngeri melihat penis Harlan yang besar sudah berdiri tegang. Lalu Harlan kembali menindih tubuh putih mulus dan ramping milik Ghea yang sudah telanjang itu dan kembali menciumi kedua payudara Ghea yang berbau harum itu. Harlan terus menciumi payudara gadis cantik itu, mulutnya kadang juga menghisap-hisap putting susu Ghea hingga putting susu gadis cantik itu mengeras. Sementara tangannya secara bergantian juga meremas-remas payudara Ghea yang padat dan kenyal itu.
Ghea mendesis-desis hebat. Ingin sebenarnya dia memberontak cumbuan-cumbuan kurang ajar itu. Namun sayang dia tidak berani melihat mata pisau di tangan Harlan yang terus mengancamnya. Akhirnya gadis cantik itu hanya pasrah melayani cumbuan-cumbuan Harlan.
Harlan sendiri malah semakin kurang ajar. Kedua tangannya lalu menyibak sepasang paha putih mulus milik Ghea hingga terbuka lebar. Ghea berusaha bertahan tapi dia tak berdaya. Tubuh Ghea tersentak saat tangan Harlan menjamah kemaluannya yang amat sensitive dan belum pernah dijamah siapapun.
"Kumohon, Mas! Jangan lakukan itu! Kasihani aku, Mas!" pinta Ghea dengan napas tak karuan.
Tapi lagi-lagi Harlan hanya menyeringai, lalu kepalanya menunduk dan dengan penuh nafsu menciumi dan menjilati belahan kewanitaan Ghea. Gadis cantik itu menjerit kaget, tubuhnya seketika mengejang dan menggeliat. Sementara mulut Harlan terus menciumi dan menjilati belahan kewanitaan Ghea yang masih sempit dan berwarna kemerahan itu, Harlan dapat mencium bau harum yang khas dari belahan kewanitaan Ghea. Beberapa saat kemudian belahan kewanitaan Ghea mulai basah oleh cairan yang keluar dari dalam lubang kewanitaannya bercampur dengan ludah Harlan.
Setelah puas Harlan mulai melampiaskan nafsunya. Pemuda itu merangkak naik keatas dan langsung menindih tubuh Ghea yang masih dalam posisi terkangkang lebar. Mendadak Ghea membelalak lebar. Kedua boal matanya itu dialihkan ke bawah bagian tubuhnya ketika Harlan tengah berusaha merenggut kesuciannya. Ghea dapat merasakan kejantanan Harlan yang keras dan kasar mendesak-desak pada belahan kewanitaannya berusaha menerobos masuk ke dalam lubang kewanitaannya. Berulang-ulang Harlan melakukannya, namun belum berhasil karena belahan kewanitaan Ghea memang masih perawan dan masih amat sempit sekali. Harlan berkali-kali menggeram kecewa keringatnya sudah membasahi tubuhnya dan juga tubuh putih mulus yang sedang ditindihnya. Sebaliknya Ghea ketakutan setengah mati.
Akhirnya Harlan berhasil merenggut kesucian Ghea dengan kasar sekali. Seketika Ghea menjerit keras. Tubuhnya yang ramping sampai terhenyak ke depan dan terkulai lemas. Tapi Harlan tak mempedulikannya. Ia terus menggeluti Ghea dengan hentakan-hentakan tubuhnya yang khas. Penisnya tampak keluar masuk pada lubang kewanitaan Ghea. Pada saat itu darah keperawanan Ghea mulai membasahi pangkal pahanya.
"Biadab kau, Mas...!" tangis Ghea memelas dibawah tindihan tubuh Harlan.
Seperti tidak terpengaruh oleh isak tangisan Ghea, Harlan terus menyetubuhi gadis cantik itu. Lambat laun gerakan tubuh Harlan semakin liar, penisnya semakin cepat keluar masuk mengoyak lubang vagina Ghea, keringatnya juga sudah membasahi sekujur tubuhnya dan juga tubuh putih mulus Ghea. Akhirnya Harlan melenguh tertahan dan mengejang ketika penisnya menyemburkan sperma di dalam lubang vagina Ghea dengan amat banyak hingga membanjiri lubang vagina gadis cantik itu.
Puas melampiaskan hajatnya, Harlan tertawa-tawa menang sambil membiarkan penisnya masih terbenam di dalam lubang vagina Ghea. Sebaliknya Ghea menangis sedih. Ghea lalu mendorong tubuh Harlan yang masih menindihnya hingga bergelimpang ke samping dan penisnya tercabut dari lubang vaginanya. Ghea dengan cepat mengenakan pakaiannya kembali, berkali-kali gadis cantik itu mendesis-desis penuh kemarahan. Harlan hanya memandangi Ghea yang mengenakan BH-nya menutupi payudaranya yang putih mulus, padat dan kencang yang masih basah oleh keringat bercampur ludahnya. Lalu Ghea memakai celana dalamnya, tampak kemaluannya yang berbulu cukup lebat masih basah oleh sperma bercampur darah keperawanannya.
"Bajingan kau, Mas! Bajingan!" tangis Ghea histeris.
Begitu selesai mengenakan pakaiannya kembali, Ghea pun segera berlari keluar.
Tolong Aku,,,
Cerita Populer
-
Nama ku vivi (nama samaran), aq 23 tahun, chinese, 165 cm, 52 kg, perawakkanku langsing dengan kulit putih rambut pirang sebahu, aq terbilan...
-
Cerita Seks yang dilakukan istriku ini adalah cerita yang terjadi ketika terjadi pesta HUT RI di desaku. Aku tak menyangka istriku benar be...
-
Cerita Seks Aku seorang wanita berumur 30 tahun ibu dari dua orang anak. Tentunya statusku nikah dengan seorang suami. Kami telah terikat...
-
Suatu hari adikku dan suaminya datang. Dia berbaik-baik mengharapkan aku menjaga rumah dan anak-anaknya. Mereka bekerja di perkebunan besar ...
-
Seks Bugil Waktu itu gue udah married & bekerja di suatu perusahaan swasta di Jkt, kemudian suatu hari ada cewe cantik & imut dari ...

